Dari Samarinda ke Kembang Janggut

Bismillah..

Malam ini saya sempatkan untuk menuliskan kembali cerita mengenai setitik kisah perjalanan selama berada di tanah Borneo ini. Jangan pernah bosan-bosan tuk menyimaknya ya, check it out.. ^_^

Pagi tadi (08/05) saya dan Pak Bahatrim menyempatkan untuk sholat Shubuh berjama’ah di Masjid al Hidayah, kira-kira letaknya 300 meter dari mess tempat menginap. Alhamdulillah kunci mess shubuh tadi bisa dibuka karena ada Mas Raymond yang sudah bangun dan tengah menonton televisi di ruang tamu, sehingga saya dan Pak Bahatrim pun dapat dengan mulus menuju masjid al Hidayah.. ^_^

Sarapan kami laksanakan lebih awal dari biasanya karena memang sudah ada janji dengan Mbak Dyah dari HRD Regional Office (RO) Agra Bareksa untuk presentasi terkait company profile dan klaim kesehatan serta penjelasan jenjang karier. Tepat pukul 07.45wita kami pun telah sampai di kantor Regional Office.

Yang menarik adalah adanya Mas Rahastu yang akhir-akhir kami ketahui telah sampai di mess sejak maghrib hari Selasa (07/05) sore kemarin. Memang beliau lah yang kami tunggu dan menyebabkan kami bertiga (Saya, Pak Mahatrim dan Mas Hendro) menginap satu malam lagi di Samarinda. Bahkan ketika kami bertiga sempat bertegur sapa ketika hendak berangkat ke kantor RO, tak tahu juga bahwa ternyata beliau lah yang kami tunggu. Dan semuanya terungkap ketika kami bertemu di kantor RO. Persahabatan pun mulai mengalir dan berjalan sangat cair, bersifat kekeluargaan. Seperti core values Agra Bareksa (EA-ONE).

Ternyata eh ternyata, ketiga orang yang masuknya berbarengan dengan saya ini adalah para supervisor. Pak Bahatrim untuk supervisor Nursery. Mas Hendro untuk supervisor Planning/Survey dan Mas Rahastu untuk supervisor Quality Assurance (QA). Weh weh weh, lha kok kenalan saya para supervisor departemen lain ya, terus orang-orang CommVest (Community Investment)-nya mana ya??!

Oh iya, kita lanjutkan kepada fokus perjalanan ya, karena ini yang menarik untuk diceritakan, khususnya buat saya yang baru pertama kali menginjakkan di tanah Borneo (Kalimantan) dan berjalan-jalan dengan cukup jauh ya (Balikpapan-Samarinda-Kutai Kartanegara-Kembang Janggut).

Perjalanan panjang ini diawali sejak pukul 11 siang waktu Samarinda. Kami menggunakan dua mobil yakni Avanza dan Xenia untuk mencapai Kota Bangun yang jarak tempuhnya tiga jam perjalanan, tempat dimana kami akan berganti menggunakan perahu motor menyeberangi Sungai Mahakam dan masuk rawa hutan dengan jarak tempuh 1,5 jam perjalanan. Dari lokasi penurunan perahu motor, kami masih harus melanjutkan perjalan selama satu jam dengan menggunakan mobil LV, mobil keren khusus di area pedalaman seperti ini (biasa digunakan oleh perusahaan tambang).

Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah ketika menaiki perahu motor dari Kota Bangun menuju Kembang Janggut. Bagaimana tidak? Inilah pertama kalinya saya menyaksikan secara langsung sungai yang begitu amat sangat lebarnya. Sungai Mahakam dengan berbagai cabangnya, hingga akhirnya sampai masuk hutan rawa dan di sekitarnya banyak ditemui monyet bergelantungan. Tak ketinggalan pula pemandangan rumah-rumah warga yang mepet dengan suangai dan bahkan kebanjiran karena air sungai rawa meluap. Hm,, maka perjalanan 1.5 jam itupun bagi saya amat sangat kurang, pengen nambah lama lagi he he he..

Akhirnya, lokasi yang dituju pun sampai juga pada pukul 17.30wita. Base Camp Kantor dan Karyawan PT. Silva Rimba Lestari (SRL) di District Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur. Sehingga di sinilah saya berada saat ini, base camp di tengah hutan yang ditempatkan dalam satu kamar bersama Mas Hendro (Supervisor Planning/Survey), dan besok mulai menjalani aktivitas pekerjaan di hari perdana. Mohon doanya ya.. ^_^

Oh iya, jangan lupa pantau terus cerita dari saya. Selanjutnya akan dibuat tulisan terpisah mengenai: 1)Mahalnya biaya hidup/makan di Kalimantan; 2)Muslim di Kutai Kartanegara; 3)Masjid di Base Camp PT. SRL; 4)Suku Dayak dan Hukum Adat; dan masih banyak lagi. InsyaAllah..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah ^_^

Muhammad Joe Sekigawa, A Social Worker, An Activist, A Community Developer, A Great Dreamer, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Alumni Bandung College of Social Welfare, Department of Social Rehabilitation ‘08

Community Investment Staff of PT. Silva Rimba Lestari (Agra Bareksa Group)

Selesai ditulis pada hari Rabu malam, 08 Mei 2013 pukul 22.26wita @Guest House Karyawan PT. Silva Rimba Lestari District Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Dipublikasikan secara terjadwal otomatis oleh WordPress pada hari Senin, 20 Mei 2013 pukul 08.00wita

Comments
6 Responses to “Dari Samarinda ke Kembang Janggut”
  1. lia says:

    Wahh saya ucapkan selamat datang dikembang janggut dan semoga betah.. Hehhe

  2. fitri nurmahda says:

    mas, saya bkn karyawan SRL, tetapi saya mau ke SRL districk kembang janggut, bagaimana caranya yah ?? ini penting sekali, karena saya harus menemui seseorang ..
    terimakasih banyak ..

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: