Dakwah itu Menyuburkan Silaturahmi Bukan Mengalienasi Diri*

Dakwah itu Menyuburkan Silaturahmi Bukan Mengalienasi Diri*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Ada yang bilang, kalau aktivis dakwah itu orangnya kuper..

Ada yang bilang, kalau aktivis dakwah itu orangnya eksklusif..

Ada yang bilang, kalau aktivis dakwah itu orangnya sombong..

Ada yang bilang, kalau aktivis dakwah itu orangnya sok suci..

Aktivis dakwah yang dimaksud adalah ia yang semasa SMA disebut anak Rohis, semasa kuliah disebut anak LDK, dan kalau di lingkungan tempat tinggal disebut anak masjid..

Sebagai bagian dari salah satu aktivis dakwah, tentu kita tidak terima atas segala tuduhan tersebut. Apalagi yang paling miris adalah ketika ada yang melabelkan bahwa Rohis menjadi sarang pengkaderan teroris muda. Masya Allah, analis yang tidak punya mata dan hati orang yang mengatakan demikian..

Kekecewaan di atas, memandang persoalan dari pihak eksternal. Kalau kita mau mengaca ke dalam, paling tidak ada dua sudut pandang yang hendak saya sampaikan di sini. Dakwah itu Menyuburkan Silaturahmi, dan Bukan Mengalienasi Diri. Pemahaman semacam ini yang harus menghujam di dalam diri aktivis, juga masyarakat awam pada umumnya..

Jangan dikira bahwa mereka yang lebih senang dekat dengan masjid dan segala aktivitas keagamaan di dalamnya, kemudian dicap sebagai orang yang hanya mau belajar ilmu agama, dan mengesampingkan ilmu sains dan teknologi. Jangan pula dianggap bahwa mereka yang rajin mengaji dan sholat sunnah, kemudian hanya mau bergaul di dalam masjid saja dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat sekitar..

Padahal pada kenyataannya, seseorang yang dapat memahami ajaran agama Islam yang lurus ini, dia tak akan menjadi sosok yang apatis terhadap permasalahan dan kejadian di sekitar lingkungannya. Karena sebagian besar teks Al Qur’an yang dijelaskan dalam banyak hadist, adalah berbicara tentang permasalahan ummat, persoalan interaksi manusia yang satu dengan manusia lainnya, juga sampai pada tataran keberlangsungan ekonomi dan politik bangsa-bangsa..

Oleh karenanya, sebenarnya para orang tua tak perlu khawatir anaknya akan menjadi kuper ketika bergabung di Rohis SMA ataupun LDK Universitas. Karena, mereka dididik untuk lebih peka dan peduli terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan di sekitarnya, menimbang dan menakar solusi permasalahan tersebut dalam kacamata Islam yang syumul..

Cukup banyak kita jumpai, mereka yang aktivis Rohis, juga menjadi juara kelas. Ia yang aktivis Rohis, ternyata juga aktivis organisasi yang mumpuni dalam memimpin. Kita temukan pula, mereka yang aktif di LDK, ternyata mahasiswa berprestasi. Mereka yang ada di LDK, juga merupakan pemimpin-pemimpin Unit Kegiatan Kampus, BEM hingga DPM. Ternyata, mereka adalah orang-orang sholeh/hah, dan peduli terhadap lingkungannya. Dibuktikan dengan adanya keikutsertaan dirinya dalam berbagai macam aktivitas intra dan ekstra kampus..

Maka, telah jelaslah bahwa seseorang yang memahami ajaran Islam ini dengan lurus. Tidak akan menjauhkan dirinya dari lingkungan (baca: ummat), tapi mengambil bagian di dalamnya, dan berkontribusi sebatas kemampuan maksimalnya, dengan dasar iman, ilmu dan amal..

Dan memang benar, Dakwah ini begitu Menyuburkan Silaturahmi, dan Bukan Mengalienasi Diri..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Rabu, 14 Agustus 2013 pukul 22.21wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 07 September 2013 pukul 08.00wita.

Comments
One Response to “Dakwah itu Menyuburkan Silaturahmi Bukan Mengalienasi Diri*”

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: