Menjadi Teladan Ajeg Bermasker Bagi Buah Hati

Keistimewaan anak berusia kurang dari 5 tahun adalah sifat otak yang cepat menangkap informasi dan mampu menyimpannya dengan sangat baik. Tidak hanya hafalan yang mampu ia serap selayaknya spons, namun juga apa yang ia lihat dari orang terdekat. Di sinilah peran orang tua sebagai teladan sehingga dapat ditiru dan dipraktikkan dengan baik oleh sang buah hati.

Serangan Covid-19 tidak lagi mengenal batasan usia, orang sakit maupun orang sehat, pun daerah panas maupun daerah dingin, hingga orang kaya maupun orang tidak mampu, semuanya terjangkiti akibat penularan dari orang ke orang dan juga penularan dari “orang-barang-orang”.

Protokol kesehatan menghadapi Covid-19 ini tidak lagi sekedar dihafalkan, namun memang senantiasa dipraktikkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari di rumah, karena saya sebagai kepala keluarga tentu memiliki peran dan tanggung jawab utama untuk melindungi anak dan isteri di rumah.

Pertamina (@pertamina) sebagai salah satu perusahaan yang tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan bagi pekerjanya telah memberikan panduan secara detil mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan berkaitan dengan pencegahan terkonfirmasi positif Covid-19. Dimulai dari pada saat di rumah, pada saat berangkat ke kantor, aktivitas selama di kantor, kegiatan pulang ke rumah hingga pengarahan pada saat berada di rumah beraktivitas di luar jam kerja. Semuanya diperhatikan oleh Pertamina hingga perlindungan itu tidak sekedar pada pekerja semata, namun juga perlindungan terhadap pekerja dan keluarganya. Inilah misi besar Pertamina untuk menjaga kesehatan putra-putri terbaik bangsa beserta keluarga dan juga masyarakat terdekat di sekitarnya.

Berbagai macam panduan aplikatif dari Pertamina saya terapkan di rumah dengan mencontohkan dan membiasakan kepada sang buah hati agar telah lengkap mengenakan masker, membawa hand sanitizer, tidak banyak menyentuh barang dan mempergunakan siku/lengan ketika membuka pintu atau sejenisnya. Pada saat masuk rumah segera mengganti pakaian, cuci tangan pakai sabun dan mengganti masker yang sudah terpakai. Kemudian menerapkan arahan untuk tidak berinteraksi dengan teman yang tidak mengenakan pelindung seperti masker atau face shield dan senantiasa menjaga jarak dan tidak berkontak fisik.

Hal yang patut disyukuri adalah buah daripada pembiasaan untuk menghadapi serangan Covid-19 ini yaitu sang buah hati bahkan telah gantian memberikan instruksi bagi orang tuanya. Tanpa diminta, pada saat akan masuk rumah ataupun keluar rumah, sang buah hati senantiasa mengingatkan orang tuanya dengan mengabsen hal apa saja yang harus dipakai dan dilakukan, seperti mengenakan masker dengan benar, membawa hand sanitizer dan juga cuci tangan menggunakan sabun.

Dialah Ayumi chan, sang buah hati menjelang usia 5 tahun. Tinggal di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak di Balikpapan dicap sebagai Zona merah, maka sejak saat itu juga kami tidak pernah lagi mengunjungi tempat keramaian seperti mall, pasar rakyat dan beberapa tempat keramaian lainnya. Yang dimulai adalah penanaman pemahaman dalam rangka penerapan protokol kesehatan menghindari terserang Covid-19.

Alhamdulillah.. Keberhasilan ini adalah berkat bekal ilmu dan pemahaman yang benar dari Pertamina yang dikombinasikan dengan berbagai informasi terpercaya lainnya untuk menjadikan keluarga kami kuat dan tidak terserang oleh Covid-19.

Teringat juga pesan salah satu dokter di Balikpapan, bahwa sebenarnya kita sudah harus melampaui untuk sekedar memikirkan diri sendiri, namun juga peduli terhadap mereka yang saat ini melakukan karantina mandiri dan tidak boleh keluar rumah sama sekali. Jangan karena tidak ada yang peduli, menjadikan mereka terpaksa keluar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang sehat sehingga berpotensi untuk menularkan. Namun, kita sebagai tetangga terdekat harusnya peduli dan mau tahu kondisi, sehingga diri kita dapat menjadi penolong mereka untuk menyediakan berbagai macam kebutuhan ketika tim medis yang tersedia faktanya juga telah kewalahan menanganinya sendiri. Inilah modal sosial yang rasanya memang merupakan jati diri masyarakat Indonesia yang belakangan ini mulai terdegradasi.

Ayo, kita terus bergerak, mendedikasikan diri untuk terus memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kerja kita dan yang tidak kalah penting adalah untuk keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal kita. Mari jadi teladan untuk masyarakat Indonesia kuat dan terbebas dari Covid-19.

#PertaminaEmployeeJournalism #PertaminaCovidRanger #BUMNUNTUK75TAHUN

.

Balikpapan – Kubangun, Kujaga dan Kubela

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

*Artikel ini Ditulis Oleh: Joko SetiawanA Social Worker – Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman dan diikutsertakan pada Pertamina Employee Journalism (PEJ) 2020 untuk Chapter III.

.

.

.

.

.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: