Pendakian ke Puncak Kintoki Yama Kanagawa-Shizuoka Perfektur, Jepang*

00

00

Pendakian ke Puncak Kintoki Yama Kanagawa-Shizuoka Perfektur, Jepang*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Pada saat praktikum di Kota Sagamihara Kanagawa Perfektur, Nakajima sensei (supervisor program) mengajak saya untuk bersama-sama naik Gunung Fuji sampai titik terpuncak. Itu menjadi pencapaian membanggakan saya karena berhasil mendaki puncak Gunung Fuji, padahal di Indonesia tidak pernah sekalipun naik gunung. Memang sih, pernah sekali naik gunung waktu di Tenggarong, Kalimantan Timur, tapi hanya 500 meter dpl saja😀

Sebelum saya pulang kembali ke Indonesia, Nakajima sensei menawarkan untuk sekali lagi bersama-sama naik gunung. Lokasinya yang agak dekat dengan Gunung Fuji, paling tidak dari atas gunung tersebut bisa terlihat puncak Gunung Fuji yang diselimuti salju tebal. Dengan mencocokkan waktu luang, jadilah pada hari Ahad, 14 Februari 2016 kami berangkat untuk naik ke puncak Kintoki Yama, Kota Ashigara Kanagawa Perfektur.

Orang Jepang sudah terbiasa membuat janji dari jauh-jauh hari, dan saya pun telah membuat janji dengan Nakajima sensei sejak awal bulan Februari yang lalu. Dan, tanggal 14 tersebut malah hujan dan berawan tebal. Bisa dipastikan hujan turun di sepanjang jalan, tapi karena sudah mengecek di perkiraan cuaca, sekitar pukul 15.00 JST akan menjadi cerah, maka perjalanan menuju Kintoki Yama tetap dilaksanakan.

Berangkat pukul 09.30 JST dari Stasiun Soubudaishita (Kanagawa Perfektur) dengan naik naik mobil pribadi Nakajima Sensei. Waktu berangkat memang masih rintik-rintik hujannya dan masih berawan tebal tapi berwarna abu cerah. Sewaktu di perjalanan malah turun hujan lebat dan sempat pesimis tidak akan bisa naik sampai puncak. Menjelang waktu makan siang dan karena masih gerimis saja, kami membelokkan arah mobil ke tempat penangkapan ikan di Kota Odawara yang menyajikan masakan ikan fresh dari hasil tangkapan yang baru. Meski tempatnya memang tidak sebersih restoran pada umumnya, tapi peminatnya sangat banyak sekali, kami pun sampai mengantri dan menunggu sekitar 20 menit sampai mendapatkan giliran untuk bisa masuk menikmati sajian super lezat tersebut.

Usai makan siang, saya pun izin untuk melaksanakan sholat Dhuhur terlebih dahulu di area tempat parkir tapi tetap teduh. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan. Tempat mendaki pertama kali adalah dari ketinggian 400 dpl di Jizodo. Kemudian tempat terdekat mengunjungi Yuuhi no taki (ゆうひのたき) alias air terjun Yuuhi. Suasana lumayan cerah, tapi suhu waktu itu sekitar 5 derajat celcius, hampir tidak ada orang yang turut mendaki. Hanya ada bertemu dengan satu orang yang sepertinya sedang bertapa di dekat air terjun tersebut.

Setelah dari Air Terjun Yuuhi barulah pendakian dimulai. Rencana pendakian akan menempuh sejauh 6 kilometer dengan ketinggian 813 meter (dari 400 meter sampai dengan 1213 meter). Normalnya jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 130 menitan.

Semakin mendaki ke atas, angin bertiup semakin kencang, dan awan juga menjadi semakin putih menebal. Tentu saja kondisi tersebut semakin membuat suasana menjadi semakin dingin. Tapi, karena tekad sudah bulat, maka pendakian harus tetap sampai ke puncak. Saat itu benar-benar tidak menemui satu orang pendakipun selain kami berdua.

Jalanan terbagi menjadi tiga bagian besar. Jalanan awal masih menyusuri sungai dan benar-benar suasana hutan tapi medan yang agak landai, tidak terlalu menanjak. Kemudian melewati jalur yang seperti jalan untuk mobil, jalanan cukup lebar tapi dari tanah biasa. Kemudian sampai di titik pendakian yang curam, barulah tersedia tangga disertai dengan tali untuk menolong menahan beban. Dari sini hujan rintik-rintik, angin kencang, pokoknya kondisi lumayan ekstrim, tapi terus jalan.

Yatta!! Akhirnya sampai juga di puncak Kitoki Yama, terlihat beberapa bangunan yang terdiri dari toilet, rumah souvenir dan beberapa meja dan kursi untuk menikmati istirahat sejenak. Tidak ketinggalan juga adanya tugu yang menyatakan telah sampai di puncak tertinggi yaitu 1.213 meter di atas permukaan air laut (dpl). Jika dalam kondisi cerah, Gunung Fuji yang begitu gagah bisa terlihat dengan jelas. Tapi, pada saat itu cuaca angin super kencang, juga kabut tebal. Maka, tak terlihat apapun, tak ada siapapun kecuali kami berdua saja. Ternyata, hal menarik lain adalah ketika masih di ketinggian 400 meter, masih berada di Kanagawa Perfektur, tapi ketika sampai ke puncak, sudah masuk ke wilayah Shizuoka Perfektur.

Setelah mengambil beberapa foto dan sedikit video, saya izin untuk melaksanakan sholat Ashar, karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 JST. Niat awalnya akan sholat di luar karena tidak ada tempat berteduh. Tidak menyangka ada suara perempuan yang memanggil-manggil, sempat kaget. Ternyata itu adalah si Nenek Penjaga Puncak Kintoki Yama. Beliau sudah di sana sejak masih muda seusia 18 tahun. Hingga saat ini usia beliau sudah mencapai sekitar 70 tahun-an. Waktu sepanjang itu beliau habiskan untuk tinggal di atas puncak Kintoki Yama. Saya pun izin ikut sholat di dalam ruangan, menuliskan pesan dan kesan serta membeli oleh-oleh berupa pin dari ikon Kintoki Yama, yaitu Kintaro.

Sekitar pukul 16.20 JST kami mulai jalan pulang, perkiraan waktu sekitar pukul 18.20 JST akan tiba di bawah. Ketika terus menuruni jalanan, eh ternyata jalur awal yang dilewati itu terlupa, akhirnya hanya terus menuruni jalanan yang bisa dilewati mobil. Setengah perjalanan bertanah, setengahnya lagi sudah beraspal. Namun, konsekuensinya jalanan semakin memutar lumayan jauh. Jika jalur normal sekitar 6 kilomoter saja, kami saat itu turun untuk sampai ke tempat parkir mobil sejauh 8 kilometer. Jadilah pukul 19.00 JST baru sampai.

Alhamdulillah. Di Jepang ini jadi senang naik gunung. Setelah Fuji san, kemudian Takao san, dan terakhir Kintoki Yama. Di Indonesia pun, setelah ini akan menjadwalkan untuk mendaki beberapa pegunungan yang banyak sekali menawarkan sejuta keindahan panorama alam ciptaan Allah.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Sekeloa Utara, Kota Bandung – Jawa Barat, INDONESIA
Selasa, 14 Jumadil Awal 1437 H/23 Februari 2016 pukul 11.00 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 26 Februari 2016 pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07 == 08

09 == 10

11

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: