Mencari Jati Diri seorang Calon Pekerja Sosial

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Mungkin saya adalah salah satu mahasiswa kurang beruntung yang merasakan kegalauan dan kegundahan yang teramat sangat. Bagaimana tidak? Sudah hampir menginjak tahun ke-empat saya menimba ilmu di kampus tercinta ini yang notabene lulusannya nanti akan dicap sebagai Pekerja Sosial profesional. Tapi….. Pada kenyataannya saya masih merasa galau, masih bingung, masih belum menemukan rasa yang tepat dan keyakinan diri apakah benar saya tahun depan akan menjadi seorang Pekerja Sosial Profesional?

Memang benar, berbagai mata kuliah bidang pekerjaan sosial telah saya habiskan dan nilai yang saya dapatkan pun sungguh memuaskan. Namun, itu tidak dapat memuaskan diri saya untuk mencari bentuk ideal seorang pekerja sosial. Jiwa tulus murni untuk mengemban amanah pekerja sosial itu belum saya dapatkan. Saya memang mencintai profesi pekerjaan sosial ini, namun saya masih tidak yakin apakah saya pantas untuk disebut sebagai seorang pekerja sosial yang profesional ketika saya lulus nanti. Saya masih juga bingung untuk mencari tokoh ideal yang bisa saya replikasi sebagai sosok pekerja sosial yang profesional.

Rasa-rasanya ada yang kurang dari semua proses pembelajaran yang telah saya dapatkan selama ini.  Apakah itu? saya pun masih terus mencari-cari. Namun, jika boleh saya berpendapat maka saya akan mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang semestinya ditanamkan ke dalam diri mahasiswa pelajar ini:

  • Kurangnya semangat dari dosen yang membanggakan profesi pekerjaan sosial
  • Tidak adanya korelasi logis antara yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan pasar kerja di lapangan/dunia luar (NGO, Panti, Perusahaan, dll)
  • Belum ada support sama sekali dari pihak lembaga agar mahasiswa bisa mengadakan magang di salah satu stakeholder terkait
  • Mahasiswa sama sekali belum dihubungkan dengan pihak-pihak profesi pekerja sosial, mahasiswa pekerja sosial maupun kerjasama dengan universitas lain atau bahkan dengan program pemerintah Negara lain

Ya, itu memang baru sebatas pendapat. Saya hanya ingin berpendapat dan harapannya pendapat ini dapat didengar dan ditindaklanjuti. Meskipun dari pihak lembaga tak ada yang menindaklanjuti, toh saya sudah merasa puas bisa mengungkapkannya di media kesayangan saya ini 🙂

Jati diri seorang Pekerja Sosial, sudah menemukan kah Anda..? Tolong beritahukan kepada saya.

Salam semangat selalu by Joko Setiawan aka Amkmjs2011, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Ditulis pada Kamis pagi, 02 Juni 2011 at 09.55wib @Kamar Kostan, Dago Pojok-Bandung , Jawa Barat

Dipublikasikan pada Kamis malam, 02 Juni 2011 at 19.30wib @Neru Net, Dago-Bandung, Jawa Barat

Comments
2 Responses to “Mencari Jati Diri seorang Calon Pekerja Sosial”
  1. Fira Naya says:

    Hallo…..joko,,

    Pendapatmu benar joko, tetapi bagaimana kalau galaumu kamu jadikan motivasi agar kamu nanti yang mewujudkan bagaimana seharusnya menjadi seorang pekerja sosial profesional, sehingga kelak kamulah yang akan menjadi replika bagi orang lain. Untuk menjadi seorang pekerja sosial yang profesional yang ideal itu pastinya berproses. Aku sendiri sih… tidak terlalu merisaukan semua itu joko, aku hanya mencoba membiarkan semuanya mengalir… berproses….. dan aku ikut aliran itu, aku ikut proses itu sampai kelak aku sampai pada tujuanku dan cita2ku, sabar….semua butuh proses yang panjang.

    Saya punya seorang dosen yang mencintai profesinya sebagai pekerja sosial, bahkan ayahnya dosen itu pun seorang pekerja sosial yang 90% penghasilannya selalu disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan.Dia juga yang menasehati kami di kelas, dia bilang ” kalau mau menjadi pekerja sosial harus mau menjadi relawan dulu, jangan langsung bicara uang, uang nanti akan mengikuti dg sendirinya”. begitu dia bilang. Lalu dia bilang ” ya..memang dilemanya….bagaimana kalau pekerja sosialnya sendiri…pun…belum sejahtera hidupnya….shg waktunya msh diperlukan utk mendapatkan penghasilan…bg dirinya dan hidupnya…?????…yah…..itu dilema…….bagaimana menurutmu???

    Tp……ya…..jalani saja……..semua butuh proses yang panjang…..InsyaAllah….suatu saat pasti sampai……..

    • Hmm,,,, Mbak, I Will,, Tapi, sungguh keterlaluan sekali jika Jurusan Peksos/Kessos yang telah berdiri sejak tahun 60-an hingga sekarang tak ada yang dapat dijadikan panutan..??? Lalu apa saja yang telah dilakukan pada alumi Peksos/Kessos ini..??? Atau bahkan mungkin kita yang enggan untuk melihat sejarah..??? Ini menarik Mbak untuk dikaji.

      Dan, kemudian untuk pendapat Mbak Fira yang membiarkan mengalir dan berproses, saya bukanlah tipe orang yang mudah puas dengan proses yang mengalir, saya inginnya bergelombang dan sebisa mungkin saya yang menciptakan gelombang tersebut 🙂

      Tapi,,, it’s okay,,, saling menyemangati saja ya Mbak ^_^

      Salam semangat selalu

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: