Apa Bedanya Antara Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat dengan Rehabilitasi Sosial di Kampus STKS Bandung,,?

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Kampus STKS Bandung beberapa kali mengalami perubahan kebijakan mengenai pelaksanaan program untuk lulusannya. Mulai dari gelar Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana, hingga terakhir adalah Diploma IV.  Program Diploma IV dilaksanakan sejak tahun ajaran 1989/1990 yang kemudian pada tahun 2000 dibuka jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat(PSM) dan Rehabilitiasi Sosial(Rehsos).

Meskipun nama STKS adalah sebagai Sekolah Tinggi KESEJAHTERAAN Sosial, namun sejatinya kampus ini adalah satu-satunya kampus di Indonesia yang mengajarkan bidang Ilmu Praktek Pekerjaan Sosial. Di STKS Bandung bidang mata kuliah pokok yang dipelajari adalah Social Work(Pekerjaan Sosial), sedangkan di kampus lain bidang pokok yang dipelajari adalah Social Welfare(Ilmu Kesejahteraan Sosial).

Lalu apa bedanya antara jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat dengan Rehabilitasi Sosial..? Saya dulu pernah menuliskannnya di Website Pusat Praktek Pekerjaan Sosial dan telah dikutip sepenuhnya di dalam Buku “Rethinking Social Work in Indonesia” -nya Mas Budi Rahman Hakim, MSW yang terbit pada Januari 2010 yang lalu. Secara awam, letak perbedaan besar di keduanya adalah terletak pada inti praktek yang dipelajari. Pengembangan Sosial Masyarakat lebih ditekankan pada Praktek Pekerjaan Sosial Makro, sedangkan Rehabilitasi Sosial lebih ditekankan kepada Praktek Pekerjaan Sosial Mikro.

Praktek Pekerjaan Sosial Makro meliputi praktek pekerjaan sosial dalam rangka mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat di lingkungannya seperti kemiskinan, ketelantaran, ketidakadilan sosial, ekploitasi sosial, dan lain-lain. Sedangkan Praktek Pekerjaan Sosial Mikro dimaksudkan sebagai praktek pekerjaan sosial yang berhubungan dengan permasalahan individu, keluarga, maupun kelompok.

Hal yang paling mencolok di antara keduanya, ialah mata kuliah CSR(Corporate Social Responsibility) yang lebih banyak pada jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat, sedangkan jurusan Rehabilitasi Sosial lebih banyak mata kuliah konseling dalam pekerjaan sosial dan terapi-terapi individu dan kelompok.

Meski terbagi dalam 2 Jurusan yang berbeda, namun lulusan STKS Bandung tetap saja ijazahnya. Yakni bergelar SST(Sarjana Sains Terapan) tanpa tercantumkan program jurusan saat ia kuliah di STKS. Dan kabar terbarunya, sejak tahun ajaran 2009/2010 di STKS Bandung mempunyai kurikulum baru dan sudah tidak terbagi ke dalam 2 jurusan lagi. Kalau boleh disebut, Pekerja Sosial yang dicetak adalah seorang Social Work Generalist.

Demikian ulasan singkat mengenai perbedaan program jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat dan Rehabilitasi Sosial di kampus STKS Bandung. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua.

Salam semangat selalu

Muhammad Joe Sekigawa (AMKMJS) @NERU Net, Dago-Bandung,Jawa Barat pada Sabtu, 09 Syawal 1431 H/18 September 2010 on 21.10wib

Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation 2008

Comments
30 Responses to “Apa Bedanya Antara Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat dengan Rehabilitasi Sosial di Kampus STKS Bandung,,?”
  1. Abel Yudy says:

    bagi orang yg tidak mampu apa ada keringanan biayanya?

  2. saya d3 teknik mau masuk d4 pekerjaan sosial karena ingin manage komunitas sosial saya secara profesional. tapi kalau lihat brosurnya persyaratan calon mahasiswa nya hanya dari d3 pekerjaan sosial / kesejahteraan sosial , berarti saya tidak bisa daftar dong, pak? 😦

  3. azmi says:

    min bagusan jurusan hubungan masyarakat .apa kesejahteraan sosial?

  4. Inge tea says:

    I love STKS so………..

  5. Usup Supriyadi says:

    sepertinya, kalau memang mau jadi pekerja sosial, harus di STKS ya? soalnya lebih kelapangan istilahnya, kalau di PTN/PTS kan rata-rata itu Ilmu Kesejahteraan Sosial *sok ngerti….

    apa kabar, bagaimana hubungannya? :mrgreen:

    • Yups,,, Untuk jadi Pekerja Sosial(teknis) memang tidak dipungkiri bahwa STKS Bandung lah tempatnya,,, namun untuk pengetahuan teoritisnya tidak ada beda kok dengan Mahasiswa dari Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial 😉
      .
      .
      (Penjelasan Kang Usup tepat sekali, kayaknya sampeyan ini dari Jurusan KS juga ya hohohoho)
      .
      .
      Hmm,,, Masih baik Kang, dan kita sudah mulai bisa menjaga intensitas komunikasi maupun pertemuan, Insya Allah tak akan keluar dari lingkar ketentuan Syari’at,,, Kita sudah memantapkan hati bersama-sama 😉 Bahwa keridho’an Allah saja lah yang kami tuju,,,
      .
      .
      Mohon doanya ya Kang Usup 🙂

      • Usup Supriyadi says:

        bagus!
        saya do’akan!
        O ya, dapet award tuh. :mrgreen:

        Saya…. hanya pemerhati kesejahteraan sosial saja, Joe.

        karena saya senang sekali dengan studi sosiologi (meski bukan bidang utama saya), dari litelatur yang saya baca ya terkait dengan KS juga. Sama-sama rumput sosial soalnya…

        Ya!
        Ridho Allah,

        o ya Joe, tolong kirim alamat kamu deh. kirim ke nomor saya ya, lengkap dengan kode posnya. heu.
        nomormu di saya kok tiba-tiba ngilang ya?
        nomor saya masih yang belakangnya 5000 kok.

        ok thank’s 😉

        • Alhamdulillah jika Kang Usup berkenan mendoakan saya dan dia 🙂
          .
          .
          Yups,,, saya sudah lihat awardnya, syukron ya Kang, sungguh suatu penghargaan yang berharga bagi diri saya 😉
          .
          .
          Ooowwwhhh, begitu to, pengamat kok ga kalah cerdasnya sama yang bergerak di bidang itu ya,, keren euy,,
          .
          .
          Sms alamat saya sudah dikirim,,, Matur sangkyu :mrgreen:

          • Usup Supriyadi says:

            😆

            Joe, coba deh kamu lihat di teve-teve kalau lagi dialog, rata-rata pengamat baik politik, ekonomi, dan sebagainya bisanya selalu “menyudutkan” mereka yang dilapangan lho. :mrgreen: namanya juga pengamat, maunya pengamat itu seluruhnya harus ideal, tapi orang dilapangan terbentur dengan apa itu yang dinamakan realita. di sinilah harus adanya upaya tetap berorientasi kepada yang ideal tapi tidak menafikan realita yang ada. :mrgreen:

            iya, terima kasih sudah saya terima alamatnya….

  6. wi3nd says:

    Joe jurusannya apa?

  7. Kakaakin says:

    Thanks ya, atas infonya…
    Tapi spertinya mesti kubaca lagi, agak kurang paham 😀

  8. Lucky dc says:

    Apakah jurusan rehabilitasi sosial berhubungan dengan psikologi narapidana mas?
    Thanx a lot 😉

  9. an says:

    saya punya teman yg kuliah di jurusan kesejahteraan sosial.
    Apa kah yg dipelajari d situ!? Belum paham, hehe

  10. erviana says:

    ok semoga STKS MAKIN MAJU DAN MENCIPTAKAN PEKERJA SOSIAL PROPESIONAL

  11. Asop says:

    Wow… jurusan yang baru saya ketahui… 🙂

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: