Abeno Harukas hingga Namba, Osaka*

00
Taman untuk Umum di Lantai 16 Gedung Abeno Harukas, Osaka

Taman untuk Umum di Lantai 16 Gedung Abeno Harukas, Osaka

Abeno Harukas hingga Namba, Osaka*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/全国社会福祉協議会)

Osaka! Bersyukur sekali bahwa chouki kenshuu (long term training) saya ditempatkan di Kota Osaka, sebuah kota utama yang menjadi tujuan para wisatawan mancanegara setelah kota Tokyo tentunya. Sebagai trainee yang berdompet tipis, saya senang berjalan-jalan untuk sekedar tahu tempat dan mengoleksi beberapa foto-foto untuk dijadikan kenangan sepulang ke Indonesia nanti.

Apartemen tempat tinggal saya berada tak jauh dari Tengachaya eki (station). Dan stasiun chikatetsu (subway) ini bisa dengan mudah terhubung kemana saja. Apalagi, tempatnya memang tidak terlalu jauh dari berbagai macam tempat wisata terkenal di Osaka seperti Osaka Castle, Tennoji Zoo, Tsutenkaku, juga Abeno Harukas.

Kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai jalan-jalan (beneran banyak jalan kakinya) seharian pada akhir tahun, 31 Desember 2015 kemarin untuk sekedar menambah koleksi foto-foto tempat yang pernah dikunjungi selama menetap kurang lebih 3 bulan di Osaka.

Dari Tengachaya eki, menaiki Midosuji Line hanya satu stasiun berikutnya sudah sampai di Doubutsuen-mae eki, di sini transit menggunakan Midosuji Line dan juga hanya satu stasiun berikutnya sudah sampai di Tennoji eki. Sakaisuji Line dan Midosuji Line adalah kereta listrik bawah tanah (chikatetsu/subway), di atas Tennoji eki inilah terdapat gedung pencakar langit yang faktanya menjadi gedung tertinggi di seluruh antero Jepang. Gedung tersebut dinamakan Abeno Harukas.

Abeno Harukas memiliki 60 tingkat gedung dengan puncak tertingginya mencapai 300 meter atau 984 kaki. Memang sih, tingginya hanya sekitar separuh dari tinggi Tokyo Skytree (632 meter), namun dimana saya katakana sebelumnya bahwa Abeno Harukas adalah sebuah gedung, tidak sekedar bangunan tinggi semata. Karena sebuah gedung, di dalam gedung Abeno Harukas ini terdapat dua hotel yang super lengkap, Kintetsu Department Store dengan luas mencapai 100.000 meter persegi sehingga menjadikannya yang terluas se Jepang. Kemudian, dua lantai puncak tertingginya dipergunakan sebagai tempat observasi.

Ketika ingin menaiki sampai tempat observasi, penjualan tiket di lantai 16. Nah, karena biaya untuk naik ke situ sebesar 1000 yen, saya yang notabene jalan-jalan sendiri (tidak ada teman) merasa sayang menghabiskan 1000 yen. Jadilah saya berhenti di Lantai 16. Tapi jangan salah, di lantai 16 juga ada hal yang menarik lo. Di lantai 16 ini terdapat taman yang juga bisa digunakan untuk observasi melihat kota Osaka. Fasilitas ini tentu saja gratis diperuntukkan bagi warga yang datang. Inilah fasilitas publik yang disediakan atas dasar ketulusan hati, bukan semata pencitraan he he.

Selepas dari situ, saya melanjutkan perjalan menaiki Midosuji Line dari Tennoji eki menuju Namba eki. Tidak jauh juga, sekitar 6 menit saja (dan waktu ini adalah tepat waktu, hampir tidak pernah telat). Turun di Namba eki, jalan kaki yang cukup jauh menjadi tidak terasa. Di sinilah saya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk sekedar jalan-jalan (beneran jalan kaki).

Pemandangan pertama adalah Jembatan Dotonbori yang merupakan tempat terkenal di Namba ini. Di sini terdapat sungai, kemudian GLICO sebagai icon Dotonbori, Ebisu Bashi suji dan juga Shinsaibashi suji. Di tempat ini, orang begitu ramai sekali. Waktu saya datang ke sini, saya perkirakan ada puluhan ribu orang memadati jalan-jalan yang semuanya berjalan kaki. Meski demikian, kondisi tetap bersih, aman dan nyaman tentunya.

Dotonbori dahulunya adalah area terdapatnya banyak bioskop. Sekarang ini lebih terkenal dengan tempat restoran juga pusat perbelanjaan dengan banyaknya lampu neon berterangan satu sama lain yang menghiasi di depan toko. Menyusuri Ebisu Bashi suji dan Shinsaibashi suji kita akan disuguhkan dengan banyaknya toko berbagai macam barang dengan harga yang bersaing, saya tidak katakan murah, tapi bisa dicoba untuk berbelanja di sini.

Puas dan capek menyusuri merayapnya para pejalan kaki, saya keluar jalur, dan secara tidak sengaja menemukan pengumuman dibukanya toko baru khusus untuk menjual souvenir Conan. Nah, tepat sekali karena itulah oleh-oleh yang dipesan oleh isteri dan adiknya yang sama-sama penggemar Conan sejak kecil dulu sampai sekarang. Akhirnya, saya sampai di lantai 7 dimana tempat jual souvenir Conan berada.

Alangkah kagetnya, ternyata harganya cukup mahal-mahal. Gantungan kunci yang seharusnya menjadi incaran, harnya malah satu buah saja mencapai 1100 yen atau sekitar 130 ribu rupiah. Jadilah saya hanya berbelanja 3 macam oleh-oleh, itupun sudah menghabiskan 2700 yen atau sekitar 300 ribuan he he.

Nah, begitulah sedikit curhat edisi jalan-jalan saya kali ini. Semoga bisa menjadi sedikit referensi kalau kalian mau traveling ke Osaka Citya. ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Tengachaya, Osaka Shi – Osaka Prefecture, JAPAN
Sabtu, 22 Rabiul Awwal 1437 H/02 Januari 2016 pukul 07.42 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 02 Januari 2016 pukul 09.00 waktu Jepang

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07 == 08

09 == 10

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: