Japan Academia dan Nin Kuadrat di EV Hives Kyai Maja 39*

13680477_10209378416314508_1162384898113636617_o

Japan Academia dan Nin Kuadrat di EV Hives Kyai Maja 39*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Pekan lalu tiba-tiba mendapatkan pesan di WA dari salah seorang alumni STKS Bandung, mengenai acara “Japan Academia 1”. Bersyukur sekali, beliau memang tahu bahwa saya senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan Jepang, apalagi yang kaitannya dengan membangun networking dan sumbangan ide-ide kreatif khas anak muda.

13907059_10209381786758767_1682955777305656870_nJapan Academia adalah seminar atau workshop yang merangkul para wirausahawan muda yang memiliki hubungan erat dengan Jepang. Melalui pemanfaatan komunitas Jepang secara maksimal, berharap dapat memecahkan masalah sosial di masyarakat. Acara ini terselenggara oleh Japan Association for Promotion of Internationalization (JAPI). Namun, pelaksana lapangan dari Japan Academia ini adalah NIN2 (Kuadrat).

NIN2 (Kuadrat), kepanjangan dari NIppon New Network for INnovation, adalah badan komunitas untuk pencinta Jepang yang didirikan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI/Ministry of Economy, Trade and Industry). Pemerintah dan perusahaan Jepang akan selalu mendukung para pemuda yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan di tanah air mereka.

Japan Academia 1 dilaksanakan pada hari Sabtu, 06 Agustus 2016 bertempat di East Ventures Hives Kyai Maja No.39, Jakarta Selatan dan dijadwalkan dari pukul 14.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Saya sengaja datang lebih awal agar leluasa memilih tempat duduk paling depan, jadilah 30 menit sebelum acara dijadwalkan mulai, saya sudah sampai di lokasi. Perjalanannya cukup lumayan, dari Halte Busway Rawa Buaya (Cengkareng, Jakarta Barat) pukul 11.00 WIB, transit di Harmoni Central Busway kemudian turun di Halte Masjid Agung. Dari situ menunaikan sholat Dhuhur dahulu, baru kemudian naik Grab bike untuk sampai di lokasi. Patokannya gampang, yaitu tepat di sebelah Kantor Pos Taman Puring.

JpegLokasi yang dipakai inipun cukup menarik. Saya baru tahu mengenai co-working space untuk para pelaku bisnis start up. Dan East Ventures Hives (EV Hive) adalah salah satunya. Oleh karenanya, desain ruangannya pun cukup nyaman dan menyenangkan.

Seperti kebanyakan orang Jepang, acara tepat dimulai pada pukul 14.00 WIB sesuai rencana. Agung san bertindak sebagai MC dan juga akan memandu acara-acara Japan Academia selanjutnya. Acara dibuka dengan sambutan singkat dari Omura Takayasu san, sebagai penanggung jawab utama acara dari JAPI. Beliau menyatakan bahwa sebenarnya bisa berbahasa Inggris, namun karena ini adalah acara Jepang, maka ia memberikan sambutan dalam Bahasa Jepang. Ya, saya senang karena kembali mendapatkan pelatihan choukai (listening) bahasa Jepang dari native-nya langsung he he. Dan setelah di-translate oleh Agung san, pengertian yang saya tangkap memang tidak jauh beda lah he he.

Japan Academia 1 terdiri atas dua agenda utama yaitu Seminar yang mendatangkan dua pembicara super hebat. Kemudian sesi diskusi untuk pemecahan masalah sosial. Secara rinci agendanya yaitu:

  1. Presentasi dari Bang Ricky Elson, dengan tema Masalah Energi dan Kemiskinan serta Peran Lentera Angin Nusantara.
  2. Presentasi dari Riki Kono Basmeleh san, dengan tema Menghubungkan Antara Jepang dan Jakarta dengan Omiyage Inc Indonesia .
  3. Menuliskan ide pribadi di kertas ISU SOSIAL yang telah disediakan oleh panitia.
  4. Mendiskusikan dalam GRUP pada ide yang mirip dan mencoba menjadikannya satu buah ide bersama.
  5. Presentasi dari masing-masing kelompok untuk dikemukakan kepada seluruh peserta yang hadir.

13882146_10209381787518786_5462091361047555485_nNarasumber pertama adalah Bang Ricky Elson, mayoritas kita pasti sudah mendengar yang mengenai Mobil Listrik buatan anak negeri, beliaulah kapten-nya. Selama ini saya memang hanya sekedar membaca dari media-media online saja. Dan ketika pertama kali bertemu itu, saya KAGET. Saya pikir beliau itu seniman, bukan Bang Ricky Elson pembuat mobil listrik. Karena tampilannya itu lo, gaya biasa banget dengan rambut panjang diikat, dan ternyata, itulah gaya engineer hebat yang telah menyatu dengan masyarakat bawah, terjun langsung dan berinteraksi untuk mengedukasi masyarakat. Keren banget lah pokoknya.

Presentasi Bang Ricky menjelaskan mengenai masa susah di waktu awal kuliah, juga impian-impian masa kecil ketika hidup dalam serba keterbatasan. Menurut beliau, ternyata mimpi di masa kecil itu penting, karena sebagaian besar mimpi-mimpi masa kecil itulah yang akhirnya bisa diwujudkan satu per satu oleh Bang Ricky. Tentu dengan memperhatikan 3 komponen utama: creative, competitive dan innovative.

Bang Ricky kuliah S1 dan S2 di Jepang, dari tahun 1999 sampai dengan 2004. Lalu bekerja di perusahaan Jepang sampai dengan tahun 2014 kemarin. Semasa kuliah memang Bang Ricky mengeluarkan usaha terbaiknya, hingga ketika bekerja di perusahaan Jepang pun, dalam rentang enam tahun, akhirnya beliau diberikan kepercayaan untuk memegang jabatan penting di perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, beliau juga mampu menghasilkan belasan temuan-temuan yang dipatenkan di Jepang.

Meskipun menjadi ilmuwan yang sukses di luar negeri, tapi jiwa Nasionalisme Bang Ricky tidak pernah mati. Beliau terus memikirkan tentang masalah yang ada di Indonesia, dan berusaha ikut mengurai permasalahan-permasalahan tersebut dengan menjadi lentera yang memberikan penerangan kepada semua. Mulai tahun 2011 sudah mulai merintis LAN (Lentera Angin Nusantara), tahun 2012 kemudian mendirikan lembaga penelitian di Jawa Timur.

Jangan dibayangkan bahwa pusat penelitiannya sangat mewah dan penuh lengkap dengan alat-alat penelitian modern, malah sebaliknya, Bang Ricky berangkat dari hal-hal sederhana dan dari hal yang kita anggap mungkin sepele. Tapi, ternyata di situlah poin pentingnya. Bang Ricky datang ke sebuah desa tidak sebagai orang asing, tapi mengerti cara membaur bersama mereka, memberikan edukasi, dan yang terpenting adalah mampu menduplikasi mimpi-mimpi anak-anak dan orang kampung menjadi mimpi yang luar biasa. Tidak hanya sekedar jadi sebuah mimpi, tapi Bang Ricky melalui LAN mendampingi dengan sepenuh hati, bekerja bersama masyarakat, memberdayakan masyarakat, memandirikan masyarakat. Saya sebagai orang sosial saya menjadi sangat terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan oleh Bang Ricky, padahal ia adalah seorang teknokrat kelas atas, ilmuwan tingkat dunia, tapi kemudian mampu memvisualisasikan mimpi besarnya dengan tindakan-tindakan detil yang tumbuh kembang bersama masyarakat pedesaan dan alat-alat sederhana.

Mendengarkan pemaparan Bang Ricky dari awal sampai akhir, yang ingin beliau ceritakan adalah mengenai semangat untuk punya mimpi besar, melihat masalah di sekitar, dan memulai tindakan untuk menjadi bagian dari solusi masalah tersebut.

13876542_10209381788998823_5022218027164634342_nNarasumber kedua adalah Mas Riki Kono Basmeleh. Cukup unik ya namanya he he. Ya, beliau adalah blasteran, Ayah setengah Arab+setengah Indonesia, sedangkan Ibu adalah orang asli Jepang. Maka, jadilah Mas Riki ini adalah orang setengah Indonesia, dan setengah Jepang he he.

Masa kecil sampai dengan usia 15 tahun, Mas Riki hidup dalam pengasuhan yang sangat erat sekali dengan budaya Jepang. Maka, secara basic-nya, dasar pembentukan karakter Mas Riki adalah “Made In Japan”, setelah itu sempat tinggal di Singapura, kemudian juga Australia. Yang bikin iri lagi adalah bahwa kami ternyata seumuran, eh dia sudah keren banget gitu, sedangkan saya-nya masih saja keren terus, tapi “n” belakangnya dibuang, alias kere (belum punya karya-karya yang bisa menjadi inspirasi) hoho😀

Mas Riki setahun terakhir ini menjalankan bisnis makanan kue melalui OMIYAGE Inc. Merk dagang bisnisnya adalah DORE by LeTao. Menyasarnya memang kalangan menengah ke atas dan lokasinya juga di tempat-tempat strategis. Keren banget lah wirausahawan muda tersebut. Dari pemaparannya, beliau mengharapkan adanya jalinan kerjasama yang lebih dalam lagi untuk meningkatkan nilai keeratan Indonesia-Jepang. Berkeinginan untuk juga ikut serta dalam berlomba mencari solusi untuk Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

JpegUsai pemaparan dari Bang Ricky dan Mas Riki tersebut, kemudian panitia membagikan form ISU SOSIAL. Di sini kami diminta masing-masing individu untuk lebih peka melihat masalah sosial yang ada di sekitar kita. Setelah ketemu masalahnya, maka diharapkan menuangkan ide tawaran solusinya juga. Dari beberapa ide solusi, kemudian dikerucutkan solusi yang paling logis untuk dilaksanakan. Paling terakhir, juga disebutkan mengenai kondisi pra intervensi dan pasca mendapatkan intervensi dari pilihan solusi yang kita tawarkan. Kalau ide saya pribadi sih, terkait dengan permasalahan anak jalanan, dengan strategi income generating untuk menjadi solusi yang sustainable.

Dari ide-ide berserakan di masing-masing individu tersebut, akhirnya dikumpulkan untuk yang sejenis. Misalkan mulai dari permasalahan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Tidak disangka, memang ternyata dalam sesi sharing ide kelompok tersebut banyak didapatkan insight-insight segar dan penuh optimisme khas pemuda.

Setelah semua memaparkan presentasinya mengenai paparan masalah dan upaya solusi jalan keluarnya, itu menjadi catatan dan output dari kegiatan Japan Academia 1 ini. Follow up berikutnya adalah dengan menggunakan wadah group di Facebook, juga nanti agenda offline yang terdekat di bulan November 2016.

JpegSalah satu tokoh orang Jepang, yaitu Presiden Direktur JETRO Jakarta akhirnya memberikan sambutan penutupan. Beliau menuturkan bahwa sangat meyakini bahwa Indonesia punya banyak energi, banyak pemuda yang bisa melakukan perubahan. Dan Indonesia akan menjadi negara maju di masa depan.

Perlu sedikit informasi mengenai JETRO, Japan External Trade Organization adalah organisasi yang terkait dengan pemerintah, yang bekerja untuk mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia. Didirikan pada tahun 1958 untuk mempromosikan ekspor (dari) Jepang.

JETRO Jakarta didirikan pada tahun 1959 dan telah membaktikan diri untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Jepang. Sebagai contoh, antara tahun 2012 sampai dengan 2015 saja, sebanyak 182 perusahaan Jepang telah memulai operasi bisnisnya di Indonesia. Diantara 141 perusahaan telah disupport oleh JETRO Jakarta (Andil: 77,5%). Sebagai tambahan, JETRO Jakarta juga telah memperkenalkan banyak produk-produk Indonesia kepada pasar Jepang seperti produk pertanian dan kerajinan tangan.

13935096_1070188443077816_2799798881860331963_n (1)

Peserta Japan Academia 1 in Indonesia, August 06th 2016

Nah, melihat hal tersebut, rasanya acara Japan Academia ini memang tidak main-main. Saya berharap, bisa menjadi salah satu yang bisa memberikan bakti pemikiran dan ide-ide bidang sociopreneurship untuk bisnis yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.

27 Jan 16 - Berlatar Gedung Parlemen Jepang di Kasumigaseki, TokyoSalam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kontrakan Kapuk, Cengkareng – Jakarta Barat, INDONESIA
Ahad siang menjelang sore, 04 Dzulqo’dah 1437 H/07 Agustus 2016 pukul 14.20 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad sore, 07 Agustus 2016 pukul 19.00 Waktu Indonesia Bagian Barat

WhatsApp Image 2016-08-06 at 18.47.37

Me, Bang Ricky Elson and Nalendra san

 Jpeg == 13920774_10209381790318856_6652221382075140611_n

13934892_10209381790078850_2681426089531657982_n == Jpeg

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: