Aksi Damai Bela Al Qur’an dan Kejahilan Pemimpin*

Sumber Gambar dari sini

Aksi Damai Bela Al Qur’an dan Kejahilan Pemimpin*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Aksi Damai Bela Al Qur’an yang diadakan pada hari Jum’at, 4 November 2016 hari kemarin adalah buah proses hukum yang terkesan lambat karena sarat kepentingan penguasa di atasnya. Akar masalahnya sudah cukup jelas, karena ada seorang non muslim yang dinas memakai pakaian resmi pemerintahan kemudian mengatakan Al Qur’an sebagai alat untuk membohongi masyarakat terkait isinya yang secara jelas melarang memilih pemimpin dari golongan kafir. Ini tidak bisa disangkal merupakan sebuah penistaan terhadap agama Islam kita tercinta.

Sebagian golongan yang merasa tercerdaskan hanya karena membaca dari sumber media online kemudian melakukan analisis dangkal menurut kepemahamannya sendiri tanpa ilmu bahwa yang dilakukan oleh para massa aksi adalah kebodohan dan kesia-siaan. Kemudian ocehannya terus berlanjut dengan mengomentari hal-hal lain yang tidak pernah menyentuh esensi persoalan. Benar, merekalah para pengamat dunia maya yang dengan pongah dan bangganya merasa pintar sembari mencemooh dan nyinyir dengan para massa aksi, padahal itu adalah saudaranya sendiri. Sungguh inilah yang dinamakan kaum munafiqun yang berada di tengah-tengah umat. Semoga kita bukan bagian dari mereka, dan terhindar sejauh-jauhnya dari kemunafikan mereka.

Aksi Damai 411 diikuti oleh kaum muslimin dari berbagai macam organisasi Islam, tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari kota-kota di Jawa dan luar Jawa. Bahkan, di hari yang sama, aksi damai lain juga digelar di beberapa kota besar di Indonesia. Inilah yang membuktikan bahwa kecintaan untuk membela Al Qur’an  ini bukan settingan atau kepentingan kelompok tertentu, namun ini merupakan kesadaran kolektif untuk memperjuangkan agama Allah ketika ia dinista.

Reaksi berlebihan malah dilakukan oleh aparat pengamanan ditambah analisis liar bahwa aksi akan berubah menjadi menegangkan dan rusuh. Padahal pihak panitia telah menghimbau bahwa ini merupakan murni aksi damai tanpa niatan lain-lain yang bisa merugikan pihak masyarakat maupun pihak pemerintah. Para ulama dan panutan kaum muslimin memberikan instruksi secara jelas agar patuh dalam satu komando tanpa membuat langkah-langkah sendiri yang menyalahi aturan.

Dan benar saja, sungguh luar biasa, kita patut berbangga sebagai warga negara Indonesia. Sejak jum’at pagi, massa yang mulai dari ribuan, belasan ribu, puluhan ribu hingga ratusan ribu tersebut dapat melakukan aksi secara damai, menjaga kebersihan dan tidak anarkis.

Hal yang menyakitkan adalah karena ternyata Presiden yang dari jauh-jauh hari diwanti-wanti untuk bisa menemui massa aksi damai dan memberikan pernyataan tegas dan berpihak pada rakyat, ternyata tidak demikian adanya. Sungguh keterlaluan dan menyakitkan karena Presiden kabur meninjau hal lainnya. Hanya ada dua analisis sederhananya: 1)Presiden tidak perduli, menganggap remeh temeh dan tidak penting para massa aksi damai yang ingin menemui beliau; 2)Presiden itu tidak independen, dan hanya menjadi boneka dari kekuatan di atasnya. Dua-duanya buruk semua. Dan kalaupun ternyata bukan keduanya, hanya Presiden yang mengetahui maksud kekaburannya dari massa aksi yang ingin bertemu secara damai dan tidak emosional.

Sampai dengan detik akhir waktu diperbolehkannya aksi demonstrasi pukul 18.00 WIB, semua masih terkendali tidak ada kericuhan ataupun kerusuhan. Hingga akhirnya datanglah penyusup yang kemudian memprovokasi massa untuk berlawanan dengan para polisi yang melakukan penjagaan. Dan akhirnya sangat disayangkan, reaksi polisi berlebihan karena menembakkan terlalu banyak gas air mata juga semprotan water canon. Massa yang duduk tenang pun jadi kalang kabut, bahkan tembakan gas air mata sengaja diarahkan pada lokasi para ulama kita. Jatuhlah korban seperti Ustad Arifin Ilham, Syaikh Ali Jaber dan belum lagi massa biasa yang jumlahnya puluhan orang juga turut menjadi korban. Dari video rekaman yang tidak terbantahkan, aksi-aksi provokasi jumlahnya kecil, massa FPI bertindak pengamanan, tapi kemudian respon yang diberikan terlalu berlebihan hingga massa yang tenang pun terkena banyak tembakan gas air mata dan semburan water canon.

Alhamdulillah itu berlangsung tidak lama. Dan ini membuktikan bahwa para kaum muslimin yang melakukan aksi demonstrasi benar-benar aksi damai. Para ulama dan pimpinan aksi juga menyeru aksi ini aksi damai, saat kondisi sedikit ricuh juga demikian. Para ulama pimpinan aksi menyerukan agar para peserta aksi diam di tempat, dan menyerukan para penembak gas air mata untuk menghentikan serangannya kepada massa.

Proses berikutnya sudah dilaksanakan. Pimpinan aksi yang hanya ditemui oleh Wakil Presiden memberikan garansi “Demi Allah” akan menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok pada dua minggu ke depan. Padahal tujuan aksi adalah agar presiden yang menemui para massa aksi dan memberikan orasi dukungannya. Tidak ada hal urgent/lebih penting dari sekedar melakukan tinjauan lapangan, tapi itu tetap yang dipilih oleh Presiden daripada menemui ratusan ribu rakyatnya yang menuntut keadilan dengan damai tanpa membahayakan nyawa beliau. Inilah kejahilan pemimpin, kejahilan pemimpin, kejahilan pemimpin.

Akhirnya, dari dini hari sampai pukul 3 pagi koordinasi dengan DPR-MPR telah dilaksanakan oleh para perwakilan pimpinan aksi damai. Kita akan lanjutkan prosesnya. Untuk kemenangan Islam. Kita mau damai, kita mau masalah selesai, kita mau keadilan ditegakkan, Allahu Akbar.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

@Ciwastra, Buah Batu – Kota Bandung, Jawa Barat INDONESIA
Sabtu pagi, 05 Safar 1438 H/05 November 2016 pukul 08.58 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 11 November 2016 pukul 13.00 Waktu Indonesia Bagian Barat

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: