Back To Islam. Mau mau mau??

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Risalah ini khusus ditulis sebagai sarana saling wasiat mewasiati, amar ma’ruf nahi munkar di antara sahabat-sahabat seperjuangan saat menimba ilmu di SMKN 4 Bojonegoro. Raga boleh terpisah jauh, tapi persaudaraan kita adalah persaudaraan abadi yang diikat dengan akidah, ber-Tuhan Esa, Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti Rasul Yang Mulia, Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

Masa-masa di SMK dulu merupakan masa-masa yang ‘gersang’ bagi seorang remaja muslim. Mengapa demikian? Kita ketahui bahwa sekolah baru dibangun, bangunan masih minim, dan hingga lulus, mushola/masjid nya pun belum usai dibangun. Otomatis tidak ada aktivitas rohis di sana, tiga tahun lamanya? Bisa dibayangkan? Padahal aktivis-aktivis luar biasa itu sebenarnya ada dan siap untuk mendalami ilmu sembari berbagi atas pengetahuan yang mereka miliki. Saya berharap menjadi salah satunya, namun nahas memang, masa lalu pun terlukiskan dengan gambaran yang suram dan penuh masa ke-jahiliyah-an.

Baiklah, marilah kita mulai kajian perdana ini dengan BACK TO ISLAM. Memang kita sebelumnya tidak di ISLAM gitu to? Bukan demikian wahai Sahabatku ^_^ Mungkin selama ini kita tak pernah melepaskan status sebagai seorang muslim, tapi apakah dalam praktiknya kita menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Islam? Tentu butuh instrospeksi kembali. Iya kan? Kalau begitu, mari kita lanjutkan 🙂

Pelaksanaan Apa yang diperintahkan (kewajiban)

Kewajiban dasar seorang Muslim sebagian besar dapat kita lihat dari rukun Islam yang diantaranya ada sholat lima waktu, puasa pada bulan ramadhan, mengeluarkan zakat, naik haji (jika mampu). Nah, ketepatan banget kan. Sholat lima waktu bisa kita laksanakan setiap hari, sekarang sudah akan memasuki bulan Ramadhan. Hayooo? Tahu kan kalo iya juga perkara wajib, jadi kudu dilaksanakan, kecuali ada alasan syar’i untuk meninggalkannya.

Menjauhi Apa yang dilarang

Sudah jelas dalam pandangan kita semua bahwa Islam melarang perbuatan munkar, diantaranya seperti mencuri, berjudi, minum khamr (memabukkan), berzina (berhubungan badan tidak dengan suami/isterinya), berbohong, menyakiti/menindas orang lain, dan masih banyak lagi. Kira-kira apa ya perbuatan dilarang agama yang masih seringkali kita lakukan? Let’s introspect ourselves ^^

Menambah Amalan

Rasanya perintah wajib sudah dilaksanakan, larangan sudah ditinggalkan. Cukup? Tentu belum Sahabat. Banyak amalan sunnah yang pahala-Nya berlipat ganda. Seringkali yang kita pahami adalah bahwa yang namanya amalan sunah itu, kalau dilaksanakan mendapatkan pahala, ketika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Sepertinya betul sich, tapi pemahaman semacam ini bukanlah tepat adanya. Rasulullah adalah Al Qur’an berjalan, artinya pada diri Rasulullah merupakan gambaran dari isi Al Qur’an itu sendiri. Dan memang sudah selayaknya demikian, contoh satu-satunya untuk meng-operasional-kan isi Al Qur’an adalah hanya dari Rasulullah saja. Perintah sholat, puasa, zakat, dan lain-lain memang ada di dalam Al Qur’anul kariim, namun rinciannya, adalah mencontoh dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Oleh karena, Rasulullah merupakan uswah ibadah umat Islam sejak zaman kenabian hingga akhir zaman. Sepakat? ^_^

Beberapa amalan sunnah yang bisa kita lakukan diantaranya sholat lail, sholat dhuha, tilawah Al Qur’an, menghafal hadist dan berusaha melaksanakannya, berbuat baik kepada sesame manusia, berbuat adil, menjadi pemimpin yang amanah, dan masih banyak lagi. Sedikit-sedikit saja dulu, setelah diri terbiasakan, tambah semaksimal yang dimampu. InsyaAllah.

Interaksi seorang Muslim dalam kehidupan

Seorang muslim adalah model ideal bagi manusia. Ya, seorang muslim terbina secara pribadi, terjaga dalam keluarga, dan menjadi pemimpin di dalam masyarakat. Ini semua terjadi karena mereka adalah orang-orang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Akhlak yang mulia, adab yang baik dan bijaksana, peduli, tidak pilih kasih, malamnya bagai rahib dan siangnya bak singa di padang pasir. We are a muslim, and have to lead the change to be better life.

Yuukkk, BACK TO ISLAM. Semoga ulasan sederhana sebagai pengantar ini dapat menggugah kesadaran Sahabat-sahabat semua. Nantinya akan lebih banyak pembelajaran yang akan kita dapatkan. Selamat membaca (sudah usai membacanya ya he he), selamat berhikmah, dan selamat berubah untuk menjadi diri yang lebih baik dengan kembali kepada tuntunan Islam yang agung.

Salam hangat dan semangat selalu by Muhammad Joe Sekigawa, Alumni GP ’07 SMKN 4 Bojonegoro

ABAI-LC Edisi Perdana, Sabtu 14 Juli 2012 @Bumi Kota Bojonegoro

ABAI-LC Edisi Nomor 1 Tahun I Juli 2012

ABAI-LC (Alumni Back to Islam – Learning Center)

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: