Bagi-Bagi Tugas*

Bagi-Bagi Tugas*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Dalam kehidupan berumah tangga, masyarakat secara umum mengenal luas adanya pembagian tugas kerumahtanggaan antara suami dan isteri. Yakni, seorang suami menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sepanjang siang dan malam di luar rumah, sedangkan sang isteri bekerja mengurus rumah, melayani dan menyediakan kebutuhan suami, serta merawat dan melakukan pendampingan terhadap perkembangan anak sedari kecil sampai dewasa..

Saya pun pada awalnya berpikir demikian, sama persis, tidak kurang dan tidak lebih. Kok pada awalnya? Berarti sekarang pola pikirnya sudah berubah donk? Tepat sekali. Pemikiran manusia memang berkembang seiring dengan pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Termasuk saya yang dalam memandang persoalan pembagian tugas dalam kerumahtanggaan..

Penyamaan cara pandang dan pola pikir terkait masalah ini saya rasa cukup penting untuk disetel frekuensinya. Karena segalanya akan berdampak panjang pada proses kehidupan pada tahun-tahun berikutnya, ketika pasangan keluarga baru tersebut telah dikaruniai seorang anak, merawat dan membesarkan, menyekolahkan dan proses-proses perkembangan berikutnya..

Sebenarnya, hanya ada tiga hal tugas sepasang keluarga baru yang tidak bisa dibagi oleh seorang isteri kepada suaminya, yaitu mengandung, melahirkan dan juga menyusui. Selain ketiga hal tersebut, maka bisa dibagi bersama. Sebuah tugas yang saling meringankan antara kedua belah pihak. Seorang suami, tidak patut anti mencuci baju, mengepel lantai, mencuci piring, hingga pergi ke pasar membeli sayuran. Seorang suami juga bertanggung jawab penuh untuk mendidik anaknya. Bukankah di akhirat nanti seorang suami akan ditanyai tentang anak dan isterinya? Berarti, secara tidak langsung kita -kaum Adam- dibebani tanggung jawab untuk mentarbiyah anak dan isteri secara maksimal..

Memang benar ketika suami tengah keluar rumah guna menjemput rizki untuk menghidupi keluarganya, maka tugas kerumahtanggaan diserahkan kepada sang isteri. Sang isteri biasanya memang lebih ulet, disiplin, dan teratur dalam menata perabotan dan perlengkapan rumah. Tapi, ketika sama-sama berada di rumah, mungkin pada saat liburan, tentu keduanya bisa saling meringankan. Atau sang suami juga bisa membantu sang isteri mencuci piring ketika usai makan berdua di malam hari..

Bagi-bagi tugas kerumahtanggaan, selain bermanfaat untuk saling meringankan beban, sebenarnya juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keharmonisan. Sang isteri tentu akan merasa sangat diperhatikan dan disayangi ketika sang suami dengan penuh kerelaan hati berkenan untuk membantu dirinya. Sebenarnya itu bukan sebuah pekerjaan yang terlampau berat, namun bentuk perhatian semacam itulah yang dibutuhkan oleh sang isteri. Lagipula, pekerjaan yang kita lakukan tersebut juga tidak akan sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan oleh sang isteri..

Frekuensi antara pasangan suami dan isteri baru tersebut telah berada dalam satu jalur, namun masalah berikutnya ternyata datang dari pandangan masyarakat awam, atau bahkan dari pihak keluarga besar kita seperti orang tua atau kakak kandung. Mereka merasa heran mengapa seorang suami bisa mencuci bajunya sendiri? Seorang suami kok bisa sampai mencuci piring bekas tempat makannya?. Dalam benak mereka, seolah-olah sang isteri sangat malas dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dan tidak menghormati suaminya sama sekali..

Nah lo, repot kan jadinya kalau yang tergambar di benak orang tua atau saudara kita seperti itu? Ya, sebenarnya dimaklumi saja. Karena pola pikir yang ada di benak mereka itu sama persis dengan pemikiran saya sebelum terjun di medan dakwah ini. Tugas kita lah yang memberikan penjelasan secara bertahap kepada beliau-beliau. Kalau kepada masyarakat awam, kita tinggal buktikan dengan teladan saja. Kita akan buktikan kepada khalayak bahwa tugas kerumahtanggaan itu contoh terbaiknya adalah dengan adanya pembagian, sama-sama dikerjakan oleh salah satu yang punya waktu luang..

Secara pelan-pelan juga, kita akan buktikan kepada masyarakat bahwa ikatan terkuat dalam membangun rumah tangga adalah ikatan agama, bukan kebiasaan atau adat yang berlaku di masyarakat. Sebagai insan sosial yang tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, kita tetap menghargai norma-norma dan adat yang ada di masyarakat, bahkan kita harus menjung tinggi, namun bukan adat yang bertentangan dengan Islam atau yang bernilai kurang ahsan (baik), yakni terkait pembagian tugas dalam rumah tangga di atas..

Jadi kesimpulannya. Saya sangat ridho dan senang dengan berbagi tugas kerumahtanggaan bersama sang isteri. Dan akan berusaha bersama-sama melalui teladan serta penjelasan yang rasional dan bertahap kepada keluarga besar serta masyarakat, bahwa model seperti inilah yang dikehendaki oleh Islam. Yakni saling meringankan, saling menghargai, saling peduli, dan saling berupaya mengupgrade kapasitas diri..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Kamis sore, 14 Rabiul Awal 1435 H/16 Januari 2014 pukul 16.35 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 06 Maret 2014 pukul 08.00wita

—–

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian cuplikan narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang akan dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Calon Isteri Tercinta di Masa Depan. Akan diterbitkan di Blog Bocahbancar setiap Hari Senin dan Kamis, mulai terbit pertama kalinya sejak hari Senin, 10 Jumadil Akhir 1435 Hijriah/10 Februari 2014.

Comments
2 Responses to “Bagi-Bagi Tugas*”
  1. lazione budy says:

    Mengandung, melahirkan dan juga menyusui.

    keistimewaan seorang istri..

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: