Makhluk Terkuat di Bumi

Makhluk Terkuat di Bumi*

Penampilannya biasa saja, tidak segarang bayangan angan manusia tentang definisi kuat itu sendiri. Memang, kuat tidak berarti harus menampilkan kengerian terhadap para pemandangnya. Seterong itu lebih banyak berangkat dari hati daripada penampilan diri.

Makhluk terkuat di Bumi bukanlah Superhero dengan otot kawat baju besi, melainkan sosok lembut penuh kasih dan cinta. Bagiku, ia begitu dekat kehadirannya, meski tak jarang pula ia merasa tersakiti tanpa pernah tersadari salahku dimana. Katanya sih aku kurang peka. Maklum saja, aku ini hanya kebanyakan dari lelaki rata-rata, yang tak begitu romantis ditambah cuek yang menurut pemahamannya itu adalah kemandirian alamiah sebagai insan bernyawa.

Tak terbayang, makhluk terkuat di bumi itu, mampu menahan impian dan keinginan pribadinya, demi menjadi sosok pendamping seutuhnya dan pengurus harian makhluk mungil yang tumbuh dan berkembang setiap harinya. Belum lagi mengurus gubuk sempit yang masih setor bulanan pada pemiliknya itu agar tetap asri dan nyaman tuk disebut istana keluarga.

Kesabarannya seolah tanpa batas, meski dirinya seringkali merasa tidak sabar, tapi toh akhirnya kesabaran itu teruji dengan waktu. Bertahun-tahun sejak ia melepas masa lajangnya, impian tuk hidup enak dan serba berkecukupan tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun, bukankah yang terpenting itu proses untuk mendapatkan apa yang diangankan? Hasilnya toh Allah sudah tentukan. Bukan berarti pembenaran untuk berleha-leha ya. Bahkan, karena Allah sdh tentukan/jamin kadar rizki kita dan kita tak pernah tahu sampai pada batas mana, maka cara terbaik adalah dengan memperbesar kapasitas / wadah rizki itu, bukan meminta rizki pada wadah yang kecil karena malah akan meluber karena tidak mampu menampungnya. Cara awalan termudah untuk memperbesar wadah kita adalah dengan ukuran nominal sedekah yang kita keluarkan di jalan-Nya. Menuliskannya memang mudah, tapi dalam praktiknya, tak semua orang mampu, karena merasa diri masih kekurangan dan tak pernah cukup untuk berinfaq di jalan-Nya.

Adapun kondisi saat ini dengan, masih dengan keterbatasan di sana-sini, yang terpenting dalam menjalani proses ini adalah tidak lupa untuk bahagia, senantiasa bersyukur dan melantunkan doa terindah di setiap paginya “Allahumma ‘ilman naafian wa rizqan Thayyiban wa ‘amalan mutaqabbala” “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rizki yang baik.” (HR: Ibnu Majah)

Duhai Sang Bidadari Dunia, tetaplah menjadi Makhluk Terkuat di Bumi… Karena sebentar lagi sinar mentari kan menampakkan pancaran indahnya, untuk kita, untuk Bangsa Indonesia, untuk Muslim di seluruh dunia dan untuk seluruh makhluk dan alam semesta.

Hari ini, hanya ingin mengucapkan Selamat Hari Lahir, 15 Maret 1990 s.d 15 Maret 2019 untuk Isteri Terkasih Iis Syarifah Latif.

Jum’at dini hari,
15 Maret 2019
01.30 WITA @Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur

Salam hangat penuh cinta
Suami yang jauh dari kata sempurna,
Joko Setiawan

Advertisements

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: