Setahun Kebersamaan di ENV Kwarsa Hexagon

Setahun Kebersamaan di ENV Kwarsa Hexagon*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan ribuan ucapan terima kasih kepada Ibu Ella (Nurlaela, S.Si) selaku Manajer ENVIRONMENTAL PT. KWARSA HEXAGON kala saya diberikan kesempatan pertama kalinya untuk bergabung bersama tim. Tentu, harapan saya pribadi adalah agar saya dapat membantu tim menuntaskan beberapa pekerjaan di ENV yang telah diamanahkan oleh Klien atas nama PT. KWARSA HEXAGON. Terima kasih juga karena kontrak kerja saya telah diperpanjang selama tiga kali, yakni:

  • PERIODE I : 27 Oktober 2016 s.d 27 Januari 2017 (3 bulan)
  • PERIODE II : 27 Januari 2017 s.d 27 April 2017 (3 bulan)
  • PERIODE III : 27 April 2017 s.d 27 Oktober 2017 (6 bulan)

Selama satu tahun di PT. KWARSA HEXAGON, banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan dan belum pernah saya pelajari sebelumnya. Saya sebagai orang dengan background Pekerja Sosial (Social Worker) hanya berkutat dengan bidang Pelayanan Sosial, Kemanusiaan, Disaster Risk Management, beberapa program Pemberdayaan (Community Development) dan juga implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat secara langsung. Dan di sini, saya lebih banyak tahu mengenai Mekanisme, Syarat dan isi dari Dokumen Lingkungan seperti UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) maupun AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Lebih jauh dari itu, saya juga belajar mengenai Dokumen Tender dan bagaimana cara membuat Usulan Teknis Proyek yang baik dan menarik.

Sampai dengan tanggal 27 Oktober 2017 hari kemarin, maka akan genaplah saya mengabdi di PT. KWARSA HEXAGON selama satu tahun. Dan per tanggal 28 Oktober 2017 ini, saya sudah tidak lagi berstatus sebagai Karyawan PT. KWARSA HEXAGON. Saya memutuskan untuk kembali beraktivitas di dunia NGO (Non Gorvernmental Organization) sebagaimana dasar jiwa saya yang terbentuk selama masa kuliah untuk berhubungan langsung dengan penerima manfaat (beneficieries).

Adapun alasannya, adalah bukan karena konflik internal karyawan, ataupun masalah yang serius dengan perusahaan, apalagi alih-alih permasalahan dengan Klien, maka saya pastikan bahwa permasalahan apapun antara saya dengan sesama karyawan, saya dengan PT. KWARSA HEXAGON ataupun saya dengan Klien PT. KWARSA HEXAGON, tidak ada permasalahan sama sekali. Alasan saya mengundurkan diri adalah karena pilihan pribadi dengan beberapa alasan dan pertimbangan yang akan saya sebutkan kemudian.

Hanya ada dua alasan pokok mengapa saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari PT. KWARSA HEXAGON :

  1. Ikatan dengan Alumni Pelatihan Zenshakyou se-Asia Tenggara
  2. Persiapan Mengejar Beasiswa S-2 di Jepang

Mengenai Alasan Pertama, Ikatan dengan Alumni Pelatihan Zenshakyou se Asia Tenggara

Zenshakyou (全社協・ぜんしゃきょう) adalah kependekan dari Zenkoku Shakai Fukushi Kyougikai (全国社会福祉協議会・ぜんこくしゃかいふくしきょうぎかい) yang bahasa Inggrisnya adalah Japan National Council of Social Welfare (JNCSW) merupakan lembaga nirlaba yang merupakan mandatori dari Pemerintahan Jepang untuk mengkoordinasikan urusan Kesejahteraan Sosial sebagai mitra utama dari Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial Jepang. JNCSW memiliki program kerja untuk mengundang beberapa peserta pelatihan dari Negara-negara tetangganya untuk mempelajari sistem kesejahteraan sosial di Jepang dengan cara OJT (On the Job Training) selama satu tahun. Negara-negara yang diundang setiap tahunnya adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Taiwan dan juga Korea Selatan.

Setiap tahunnya, kami selaku alumni Pelatihan Zenshakyou dari Indonesia harus melakukan rekruitmen dan seleksi calon Trainee terpilih (hanya satu orang) untuk diberangkatkan sebagai wakil dari Indonesia dalam pelatihan tersebut. Berhubung tahun 2017 ini terjadi pergantian Kepengurusan, dari Jakarta menuju Bandung, maka saya juga mendapatkan amanah untuk menjadi salah satu anggota Komite untuk urusan tersebut.

Seperti saya jelaskan sebelumnya, bahwa urusan dari Pelatihan Zenshakyou ini dikhususkan bagi para Social Welfare Workers yang bekerja pada sektor lembaga Nirlaba (LSM/NGO) yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Seminar per dua tahun sekali yang tahun ini diadakan di Bandung, Indonesia pada tanggal 1 – 5 September 2017 kemarin menjadi evaluasi atas pekerjaan saya yang saat ini berstatus sebagai Karyawan Perusahaan (Shoukuin/ 職員・しょくいん). Orang Jepang ternyata cukup ketat terkait hal itu. Mereka membedakan dengan tegas antara Karyawan Perusahaan (Shoukuin) dengan Karyawan Lembaga Sosial (Koumuin/ 公務員。こうむいん). Oleh karenanya, agar saya tetap dalam track-nya, maka harus kembali bekerja di Lembaga Sosial (LSM/NGO). Namun dalam perencanaan awal saya, jika tidak kembali menjadi karyawan LSM/NGO, maka saya bisa menjalankan bisnis (profit) rumahan dengan mulai mendirikan lembaga sosial sendiri. Mendirikan lembaga sosial sendiri, bagi seorang alumni STKS adalah kepuasan batin tersendiri karena dianggap telah mampu mengejawantahkan teori di kampus dalam aksi nyata in the real world, dengan spirit ikut serta dalam upaya pengentasan permasalahan sosial di Indonesia pada umumnya, dan Kota Bandung serta Jawa Barat pada khususnya.

Inilah alasan pertama yang melatarbelakangi saya untuk menyelesaikan kontrak di PT. KWARSA HEXAGON hanya sampai 27 Oktober 2017 saja.

Perlu diketahui bahwa ketika saya menyampaikan Surat Pengunduran Diri pertama kalinya kepada Manajer ENV, saya benar-benar belum mendapatkan pekerjaan pengganti. Namun, alhamdulillah di akhir-akhir habis masa kerja kontrak di PT. KWARSA HEXAGON, saya akhirnya diterima sebagai Koordinator Penanggulangan Bencana dan Pusat Kemanusiaan (Disaster Management and Humanitarian Center) di NGO asal UEA (Dubai) dengan nama Yayasan Muslim Asia (Asia Muslim Charity Foundation/AMCF). Sekilas profile tentang AMCF dapat dibaca pada tautan ini https://bocahbancar.wordpress.com/2017/10/15/asia-muslim-charity-foundation-amcf-profile/ .

Mengenai Alasan Kedua, Persiapan Mengejar Beasiswa S-2 di Jepang

Pertemuan pada 1 – 5 September 2017 kemarin juga dapat mempertemukan saya dengan beberapa dosen dari Negara tetangga maupun pada petinggi Shakai Fukushi Houjin (社会福祉法人・しゃかいふくしほうじん) yang memiliki banyak peranan penting dalam upaya pelayanan sosial di Negara Jepang.

Hal tersebut menjadi peluang bagi saya untuk menjalin relasi dan memperbesar peluang untuk bisa mendapatkan jalan Beasiswa guna menempuh pendidikan Pascasarjana di Negeri Bunga Sakura tersebut.

Bukan tanpa usaha, namun standar TOEFL/IELTS juga harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Maka, setelah nanti selesai di PT. KWARSA HEXAGON, saya bisa lebih fokus untuk mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris agar dapat memenuhi standar sebagaimana yang telah dipersyaratkan dalam banyak pemberi dana beasiswa.

Atau, bahkan selain bahasa Inggris, saya juga harus meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang baik lisan maupun tulisan, dengan mengikuti beberapa ujian seperti TOEFL yang kalau untuk kompetensi Bahasa Jepang disebuat dengan Nihongo Nouryouku Shiken (日本語能力試験・にほんごのうりょくしけん) atau biasa disebut dengan JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Demikianlah beberapa alasan yang melatarbelakangi saya untuk menuntaskan Kontrak di PT. KWARSA HEXAGON hanya sampai dengan 27 Oktober 2017 saja.

ESIA-LARAP dan Masa Depan Tim ENV PT. KWARSA HEXAGON di Dunia Internasional

Proyek ESIA-LARAP (Environmental and Social Impact Assessment-Land Acquisition and Resettlement Action Plan) semakin memantapkan langkah Tim ENV untuk lebih mendalami terkait regulasi Lingkungan dan Sosial dalam standar Internasional (World Bank/WB), Asian Development Bank/ADB, dan The European Bank for Reconstruction and Development/EBRD). Setidaknya, tiga standar di atas yang menjadi acuan para Investor ketika akan memberikan bantuan kepada BUMN di Negara kita.

Dengan adanya para Expert seperti Pak Rusydi dan juga Ibu Sri, maka Tim ENV akan lebih kuat lagi dalam mempersiapkan langkah lebih maju ke depan. Maka yang perlu dipersiapkan adalah orang yang fokus untuk menyerap ilmu-ilmu dari para Expert itu semua. Bahkan, jika memungkinkan agar dapat memaksimalkan penyerapan ilmu dari para ahli, maka perlu diadakan pelatihan rutin sepekan sekali yang tujuannya untuk membedah beberapa pemahaman terkait dengan :

ESIA

  • OP 4.01 (Environmental Assessment)
  • IFC Performance Standards (PS) on Environmental and Social Sustainability Year 2012, yang detilnya terdiri atas:
  • PS 1 : Assessment and Management of Environmental and Social Risks and Impacts
  • PS 2 : Labor and Working Conditions
  • PS 3 : Resource Efficiency and Pollution Prevention
  • PS 4 : Community Health, Safety, and Security
  • PS 6 : Biodiversity Conservation and Sustainable Management of Living Natural Resources
  • PS 8 : Cultural Heritage
  • [World Bank, 2016] Environmental and Social Framework – Setting Environmental and Social Standards for Investment Project Financing (berisi penjelasan detil terkait OP 4.01 dan IFC PS 1 s.d PS 8)

LARAP

  • OP 4.12 (Involuntary Resettlement)
  • IFC Performance Standards (PS) on Environmental and Social Sustainability Year 2012 yang detilnya terdiri atas:
  • PS 5 : Land Acquisition and Involuntary Resettlement
  • PS 7 : Indigenous Peoples
  • Beberapa buku penting terkait dengan LARAP diantaranya sebagai berikut:
  • [ADB, 1998] Handbook on Resettlement – A Guide to Good Practice
  • [IFC-WB Member, 2002] Handbook for Preparing a Resettlement Action Plan
  • [World Bank, 2004] Involuntary Resettlement Sourcebook – Planning and Implementation in Development Project

Dan tentu saja masih banyak bahan bacaan lainnya agar Tim ENV PT. KWARSA HEXAGON semuanya dapat menjadi tenaga ahli dalam bidang ESIA-LARAP tersebut.

.

Sangat banyak sekali hal positif selama kebersamaan saya di PT. KWARSA HEXAGON, namun tidak bisa semuanya saya tuliskan detil satu per satu. Saya hanya bisa mendoakan agar PT. KWARSA HEXAGON semakin jaya, sukses dan tetap rendah hati dan agamis sebagaimana kepemimpinan Pak Djoko Hartono. Kebiasaan baik harus terus dilanjutkan, dan evaluasi rutin harus dilaksanakan agar dapat menciptakan perbaikan berkelanjutan (Kaizen/Continuous Improvement).

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

@Ciwastra, Kota Bandung – Jawa Barat INDONESIA
Sabtu,08 Safar 1439 H/28 Oktober 2017 pukul 06.35 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu pagi, 28 Oktober 2017 pukul 09.00 Waktu Indonesia Bagian Barat

==

==

==

==

 

Advertisements
Comments
One Response to “Setahun Kebersamaan di ENV Kwarsa Hexagon”
  1. bimoBB says:

    mas joko selalu jadi panutan adik-adik di STKS mas. Sukses selalu ya mas

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: