Pembicaraan Tabu Aktivis Dakwah*

Sumber Ilustrasi Gambar dari sini

Pembicaraan Tabu Aktivis Dakwah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Bagi kalangan mahasiswa, membicarakan tentang pernikahan adalah suatu hal yang masih dianggap tabu. Kalau ada yang sedikit mengarahkan pembicaraan ke bahasan nikah, akan dianggap sebagai orang yang tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan..

Fenomena ini tidak terlepas dari aktivis dakwah. Para aktivis dakwah masih menghindari pembicaraan terkait bab nikah. Padahal, seharusnya mereka paham tentang makna pernikahan yang lebih mulia dibandingkan dengan pacaran gaya anak zaman sekarang. Sayangnya, semua pengetahuan bab nikah tersebut hanya tersusun rapi menjadi pengetahuan pribadi. Mereka pelit berbagi ilmu persiapan nikah, karena takut dianggap akan buru-buru melangsungkan pernikahan, padahal kuliah masih dibayari orang tua, calon belum ada, dan belum berani memikirkan kapan menyerahkan proposal kepada ustadnya untuk diproses secara syar’i..

Lambat laun yang menganggap bahasan tentang nikah adalah suatu hal yang tabu, terkikis sedikit demi sedikit, meski masih banyak kita temui aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang masih menjauhkan kajian-kajiannya dari masalah nikah ini..

Tengok saja di Salman ITB, melalui sayap syi’ar dan dakwahnya telah sering menggelar Seminar Pra Nikah. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan informasi Islami terkait fiqih pernikahan. Mereka sadar bahwa muda-mudi umat Islam saat ini tengah berada dalam kondisi keterpurukan, kalah dengan gempuran gaya hidup hedonisme yang merebak bak jamur di musim hujan. Oleh karenanya, dengan seringnya Seminar Pra Nikah, remaja dan muda-mudi tersebut akan bisa mendapatkan pencerahan bahwa Islam mengatur dengan begitu indah, hubungan antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram..

Idealnya memang sewaktu awal masuk kuliah, kita sudah belajar banyak dari berbagai sumber terkait bahasan pernikahan. Dengan harapan, di tingkat III atau tingkat akhir semasa kuliah, sudah berani untuk melangkah para praktik nyata, yakni menjemput bidadari dunia yang akan menemani dalam suka dan duka menjalani kehidupan..

Tentu saja, semua berangkat dari pemahaman yang lurus. Bahwa pernikahan tidaklah semata-mata karena dorongan syahwat. Melainkan untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, niat ibadah kepada Allah, dan menyempurnakan separuh agama. Ternyata, ibadah ketika telah berpasangan (suami-isteri) nilainya lebih dahsyat daripada ibadah sendirian saja..

Maka, sudah sepatutnya para aktivis dakwah tak lagi tabu untuk menambah porsi bahasan tentang fiqih nikah, tanpa harus mengurangi jatah bahasan “wajib” yang telah disusun dalam manhaj dakwah Lembaga Dakwah Kampus..

Apalagi, bagi mantan aktivis LDK (disebut mantan karena sudah lulus kuliah he he) yang telah bekerja beberapa tahun lamanya, tapi masih juga menganggap tabu bahasan tentang pernikahan. Alasan belum siap mental dan belum ada calon selalu menjadi jawaban ketika ditanya mengenai waktu membina keluarga..

Memang tidak dipungkiri bahwa melangsungkan pernikahan bukanlah perkara remeh. Dan seseorang memiliki beberapa alasan yang kuat hingga ia tak juga beranjak dari status jomblo menjadi status beristeri. Namun, jika alasan yang ada hanyalah alasan yang dibuat-buat, padahal dirinya telah mampu untuk menikah, itu yang dibenci oleh Allah..

Sangat masyhur hadist dari Rasulullah tentang pernikahan, “wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu” (HR. Muslim). Tapi permasalahannya adalah ketika melangsungkan pernikahan enggan, tapi puasa juga tidak mau. Semoga kita dijauhkan dari pengambilan sikap demikian..

Mari, terus belajar tentang pernak-pernik fiqih nikah, tidak merasa tabu membicarakan bab ini. Dan semoga dipertemukan dengan jodohnya dalam waktu yang tidak terlalu lama seusai membaca artikel ini. Insya Allah.. Aamiin.. ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Kamis pagi, 30 Shafar 1435 H/02 Januari 2014 pukul 04.33 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 19 Januari 2014 pukul 08.00wita

Comments
4 Responses to “Pembicaraan Tabu Aktivis Dakwah*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: