Serunya Dunia Baru*

Serunya Dunia Baru*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Dasar bocah nekad. Sebagai bocah asal ndeso Bancar itu cukup membanggakan keluarga sekaligus merepotkan. Mulai keinginan kuliah yang dirasa “kurang tepat waktunya”, hingga mimpi ingin belajar ke Jepang membuatnya berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Senantiasa optimis dan memancarkan aura positif untuk bisa meraih apa yang dicita-citakan. Orang lain boleh kagum dan bangga, tapi di balik itu semua terdapat pengorbanan yang tidak sedikit dari diri pribadi maupun keluarga terdekat. Ya, keluarga hanya bisa mendukung, meski dengan agak sedikit mengelus dada menandakan perlu adanya kesabaran yang harus dilipatgandakan.

Pada dasarnya saya memang orang yang suka berpetualang. Dari sebuah SD di kampung, ingin melanjutkan ke sekolah SMP unggulan di kota, itu juga keinginan sendiri. Almarhumah Ma’e (Ibu) waktu itu sebenarnya sangat berat melepas, tapi kok ya saya yang merasa tertantang ingin merasakan sesuatu hal yang baru. Sekolah di kota.

Sambil menunggu masa kelulusan SMK pada tengah tahun 2007, dengan kemauan sendiri mencari-cari informasi beasiswa di internet. Kala itu internet lumayan mahal per jam nya, tapi entahlah kala itu begitu senang mencari dan mendapatkan informasi baru dari internet. Tentu hal-hal yang positif, bukan nyari game online, film atau hal-hal kurang bermanfaat lainnya. Dengan mengetikkan kata kunci beasiswa, saya mendarat di website resmi Kedutaan Besar Jepang RI yang mengumumkan informasi pendaftaran beasiswa D1, D2, D3 dan S1 ke Jepang. Saya pun tidak mau melahap informasi sendirian, saya informasikan kepada teman-teman seangkatan, tapi akhirnya hanya dua orang yang mendaftarkan diri dan lulus seleksi administrasi, saya dan Frendy. Tidak ada yang meng-coaching atau membimbing saya kala itu, tapi sudah dasarnya petualang, Jepang rasanya sudah dekat saja di depan mata.

Namun memang, impian setinggi langit itu harus tetap membumi he he. Saya tidak lolos ujian tulis beasiswa Monbukagakusho tahun 2007, akan tetapi malah diterima kerja di PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Jakarta. Bekerja di Pabrik Mobil Daihatsu Xenia-Avanza, yang akhirnya bertemu dengan banyak orang Jepang dalam keseharian. Dari situ mimpi terus disimpan dan tak lelah untuk diperjuangkan.

Sudah enak-enak bekerja dengan gaji gross Rp 3.000.000,- untuk anak lulusan SMK di akhir tahun 2007 adalah pencapaian yang luar biasa. Tapi, karena memang sudah dasarnya petualang, memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung di tengah tahun 2008. Alhamdulillah memang ada beasiswa kuliah dari awal masuk sampai lulus jika IPK mencukupi syarat, tapi tantangannya biaya hidup (makan, tinggal dll) harus dicari sendiri. Bismillah, meski banyak bumbu pahit, asam, manis masa kuliah, akhirnya bisa lulus juga dengan predikat masuk di jajaran 10 lulusan terbaik yang wisuda pada bulan Oktober 2012.

Saya bukan orang yang pilih-pilih pekerjaan, apa yang ada di depan mata, itu saja dulu yang dikerjakan. Saya yakin kemampuan kita akan dihargai seiring dengan pengalaman kerja dan kinerja memuaskan yang kita tunjukkan. Benar saja, saya langsung bekerja keesokan hari setelah hari wisuda, meski dengan gaji yang sangat kecil. Pekerjaan tersebut saya lakukan di Jakarta.

Dari Oktober 2012 sampai dengan April 2013 bekerja di Jakarta. Kemudian saya membutuhkan pengalaman menantang lainnya, datanglah tawaran untuk bekerja sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) Officer di pedalaman Kalimantan Timur yang bekerja dengan masyarakat lokal yaitu dari Suku Kutai dan Suku Dayak. Well, Bulan Mei 2013 meluncurlah ke Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Status di sini mulai meningkat secara ekonomi (pendapatan), setelah 6 bulan masa percobaan kontrak, akhirnya diangkat sebagai Karyawan Tetap di PT. Silva Rimba Lestari (Agra Bareksa Group), sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri.

Dunia baru itu memang selalu menyenangkan dengan tawaran pengalamannya, meski tidak tahu ke depannya seperti apa, tapi selalu merasa tertantang. Kesempatan lain alhamdulillah dibukakan oleh Allah untuk program beasiswa 32nd Asian Social Welfare Workers’ Training Program selama 11 bulan di Jepang. Langsung bilang OKE SAYA AMBIL di dalam hati, tapi karena saat itu saya sudah beristrikan akhwat cantik jelita, kami pun diskusikan dengan kepala dingin.

Banyak plus, tapi lebih banyak minusnya juga. Tapi bismillah, mertua mendukung dan isteri meski berat hati juga tetap mendukung kenekatan suaminya. Akhirnya resign dari status karyawan tetap perusahaan pada Desember 2014 dan berangkat menuju Jepang dari Maret 2015 sampai dengan Februari 2016. Banyak kebutuhan finansial yang merepotkan keluarga besar, tapi itu saya azzamkan sebagai hutang yang WAJIB saya LUNASI sepulang dari Jepang. Padahal, tidak ada jaminan sekembalinya ke Indonesia akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan mampu membayar hutang-hutang yang tertanggung. Tapi ya itulah, OPTIMIS itu sangat beda tipis sekali dengan NEKAT he he. Bismillah, YAKIN bahwa Allah akan membukakan jalan terbaik untuk hamba-Nya yang bekerja keras.

Pulang dari akhir Februari 2016Jepang galau juga ternyata. Kumala Foundation sebagai NGO sponsor ternyata sedang dalam kondisi yang tidak stabil untuk di Bandung, akhirnya saya dipersilahkan untuk hunting pekerjaan yang lebih tepat untuk berkembang. Alhamdulillah teknologi informasi sangat memudahkan untuk pencari kerja. Sudah tidak perlu lagi kertas-kertas lamaran dan fotokopi dokumen-dokumen yang macam-macam. Hampir semua info lowongan pekerjaan yang saya dapatkan baik NGO dalam negeri, NGO Internasional, maupun Perusahaan selalu hanya mensyaratkan Cover Letter dan CV saja. Jika screening tersebut lolos barulah dipenuhi syarat-syarat administratif lainnya.

Jadilah saya mempersiapkan CV baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris beserta Cover Letter nya. Lebih dari 15 CV yang telah saya kirimkan ke berbagai lowongan pekerjaan yang saya pikir cocok dengan kualisifikasi diri saya. Terpikir untuk kontak alumni dan jejaring yang saya miliki untuk bisa bekerja bersama mereka. Tapi, niat itu saya urungkan. Saya benar-benar membutuhkan tantangan baru, yakni akan terjun ke lembaga yang sama sekali baru dan mengusahakan tidak ada orang yang kenal di sana. Tujuannya sih bukan untuk menutupi saya punya “belang” atau apa, namun untuk menguji bahwa diri saya memang punya kemampuan/kualisifikasi yang bisa dipercaya oleh orang baru sekalipun. Itu lebih kepada pencapaian hasrat pribadi bahwa orang tidak mempekerjakan saya karena kedekatan emosional atau sebab “kasihan” nih anak jadi pengguran, tapi karena memang saya memiliki sesuatu bekal untuk bisa memperkuat instansi yang saya abdikan diri di dalamnya.

Jadilah. Tantangan baru itu saya jalani sekarang. Seru karena ini dunia baru saya dengan orang-orang barunya. Bertemu dengan orang-orang baru tentu bisa menyebarkan hal-hal yang positif dan optimis. Saya memang bukan tipe orang yang cepat akrab, tapi dengan keoptimalan pekerjaan yang saya lakukan, lambat laun cepat dipercaya untuk melakukan tahap pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Sebagai seorang Pekerja Sosial sebenarnya saya malu. Karena semanjak lulus dari STKS Bandung di Oktober 2012 sampai dengan sekarang saya tidak pernah berpraktik langsung untuk memegang kasus atau yang istilah kerennya Case Management. Mungkin kalau suatu saat saya bekerja di NGO Internasional yang stype pekerjaannya adalah Professional Social Worker, saya akan banyak belajar dari adik-adik kelas atau mereka yang masih muda-muda tapi sedari awal sudah terbiasa memegang pekerjaan Case Management. Keminiman pengalaman itu pulalah yang mengurungkan niat saya untuk melamar pekerjaan di Save The Children meski ada beberapa lowongan yang secara hati nurani benar-benar sesuai dengan passion.

Dan, di sinilah saya sekarang. Serunya Dunia Baru. Memulai pengalaman baru dengan orang-orang baru, sebagai Community Development Officer di Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation, INDONESIA.

Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia-PIK

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kontrakan Kayu Besar Dalam, Cengkareng Timur – Jakarta Barat, INDONESIA
Ahad malam, 16 Sya’ban 1437 H/22 Mei 2016 pukul 21.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad malam, 22 Mei 2016 pukul 21.15 Waktu Indonesia Bagian Barat

Comments
2 Responses to “Serunya Dunia Baru*”
  1. sigit wahyudi says:

    Menginspirasi

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: