Ummu Ayumi*

Iis

Ummu Ayumi*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Dahulu aku tak pernah membayangkan bagaimana rupa calon isteriku nantinya

Aku hanya yakin dengan berkumpul bersama orang sholih akan mendidik diri kita dalam suasana keshalihan yang berkesinambungan

Kalau kebanyakan para pemuda tidak pacaran karena perasaan minder atau merasa tidak laku, sebagai aktivis dakwah tidak pacaran adalah cara untuk menjaga diri, karena seperti itulah Islam mengajarkan saling menjaga ketika berinteraksi antara laki-laki dan perempuan

Masa lalu yang kurang menyenangkan patut disesalkan dengan jalan pertaubatan

Masa lalu adalah cerminan, untuk terus melaju ke masa depan

Keistiqomahan terjadi tidak sekedar malu karena dilihat orang lain, tapi malu pada Dzat Yang Maha Melihat

Tibalah keyakinan untuk segera menggenapkan separuh agama

Bandung adalah gudangnya akhwat hebat tanpa harus menyebut nama

Takdir pun menjadi nyata, Ia mantapkan hati ini dengan hanya di pertemuan perdana

Di tengah orang-orang sholih, aura yang terpancar adalah pancaran positif

Jadilah menentukan waktu kunjungan orang tua dan tanggal akad sakralnya

Atas izin Allah, tak ada halangan yang menguras energi atau ketidakberdayaan lainnya

Alhamdulillah… Kita pun bersama meski pada kenyataannya tidak selalu bersama

Kalimantan Timur dan Bandung memisahkan raga untuk beberapa waktu lamanya

Kesedihan atas keguguran kehamilan pertama, itu juga ada

Awalnya kupikir, aku akan menemui pendamping hidup yang sama

Tapi ternyata, engkau hadir sebagai pelengkap

Kelembutanmu adalah ketegaranmu

Di kehamilan ketiga bulan, begitu kuat untuk ditinggal di negeri seberang sampai 11 bulan lamanya

Ayumi, itulah nama Jepang yang disepakati untuk dihadiahkan pada putri pertama kami

Aku memang orang yang nekat, hanya punya semangat, dan Ummu Ayumi memiliki kelembutan sekaligus ketegaran untuk terus bisa menjadi penyemangat

Kini pun, dalam episode hidup yang lain harus rela berjarak antara Bandung dan Jakarta

Ummu Ayumi, ketangguhanmu tiada tara

Mari terus menumbuhkan rasa cinta hingga ia terasa nikmat tanpa mengenal masa

Narasi Menuju Dua Tahun Pernikahan Joko Setiawan dan Iis Syarifah Latif.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kontrakan Kayu Besar Dalam, Cengkareng Timur – Jakarta Barat, INDONESIA
Senin malam, 10 Sya’ban 1437 H/16 Mei 2016 pukul 22.07 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 16 Mei 2016 pukul 22.15 Waktu Indonesia Bagian Barat

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: