Membaca Peluang Kerja Comdev Officer di Perusahaan Besar di Indonesia*

Membaca Peluang Kerja Comdev Officer di Perusahaan Besar di Indonesia*

*Ditulis oleh Joko Setiawan, A Social Worker, A Community Development Officer

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

Selamat sore dan salam semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah, dalam semangat Indonesia untuk menjadi kekuatan 5 besar dunia, insya Allah… 🙂

Saya sudah lama tidak menulis di blog, padahal menulis apapun di blog pribadi itu tidak ada yang melarang, bahkan saya berharap ada sesuatu yang bisa saya bagikan, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian yang budiman, beriman dan juga dermawan 🙂

Kali ini, sesuai dengan judul yang telah saya tuliskan di atas, saya ingin menuliskan sesuatu yang sekiranya menjadi bidang ekspertis dan kecimpung sehari-hari dunia kerja saya. Yakni tentang Pekerja Sosial (Social Worker), Comdev Officer/Community Development Officer (CDO/CSR Officer), dan Perusahaan (Corporate). Gimana menarik kan? Sebagian besar para pencari kerja memikirkan mengenai prestise dan gaji yang besar. Ya, sebagai anggapan orang awam dari luar, sah-sah saja sih. Yang jelas, semangatnya adalah kalau mau prestise besar dan gaji besar, maka kerjaan kita juga tidak akan mudah dan pastinya banyak mengundang lelah hehe.

Bersama dengan petinggi CSR PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI area Kalimantan, dan juga warga masyarakat di Kelurahan Sepinggan Raya

Fakta di lapangan saat ini, masih banyak perusahaan yang membutuhkan Comdev Officer untuk benar-benar mampu membuat program yang tepat sasaran, berdampak luas dan jangka panjang serta berkelanjutan. Pandangan perusahaan terkait pengembangan masyarakat juga lambat laun telah berubah dari sekedar “bakar-bakar” uang alias charity semata, menjadi program pemberdayaan/pengembangan masyarakat. Perubahan tersebut tidak terlepas dari peran serta program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mendorong program yang dinamai dengan PROPER yang merupakan singkatan dari Program Penilaian Peringkat Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan.

Secuplik ulasan mengenai PROPER adalah sebagaimana penjelasan di bawah ini (dikutip dengan penyesuaian dari Buku Publikasi PROPER KLHK Tahun 2015). KRITERIA penilaian PROPER terdiri dari dua kategori, yaitu kriteria penilaian ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Kriteria penilaian ketaatan menjawab pertanyaan sederhana saja: Apakah perusahaan sudah taat terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup? Peraturan lingkungan hidup yang digunakan sebagai dasar penilaian saat ini adalah peraturan yang berkaitan dengan: Persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporannya;  Pengendalian Pencemaran Air;  Pengendalian Pencemaran Udara; Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3); Pengendalian Pencemaran Air Laut; dan Potensi Kerusakan Lahan. Kriteria  beyond compliance  lebih bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan teknologi, penerapan praktik-praktik pengelolaan lingkungan terbaik dan isu-isu lingkungan yang bersifat global. Aspek-aspek yang dinilai dalam kriteria beyond compliance meliputi: Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan; Upaya Efisiensi Energi; Upaya Penurunan Emisi; Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah B3 dan non B3. Penekanan kriteria ini adalah semakin banyak upaya untuk mengurangi terjadinya sampah, maka semakin tinggi nilainya. Selain itu, semakin besar jumlah limbah yang dimanfaatkan kembali, maka semakin besar pula nilai yang diperoleh perusahaan. Aspek-aspek lain dalam penilaian kriteria beyond compliance, antara lain: Konservasi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air Limbah; Perlindungan Keanekaragaman Hayati; dan  Program Pengembangan Masyarakat.

Khusus program pemberdayaan, perusahaan harus memiliki program strategis yang didesain untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini didasarkan atas pemetaan sosial yang menggambarkan jaringan sosial yang memberikan penjelasan tentang  garis-garis hubungan antar kelompok/individu. Rencana strategis pengembangan masyarakat harus bersifat jangka panjang dan terperinci. Program hendaknya menjawab kebutuhan kelompok rentan disertai indikator untuk mengukur kinerja pencapaian program secara terukur. Tentu saja, seluruh proses perencanaan harus melibatkan anggota masyarakat. Informasi mengenai kinerja perusahaan, dikomunikasikan dengan menggunakan simbol warna untuk memudahkan penyerapan informasi oleh masyarakat.

Berikut ini beberapa simbol warna yang diberikan sesuai dengan penilaian peringkat kinerja usaha/atau kegiatan dalam mengelola lingkungan:

  1. Emas diberikan kepada usaha  dan/atau  kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa, serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
  2. Hijau adalah  untuk  usaha  dan/atau  kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond  compliance)  melalui  pelaksanaan sistem  pengelolaan  lingkungan dan mereka telah memanfaatkan sumber  daya  secara  efisien serta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik.
  3. Selengkapnya mengenai Pemeringkatan ini dapat dibaca di LINK berikut ini MEMAHAMI PRINSIP DASAR PEMERINGKATAN PROPER.

Membaca dari apa yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa prestise perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang patuh pada aturan lingkungan dan penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) adalah pada status EMAS dan HIJAU. Nah, mulai pada peringkat HIJAU, setiap perusahaan WAJIB memiliki adanya COMDEV OFFICER yang bertugas dan fokus pada program pengelolaan dana CSR atau pengembangan masyarakat. BOOM! Di sinilah KUNCINYA. Ternyata, peluang menjadi Comdev Officer ada DI SINI? Di mana? Hmm.. kasih tahu ga ya? Hohoho 😀 Gimana? Masa belum tahu juga di mana? Sini deh, lebih mendekat lagi dan merapat, biar saya kasih tahu kuncinya. Informasi ini terbuka bagi siapa saja dan dapat diakses kapan saja. Hanya saja barangkali karena kita tidak pernah bersingkungan secara langsung alhasil tidak tahu jalan rimbanya untuk mendapatkan informasi tersebut. Karenanya, pada tulisan ini, saya kasih bocoran 271 Perusahaan yang berpotensi sebagai tempat kerja kamu as a Comdev Officer? Mau? Beneran mau apa mau banget? 😀

Baiklah, langsung saja cek di bawah ini ya. 10 Contoh Perusahaan tersebut tercantum sebagaimana di bawah ini.

  1. Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan
  2. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B
  3. Star Energy Geothermal Salak, Ltd
  4. PJB UP PLTU Paiton
  5. Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Unit Pesanggaran
  6. Badak NGL
  7. Pertamina (Persero) RU III – Kilang Musi
  8. Pertamina (Persero) RU IV – Kilang Cilacap
  9. Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Sub – Unit PLTG Pemaron
  10. Pertamina EP Asset 1 – Field Jambi

Selengkapnya DAFTAR 271 Perusahaan tersebut dapat diunduh DI SINI Daftar 271 Perusahaan yang Membutuhkan Community Development Officer versi PROPER KLHK November 2019 [4,93 MB] Dahsyat kan? sekarang kalian sudah punya database 271 Perusahaan calon tempat kerja impian kamu. Eh, tunggu Mas Joe, itu data 271 perusahaan mau diapain sekarang? What? Masih tanya juga mau diapain? Saya ga tahu juga itu mau diapain? Hohoho 😀 Ya, karena saya lagi baik hatinya, tak kasih sedikit bocoran deh ya. Sisanya, kalian usaha sendiri sampai dapat apa yang kalian inginkan dan cita-citakan. Ingat, perjuangan tak kan pernah membohongi hasil kok. Bismillah deh pokoknya. Beberapa tips memanfaatkan database di atas diantaranya sebagai berikut:

  1. Buka google dan kunjungi website resminya ke 271 perusahaan di atas untuk mendapatkan informasi terbaru jika ada informasi lowongan pekerjaan. Beberapa perusahaan masih konsisten untuk memasang informasi lowongan pekerjaan di halaman website
  2. Manfaatkan semua media sosial kalian untuk berteman atau follow kepada perusahaan di atas. Mulai dari FB, FG Page, IG, dan juga LinkedIn. Oh iya, LinkedIn itu dahsyat banget lho, bagi yang belum punya akunnya, silahkan buat akun LinkedIn dan gunakan secara profesional karena isinya mayoritas orang-orang profesional.
  3. Cari kenalan orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut. Usahakan yang memang bagiannya ada kaitannya secara langsung dengan program CSR. Susah buat cari kenalan orang yang kerja di perusahaan tersebut? Saya sarankan cari orang-orang itu via LinkedIn ya. Caranya dengan ketik nama perusahaan di laman pencarian LinkedIn, nanti kita bisa pilih yang sesuai dan bisa kita request Tidak hanya berhenti sampai di sini. Kalau sudah jadi teman, maka segera kirimkan pesan singkat yang berisi perkenalan diri dan nyatakan jika membutuhkan tenaga Community Development Officer (CDO), barangkali boleh diperkenankan untuk melamar menjadi kandidat dalam posisi tersebut. Jangan lupa tinggalkan juga alamat email dan nomor kontak.
  4. Tipsnya sesedehana itu sih. Tentu langkah-langkah lainnya bisa kalian coba dengan trial and error. Intinya, kita tidak menebar jaring sembarangan, karena kita sudah mengetahui bahwa minimal 271 perusahaan dalam list tersebut benar-benar membutuhkan tenaga Community Development Officer (CDO).

Demikianlah sharing saya pada tulisan kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat berjuang meraih pekerjaan impian ya..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah, dalam semangat Indonesia untuk menjadi kekuatan 5 besar dunia, insya Allah… 🙂

Selesai ditulis pada hari Jum’at, 08 November 2019 di Cafe LAperpoll 3 KNPI, Kota Balikpapan – Kalimantan Timur, INDONESIA

 

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: