Core Humanitarian Standard – Bahasa Indonesia

Standar Kemanusiaan Inti/ Core Humanitarian Standard (CHS) adalah perangkat yang terdiri dari Sembilan Komitmen terhadap komunitas dan warga terdampak krisis yang menyatakan apa yang dapat mereka harapkan dari organisasi dan perorangan yang menyampaikan bantuan kemanusiaan. Setiap komitmen didukung oleh sebuah kriteria mutu yang menandai bagaimana organisasi kemanusiaan dan staf harus bekerja untuk memenuhinya.

CHS juga mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap komunitas dan warga yang terdampak bencana: mengetahui bentuk komitmen organisasi kemanusiaan akan membuat komunitas dan warga dapat meminta pertanggung-gugatan dari organisasi-organisasi tersebut. CHS menempatkan komunitas dan warga terdampak krisis pada pusat aksi kemanusiaan dan mendorong penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. CHS mendukung hak atas hidup bermartabat, dan hak atas perlindungan dan keamanan yang telah ditetapkan oleh Hukum Internasional, termasuk di dalam Hukum Hak Asasi Manusia Internasional.

Sebagai seperangkat standar inti, CHS menguraikan unsur-unsur penting dari kerja kemanusiaan yang berdasarkan prinsip, akuntabel dan berkualitas tinggi. Organisasi kemanusiaan dapat menggunakan CHS sebagai aturan sukarela untuk menyempurnakan prosedur internal mereka. CHS juga dapat digunakan sebagai dasar dalam memverifkasi kinerja, dan untuk itu suatu kerangka khusus dan indikatorindikator terkaitnya telah dikembangkan untuk memastikan kesesuaian alat ini dengan berbagai konteks dan jenis organisasi yang berbeda.

CHS dapat dipromosikan dan digunakan oleh perorangan, organisasi, badan koordinasi, konsorsium dan kelompok-kelompok lain yang melakukan kerja kemanusiaan. Meskipun terutama ditujukan untuk sektor kemanusiaan, CHS dapat digunakan organisasi apa pun untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik dan akuntabilitas yang lebih besar dalam seluruh aspek pekerjaan yang berkaitan dengan masyarakat dan warga terdampak krisis.

Sembilan Komitmen dan Kriteria Kualitas

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis menerima bantuan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

—— Kriteria kualitas: Respons kemanusiaan harus sesuai dan relevan.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis mempunyai akses terhadap bantuan kemanusiaan yang mereka perlukan pada waktu yang tepat.

—— Kriteria kualitas: Respons kemanusiaan harus efektif dan tepat waktu.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis bebas dari dampak negative dan akan menjadi lebih siap, lebih tangguh dan kurang berisiko setelah menerima aksi kemanusiaan.

—— Kriteria kualitas: Respons kemanusiaan harus mendorong peningkatan kapasitas lokal dan tidak menimbulkan akibat buruk.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis mengetahui hak-hak mereka yang dijamin oleh hukum, mempunyai akses terhadap informasi dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada diri mereka.

—— Kriteria kualitas: Respons kemanusiaan berdasarkan pada komunikasi, partisipasi dan umpan balik.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis mempunyai akses terhadap mekanisme pengaduan yang aman dan responsif.

—— Kriteria kualitas: Pengaduan disambut baik dan ditangani.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis menerima bantuan yang terkoordinasi dan saling melengkapi.

—— Kriteria kualitas: Respons kemanusiaan harus terkoordinasi dan saling melengkapi.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis dapat mengharapkan penyaluran bantuan yang lebih baik, karena organisasi belajar dari pengalaman dan refleksi.

—— Kriteria kualitas: Pekerja kemanusiaan senantiasa belajar dan meningkatkan diri.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis menerima bantuan yang mereka butuhkan dari staf dan relawan yang kompeten dan dikelola dengan baik.

—— Kriteria kualitas: Staf didukung dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan diperlakukan dengan adil dan setara.

  1. Komunitas dan warga terdampak krisis dapat mengharapkan bahwa organisasi yang membantu mereka mengelola sumber-sumber daya dengan efektif, efsien dan etis.

—— Kriteria kualitas: Sumber-sumber daya dikelola dan digunakan dengan bertanggungjawab sesuai peruntukannya.

#Sumber Informasi : Dari Buku CORE HUMANITARIAN STANDARD, diterbitkan pertama kali dalam versi bahasa Inggris oleh CHS Alliance, Groupe URD dan the Sphere Project, 2014. Kemudian diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), 2015

Advertisements

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: