Menengok Kegiatan Kongres II FORKOMKASI di Makassar pada tanggal 30 Maret-02 April 2012

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Kongres II FORKOMKASI (Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia) resmi dibuka pada hari Sabtu, 31 Maret 2012 bertempat di BBPPKS (Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial) Makassar. Pada pembukaan tersebut hadir Kepala BPPKS Makassar, Kepala Dinas Sosial kota Makassar, dan juga Ketua STIKS selaku tuan rumah pelaksana kegiatan kongres yang mengambil tema “Merangkai Indonesia dengan Kesejahteraan”.

Setelah pembukaan, dilangsungkan Seminar Nasional bertajuk “Masalah Kesejahteraan Sosial di Wilayah Perbatasan”. Adapun seminar nasional ini menghadirkan pembicara-pembicara yang sangat luar biasa diantaranya:

  1. Prof. Dr. Syahabuddin, Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial RI
  2. Ibu Sahawiyah, Dewan Pengarah Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KSPI)
  3. Arqam Asiqin, Pengamat Politik

Tahun ini, Kongres II FORKOMKASI dihadiri oleh kurang lebih sekitar 40 peserta dari 16 Universitas/Perguruan Tinggi yang menjalankan program studi Pekerjaan Sosial/Ilmu Pekerjaan Sosial di seluruh wilayah Indonesia. Adapun ke-16 universitas tersebut antara lain:

  • REGIONAL SUMATERA: 1)IAIN Ar Raniry Aceh; 2)Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU); dan 3)Universitas Bengkulu (UNIB)
  • REGIONAL JAWA: 1)Universitas Indonesia (UI); 2)UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 3)Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ); 4)Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung; 5)Universitas Langlangbuana (UNLA) Bandung; 6)Universitas Padjajaran (UNPAD); 7)UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta; 8)Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta; dan 9)Universitas Negeri Jember (UNEJ)
  • REGIONAL KALIMANTAN: 1)Universitas Negeri Tanjungpura (UNTAN) Pontianak
  • REGIONAL SULAWESI: 1)Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Makassar dan 2)UIN Alauddin Makassar
  • REGIONAL PAPUA: 1)Universitas Cenderawasih (UNCEN) Papua

Pelaksanaan kongresnya sendiri baru dapat dimulai pada Sabtu sore hari pukul 16.30wita. Di sana Presidium Sementara masih dipegang oleh Achmad Hilman dan Ilham Supiana selaku Dewan Formatur. Mereka berdua memimpin kongres hingga Tata Tertib Kongres selesai disepakati oleh seluruh peserta kongres dan terpilihnya Presidium Tetap, yaitu: 1)M. Sahrul dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (Presidium I); 2)Mega Silvana dari Universitas Gajah Mada (Presidium II); dan 3)Yogie Permana dari Universitas Indonesia (Presidium III). Tak tanggung-tanggung, penyepakatan Tata Tertib dan Pemilihan Presidium Tetap Kongres ini baru bisa berakhir pada hari Ahad dini hari pukul 01.30wita.

Hari Ahad ini ditargetkan menjadi hari terakhir untuk membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FORKOMKASI dan juga pemilihan Dewan Formatur serta Ketua Dewan Formatur secara demokratis. Seperti pembahasan sebelumnya (Tata Tertib Sidang Kongres), pembahasan AD/ART pun berjalan cukup alot, bukan karena saling ngotot dan ingin pendapatnya sendiri yang harus dibenarkan, namun karena memang banyaknya ide-ide yang cukup logis untuk diutarakan. Harus legowo menerima masukan agar sadar akan kekurangan diri serta segera berbenah untuk perbaikan. Memang benar, seharusnya forum harus bisa mengakomodasi seluruh masukan peserta, namun mengingat target bahwa hari Minggu itu, gedung selesai disewa pada pukul 22.00wita, maka presidium pun memimpin kesepakatan bersama bahwa pembahasan yang semula sidang pleno diganti dengan sidang komisi. Komisi I membahas AD/ART dan GBHO, sedangkan Komisi II membahas Struktur kepengurusan dan tata cara pemilihan dewan formatur.

Setelah sidang komisi I dan II selesai, maka langsung diplenokan, namun hanya dibacakan saja. Artinya, kesepakatan telah diputuskan oleh sidang komisi tadi. Namun demikian, ternyata masih ada saja yang perlu dikoreksi oleh kawan-kawan yang tidak ikut di masing-masing komisi tersebut. Dan pada akhirnya, konsideran AD/ART pun ditandatangani oleh Presidium Tetap pada hari Ahad malam, sekitar pukul 23.00wita.

Disepakati bersama bahwa Dewan Formatur (DF) tetap dipilih 5 dengan perwakilan dari masing-masing pulau besar, yaitu:

  1. DF Pulau Sumatera dijabat oleh Arif Rahman dari IKS Universitas Bengkulu
  2. DF Pulau Jawa dijabat oleh Agung Prastowo dari IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  3. DF Pulau Kalimantan dijabat oleh Mishriyah Abdurrahman dari Sosiatri Universitas Tanjungpura Pontianak
  4. DF Pulau Sulawesi dijabat oleh Muh. Arsal Umar Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar
  5. DF Pulau Irian Jaya dijabat oleh Robert Yewen dari IKS Universitas Cenderawasih Papua

Dari kelima DF di atas, terpilihlah Ketua DF FORKOMKASI yang merupakan pemimpin tertinggi forumnya mahasiswa kesejahteraan sosial ini yaitu Mas Agung Prastowo, mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2009.

Disepakati juga pembagian 8 wilayah regional, antara lain:

  1. Regional Sumatera dengan Ketua Regionalnya adalah Munawar dari PMI IKS IAIN Ar Raniry Aceh
  2. Regional Jakarta dengan Ketua Regionalnya adalah Rizky Aldino dari IKS Universitas Muhammadiyah Jakarta
  3. Regional Jawa Barat dengan Ketua Regionalnya adalah M. Fajar Nandra dari IKS Universitas Padjajaran Bandung
  4. Regional DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan Ketua Regionalnya adalah Mega Silvia dari PSdK (Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) Yogyakarta
  5. Regional Jawa Timur dengan Ketua Regionalnya adalah Annisa Novia S dari IKS Universitas Jember
  6. Regional Kalimantan dengan Ketua Regionalnya adalah Rendy Siregar dari Sosiatri Universitas Tanjungpura Pontianak
  7. Regional Sulawesi dengan Ketua Regionalnya adalah Syaifullah dari IKS UIN Alauddin Makassar
  8. Regional Papua dengan Ketua Regionalnya adalah Nicson Hara dari IKS Universitas Cenderawasih Papua

Deangan terpilihnya Dewan Formatur dan Ketua Regional Wilayah beserta kepengurusannya, maka sentral kekuatan dari FORKOMKASI terletak pada masing-masing regional. Karenanya, empat fungsi pokok dari Dewan Formatur antara lain:

  1. Fungsi Koordinasi
  2. Fungsi Delegasi
  3. Fungsi Kontrol
  4. Fungsi Evaluasi

Oleh karena itulah, pada masa kongres tahun ini, disepakati tidak ada Pengurus Pusat seperti tahun kemarin namun untuk menjalankan tugasnya, Dewan Formatur berhak untuk mengangkat Staf Ahli Dewan Formatur seperti Staf Ahli Bidang Media, Staf Ahli Bidang Hubungan Masyarakat, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.

Demikianlah sekilas gambaran kondisi Kongres II FORKOMKASI di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebuah penyatuan suara dan aksi untuk membangun masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mari, Bekerja Bersama untuk FORKOMKASI ^_^

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

Mantan Anggota Public Relations of FORKOMKASI masa bakti 2011-2012

Kader KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) STKS Bandung

Selesai ditulis pada hari Selasa siang, 03 April 2012 at 14.50wita @Ruang Tunggu Gate 3, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan

Dipublikasikan pada hari Selasa malam, 04 April 2012 at 11.22wib @Labkom STKS Bandung, Jawa Barat

G A L L E R I E S

===

===

===

===

Advertisements

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: