FORKOMKASI, Mau Dibawa Kemana?

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Apa yang saya impikan selama ini sudah terjadi juga. FORKOMKASI (Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia) telah diresmikan dalam kongres perdananya pada tanggal 30 Maret 2011 yang lalu. Ya, semenjak mengenal lebih dalam tentang dunia pekerjaan sosial tahun 2008 silam, saya merasa miris dengan kondisi para penuntut ilmunya (baca: mahasiswa). Sedikit sekali para lulusan Pekerjaan Sosial ini yang dapat saya jadikan sebagai panutan, sosok idola. Belum ada, belum saya temukan. Ada orang besar yang sekaligus dosen saya, Pak Edi Suharto, PhD namun beliau bukanlah orang yang berpraktek langsung sebagai seorang Pekerja Sosial, padahal saya dididik 4 tahun di kampus STKS tercinta ini untuk menjadi seorang Pekerja Sosial.

Tahun 2009, menjadi tonggak awal saya untuk mengenali kawan-kawan di luar STKS Bandung yang ternyata juga menimba ilmu serumpun dengan saya. Mereka belajar tentang Ilmu Kesejahteraan Sosial, sedangkan saya belajar tentang Pekerjaan Sosial. Saya pribadi lebih senang mengindentikkan STKS seperti sebuah SMK dan universitas lain yang mengajarkan Ilmu Kesejahteraan Sosial sebagai SMA. Jadi lebih pada bobot teori dan prakteknya. Sedangkan kesamaannya adalah kami semua akan lulus dan menyandang gelar Pekerja Sosial.

Beberapa waktu yang lalu, saat diumumkan oleh Hilman (selaku Ketua Dewan Formatur, dari KS Unpad) mengumumkan tentang persyaratan menjadi Pengurus Sekretariat (PS) sekaligus anggota. Disebutkan bahwa keanggotaan Forkomkasi adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)/ Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Saya menyatakan dengan tegas, TIDAK SEPAKAT. Kenapa demikian..? Dalam pemahaman saya, saya kira bahwa keanggotaan Forkomkasi adalah terbuka bagi seluruh mahasiswa dengan Jurusan Pekerjaan Sosial, Ilmu Kesejahteraan Sosial, dan yang serumpun. Bukan BEM-BEM atau HMJ-HMJ.

Kenapa demikian kerasnya saya menyuarakan hal tersebut..? Ini karena pengalaman dan idelalisme yang saya pegang. Pengalaman pribadi adalah pada keanggotaan FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia) yang kebetulan STKS (di bawah Kementerian Sosial RI) masuk di dalamnya dan saya juga mengikuti perkembangannya.  Dalam FMKI, yang dibangun adalah silaturahmi, keakraban, acara seremonial, olahraga, dan lain-lain yang sifatnya lebih pada promosi PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) dan menjalin relasi antara PTK. Orang-orang yang terkait di dalamnya pun terbatas, memang benar bahwa seluruh mahasiswa PTK adalah anggota dari FMKI, namun apakah masing-masing diri mereka benar-benar mendapatkan benefit?

Demikianlah yang saya bawa dalam membandingan FMKI dengan FORKOMKASI. Sebenarnya dalam Forkomkasi ini kita mau membangun siapa? Nama besar Universitas, Gengsi BEM/HMJ, atau memang benar masing-masing mahasiswa Peksos/Kessos ini..? Inilah yang akan saya tanyakan kepada seluruh peserta Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Forkomkasi yang insyaAllah akan diadakan pada tanggal 4-5 Juni 2011 di Jogjakarta.

FORKOMASI, Mau Dibawa Kemana? Saya rasa menjadi tagline menarik untuk diskusi antar Pengurus Sekretariat.

Salam semangat selalu by Joko Setiawan aka Amkmjs2011, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Ditulis pada Kamis pag, 02 Juni 2011 at 08.11wib @Kamar Kostan, Dago Pojok-Bandung, Jawa Barat

Dipublikasikan pada Jum’at malam, 03 Juni 2011 at 19.30wib (terjadwal otomatis)

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: