Taman Rusa dan Situs Kuil di Nara, Jepang*

00

00

Taman Rusa dan Situs Kuil di Nara, Jepang*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/全国社会福祉協議会)

Ketika sedang training di Kourshiryou bulan Oktober lalu, saya berteman dengan Nakamura san yang tempat tinggalnya tidak jauh dari Kota Nara. Karena waktu itu saya sudah jalan-jalan ke Kyoto, saya ungkapkan juga keinginan untuk bisa mengunjungi Kota Nara yang terkenal layaknya Kyoto. Dari sana, kami mencoba membuat janji untuk meluangkan waktu yang tepat hingga bisa bersama-sama mengunjungi Kota Nara.

Hari yang dinanti pun tiba. Bersama dengan Nakamura san, Masuda san beserta kedua putra gantengnya -Shin chan dan Nari chan– saya bertolak dari depan Tengachaya eki menuju Kota Nara melalui kousoku douro (jalan tol) sekitar 50 menit-an. Seperti biasa, kita sudah tidak heran melihat banyaknya tunnel (terowongan) di berbagai daerah di Jepang yang membelah gunung dari bawah. Yang mengesankan adalah kemarin kami baru saja melewati Hanna Tunnel dengan panjang 5576 meter. Tunnel adalah barang langka yang belum banyak dibangun di Indonesia. Tidak hanya tunnel sebenarnya, kereta bawah tanah juga sangat mengesankan bagi saya, dimana di negeri Indonesia belum ada satu pun. Insya Allah di lain waktu akan saya buat tulisan khusus mengulas tentang chikatetsu (kereta bawah tanah).

Memarkir mobil di sekitar Nara Park, dari sinilah titik awal perjalanan kami berjalan kaki. Bukan sembarang taman, Taman Nara yang terkenal itu dihuni oleh ribuan rusa yang berjalan-jalan bebas. Mereka bisa bersinggungan langsung dengan para pengunjung, berfoto bersama, dan cukup jinak sehingga tidak menakutkan bagi pengunjung anak kecil sekalipun. Yang menarik adalah adanya “shika senbe” alias kerupuk (atau keripik) untuk makan rusa. Teknisnya, pengunjung membeli senbe seharga 150 yen, dan memberi makan rusa. Tidak sama dengan sapi, kerbau atau kambing, rusa tidak mengeluarkan bau menyengat, sehingga ini menjadi daya jual tersendiri bagi wisatawan.

Tempat terkenal utama di daerah sini adalah Todaiji Temple (Great Eastern Temple) yang merupakan World Heritage Site. Di Nara ini begitu banyak World Heritage Site. Yang berada dalam area jangkauan jalan kaki dari Todaiji Temple yaitu Kasuga Taisha Shrine, Kohfukuji Temple. Masih World Heritage Site di Nara namun tidak mungkin ditempuh dengan jalan kaki dari Nara Park antara lain Gangoji Temple, Toshodaiji Temple, Yakushiji Temple, Heijo Palace Site, dan juga Kasugayama Primeval Forest. Keren banget kan Kota Nara ^_^

Nara Sightseeing Map

Todaiji Temple sendiri, keterkenalannya adalah karena adanya patung Daibutsu (Great Buddha) setinggi 15 meter. Patung tersebut dibuat sekitar abad ke-8 dan masih asli sampai sekarang. Bangunannya sendiri yang dapat kita lihat sekarang adalah hasil pembangunan kembali pada tahun 1709 akibat perang. Dan ini adalah 2/3 dari bangunan asli awalnya. Karenanya, Todaiji Temple adalah bangunan kayu terbesar sedunia pada zamannya.

Tujuan berikutnya adalah ke Kasuga Taisha Shrine. Tak jauh dari Kuil Budha, ternyata kita akan menemukan Kuil Shinto bernama Kasuga Taisha. Yang menarik dari kuil ini adalah adanya 2000 lampion dari struktur baju di sepanjang jalan. Kemudian, di dalam area kuil sendiri terdapat ribuan lampion dari perak yang menggantung.

Nah, terkait begitu banyaknya rusa di sekitar Nara Park (juga Todaiji Temple dan Kasuga Taisha Shrine), menurut legenda ketika Kasuga Taisha Shrine dibangun oleh Keluarga Fujiwara (abad ke-8), mereka mengundang kamisama (artinya mirip Tuhan) dari Kashima Shrine (sekarang Perfektur Ibaraki, dekat Osaka). Kamisama mengatakan akan datang dengan mengendarai rusa putih. Sejak saat itu, rusa menjadi dihargai dan dilindungi oleh orang lokal sebagai pembawa pesan (dari kamisama).

Lepas dari situ, berjalan-jalan di Nara machi, dimana kita bisa melihat begitu banyak rumah/toko tradisional nuansa Jepang di masa silam. Banyak juga toko-toko souvenir yang pasti menarik untuk dibeli sebagai oleh-oleh. Sayangnya, untuk taraf orang Indonesia (apalagi trainee seperti saya ini) akan terkesan mahal. Gantungan kunci paling murah 350 yen atau hampir 40 ribu rupiah per biji, karenanya saya tidak beli hoho😀

Perjalanan terus belanjut hingga di dekat JR Nara station, di sini terdapat Nara Tourist Information yang juga ternyata spesial. Kekhususan nya adalah karena di sini menyediakan tempat sholat untuk muslim. Saya menunaikan sholat Dhuhur yang dijamak dengan sholat Ashar di sini. Meski, hanya berkapasitas satu orang atau maksimal dua orang secara berjama’ah. Tapi ini merupakan suatu fasilitas yang luar biasa. Artinya, pihak pemerintah Jepang hampir di setiap tempat-tempat pariwisata terkenalnya, sudah muslim friendly, mulai dari penyediaan tempat ibadah. Semoga ke depannya menyusul mengenai makanan/masakan halal nya. Aamiin.

Menurut pengamatan awam saya, pihak Jepang memang begitu mengelola pariwisatanya dengan saat baik, termasuk amat ramah terhadap tamu mancanegara. Hampir di setiap stasiun, halte bus atau bandara, kita akan menemukan papan pengumuman multi-language adalah bahasa Korea. Saya pikir itu memang karena begitu banyaknya orang Korea yang sering bertamasya ke Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, orang China begitu banyak yang melakukan wisata ke Jepang. Maka, pengumuman-pengumuman melalui pengeras suara pun di stasiun besar seperti Osaka eki juga multi-language nya berbahasa China.

Sembari jalan kaki kembali menuju tempat mobil di parkir, menyambangi lagi satu tempat yaitu Kohfukuji Temple. Dibangun sekitar abad ke-7 Masehi. Keterkenalannya adalah karena 5 tingkat pagoda yang merupakan simbol dari Kota Nara. Telah direkonstruksi sekitar 600 tahun yang lalu (1426 Masehi) setelah runtuh 5 kali akibat perang.

Dan tuntaslah sudah jalan-jalan kali ini. Mengunjungi beberapa tempat itu saja, sudah menghabiskan waktu seharian penuh. Masih begitu banyak tempat di Nara lainnya yang belum sempat dikunjungi. Semoga suatu saat bisa membawa isteri dan juga anak-anak untuk berkunjung sekali lagi ke Nara dan kota-kota indah di sekitarnya. Aamiin.

Informasi Peta-Peta Wisata di Nara bisa didownload dari sini: http://www.narashikanko.or.jp/pamph/index.html

Tengachaya, Osaka Shi – Osaka Prefecture, JAPAN
Ahad malam, 03 Rabiul Awwal 1437 H/13 Desember 2015 pukul 22.18 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 13 Desember 2015 pukul 22.30 waktu Jepang

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07 == 08

09 == 10

11 == 12

13 == 14

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: