Ta’aruf bukan Pelegalan Aktivitas Pacaran*

Ta’aruf bukan Pelegalan Aktivitas Pacaran*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bahagianya aktivis dakwah yang telah sampai pada titik ta’aruf, salah satu jalan paling aman untuk menjemput jodoh menuju pernikahan yang barakah. Tapi hati-hati, karena perjuangan belum berakhir di sini. Ta’aruf barulah sesi awal untuk sampai pada ikatan kuat yang Allah sebutkan di dalam al Qur’an sebagai miitsaqan gholidho (lihat Q.S. An Nisaa’: 21)..

Sebuah ta’aruf yang sukses, sejak ta’aruf awal yang ditemani oleh para murobbi/murobbiyah nya masing-masing, kemudian ta’aruf keluarga, akan berlanjut pada perbincangan teknis khitbah. Betapa bahagianya, rasa itu disambut dengan rasa yang sama, dan tinggal menunggu hari yang tepat untuk secara resmi melamar. Untuk lebih ahsan-nya, melamar dengan membawa perwakilan dari keluarga sang ikhwan..

Maka, di sinilah batu ujian berikutnya. Aktivitas terlalu intens antara ikhwan dan akhwat yang telah memiliki ikatan khitbah di antara keduanya, dimana Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam melarang para sahabat untuk meng-khitbah seorang wanita yang telah menerima khitbah dari saudara muslim lainnya..

Dalam setiap aktivitas apapun juga, yang namanya “terlalu” itu pasti kurang baik ya. Misalkan saja, terlalu gemuk, terlalu kenyang, terlalu banyak bicara, dan “terlalu-terlalu” yang lainnya. Begitu juga dengan aktivitas ikhwan dan akhwat yang secara resmi telah berada dalam ikatan khitbah tersebut. Dikhawatirkan diskusi yang memang perlu untuk membicarakan teknis persiapan akad nikah dan walimahan, menjadi melebar ke mana-mana, dan tidak lagi masuk pada esensi sesungguhnya..

Padahal, salah satu bentuk pacaran para muda-mudi yang “kurang” paham ajaran agamanya, adalah dengan terlalu banyak komunikasi baik melalui sms, telfon, chatting, dan bahkan pertemuan untuk sekedar ngapel malam minggu. Kalau bentuk sms, telfon, chatting yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan itu juga dilakukan oleh ikhwan dan akhwat yang dalam ikatan khitbah dan tinggal menunggu waktu menikah, itu kan sama saja dengan pacaran. Iya to? Padahal, telah jelas bahwa tidak ada pacaran sebelum akad nikah dilakukan..

Ujian itu adalah ketika, secara tidak sadar, kita masuk pada aktivitas “pacaran” yang dilakukan oleh pasangan muda-mudi kebanyakan. Semoga kita dapat saling menguatkan, saling mengingatkan bahwa tetap tidak halal untuk berhubungan khusus secara berlebihan, padahal akad nikah belum dilangsungkan..

Semoga kita terhindar dari sikap kesia-siaan, atau bahkan menjerumuskan pada jurang neraka. Niatkan dengan ikhlas karena Allah, lakukan dengan cara yang baik, dan semoga Allah menuntun kita dengan segala nikmat dan keberkahan dari-Nya. Aamiin ya Rabbal aalamiin..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Selasa sore, 31 Desember 2013 pukul 17.30 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 10 Jumadil Akhir 1435 Hijriah/10 Februari 2014 pukul 08.00wita

—–

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang akan dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Calon Isteri Tercinta di Masa Depan. Akan diterbitkan di Blog Bocahbancar setiap Hari Senin dan Kamis, mulai terbit pertama kalinya sejak hari Senin, 10 Jumadil Akhir 1435 Hijriah/10 Februari 2014.

Comments
7 Responses to “Ta’aruf bukan Pelegalan Aktivitas Pacaran*”
  1. Tanya boleh kali ya..😀 kalau wanita yang lebih dulu meminang,atau mengajak ta’aruf pada laki laki gimana tanggapannya?😀

    • Secara tuntunan Islam, itu sah dan boleh saja.. Tapi, lebih baik menggunakan pihak ketiga (yang sudah bersuami), agar tidak terjadi khalwat atau berdua-duaan yang akan menjatuhkan pada lembah kenistaan..

  2. Menjaga hati sebelum sah,..
    setelah akad halal semuanya😀
    salam ukhuwah dari Salimah Klaten selatan

  3. Wah ternyata ini kumpulan tulisan utk kado pernikahan y bang?

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: