Cinta UNCEN di FORKOMKASI*

Pengurus FORKOMKASI masa bhakti 2012-2013

Pengurus FORKOMKASI masa bhakti 2012-2013

BAGIAN KEEMPAT – SECUPLIK KISAH

Cinta UNCEN di FORKOMKASI*

Kongres FORKOMKASI #I

Universitas Cenderawasih (UNCEN) merupakan salah satu lembaga perguruan tinggi negeri pertama dan tertua di negeri paling timur terbitnya matahari, yaitu tanah Papua. Yang sampai hari ini masih berdiri teguh untuk menghasilkan para pemimpin masa depan di negeri ini. Selain itu Universitas Cenderawasih juga mempunyai organisasi-organisasi intra kampus mulai dari jurusan sampai tingkat universitas.

Dalam organisasi intra kampus, setiap organisasi jurusan mempunyai kegiatan mahasiswa jurusan untuk lingkup seluruh Indonesia. Salah satunya adalah mahasiswa jurusan ilmu kesejahteraan sosial fakultas ilmu sosial dan politik yang dikenal dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI). Forum ini merupakan salah satu forum komunikasi yang menjadi wadah mahasiswa Kessos se-Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

FORKOMKASI sendiri berdiri sejak bulan Maret tahun 2011 di Depok Jawa Barat. Kehadiran forum ini tidak terlepas dari kerinduan seluruh para mahasiswa Kessos untuk menyatukan ide, pikiran dan pendapat untuk bersama-sama duduk melihat dan mengali berbagai solusi masalah sosial yang terjadi di negeri ini, terutama yang berada di daerahnya masing-masing.

Pada saat Kongres pertama di Depok tahun 2011 dari sekian utusan setiap kampus yang hadir dari berbagai daerah salah satunya dari Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Cenderawasih Jayapura Papua. Waktu itu delegasi mahasiswa IKS UNCEN terdiri dari dua orang, yaitu satu orang mahasiswa dan satunya adalah staf dosen IKS UNCEN yang juga adalah Alumni Kessos UNCEN.

Dalam pembicaraan dan pembahasan AD/ART Forum ini tidak terlepas juga dari berbagai buah pemikiran yang cerdas dari kedua utusan delegasi di Kessos UNCEN. Mengenai masa depan FORKOMKASI. Terutama mengenai nama terpilihnya nama FORKOMKASI juga tidak terlepas dari urun rembug delegasi UNCEN dan juga ide tentang membagi FORKOMKASI supaya ada per regional, sehingga semua dari wilayah yang datang dari utusan bisa mendapatkan posisi dan juga bisa membagun FORKOMKASI di regionalnya masing-masing.

Dari pertemuan FORKOMKASI pertama di Depok, secara resmi terpilihlah ketua Regional Papua dan Papua Barat adalah saudara Aminus Wamang sebagai perwakilan regional Papua dan Papua Barat. Ketika saudara Aminus terpilih dan kita melakukan sosialisasi dan komunikasi antara FORKOMKASI dan HMJ IKS UNCEN agar satu pikiran untuk membangun Kessos UNCEN ke depan.

Kongres FORKOMKASI #II

Pada tahun 2012, Kongres FORKOMKASI kedua berhasil dilaksanakan di Makassar dan utusan delegasi dari FORKOMKASI Regional Papua dan Papua barat bersama HMJ IKS Uncen adalah 4 orang yang terdiri dari 2 orang adalah anggota dan mahasiswa IKS dan 1 orang adalah Ketua FORKOMKASI dan 1 orangnya lagi adalah Ketua HMJ Kessos UNCEN dan dari hasilnya Kongres Kedua adalah berbagai hal dibicarakan terutama proses perbaikan dan penambahan untuk penyempurnaan AD/ART sebagai landasan yang kuat untuk masa depan FORKOMKASI.

Perubahan-perubahan pembahasan Kongres Forkomkasi Kedua di Makassar juga tidak terlepas dari berbagai kontribusi pemikiran dari FORKOMKASI Regional Papua dan Papua Barat sebagai bentuk dari kepedulian teman-teman Kessos UNCEN untuk masa depan FORKOMKASI yang lebih baik lagi. Selain itu dalam Kongres kedua juga berhasil mengantikan saudara Aminus Wamang sebagai Ketua FORKOMKASI Regional Papua dan Papua Barat  dengan saudara Roberth Yewen.

Dalam kepengurusan FORKOMKASI Regional periode kedua untuk Regional Papua dan Papua Barat kami berusaha mensosialisasikan FORKOMKASI kepada seluruh mahasiswa kessos dan juga para pimpinan Lembaga di Pembantu Rektor III, Dekan FISIP dan Ketua Jurusan Kessos, sehingga mereka tahu bahwa FORKOMKASI merupakan salah satu forum nasional bagi mahasiswa Kessos untuk bertemu dan membicarakan masalah-masalah sosial yang menjadi rekomendasi bagi kebijakan pemerintah Indonesia untuk mensejahterakan masyarakat secara universal di negeri ini.

Rakornas FORKOMKASI

Pada agenda dua kali Rakornas FORKOMKASI dilaksanakan pada tahun 2011 dan 2012, tidak ada keterlibatan dari teman-teman FORKOMKASI Regional Papua dan Papua Barat, dikarenakan biaya dan lokasi yang kemungkinan membuat teman-teman kessos di UNCEN untuk terlibat penuh dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh FORKOMKASI.

Kegiatan Pekan Perdamaian Nasional

Kegiatan Pekan Perdamaian Nasional merupakan salah satu kegiatan yang menurut hemat saya sangat bagus dilaksanakan, tetapi perlu banyak hal dilakukan perubahan terutama terutama dalam meramu acaranya, sehingga berbobot dan berkualitas dan menjadi rekomendasi yang tajam untuk perubahan di negeri ini.

Dari segi tempatnya pada waktu di Jogja menurut saya tidak strategis, karena bicara Pekan Perdamaian Nasional berarti harus dilasanakan di tempat-tempat yang tentunya banyak mengalami masalah konflik sosial di daerahnya seperti Aceh dan Papua atau pun di tempat-tempat yang lainnya. Selain itu materi-materi yang disajikan pun harus mampu merangsang kepedulian mahasiswa, sehingga rekomendasi yang akan dihasilkan pun tajam dan bermutu.

Harapan dari Tanah Papua

FORKOMKASI ini ibarat seorang bayi yang masih berusia 3 tahun, karenanya mari kita bersama-sama merawatnya agar kelak menjadi organisasi yang bertumbuh dan menjadi besar, sehingga mampu menjadi wadah yang mengimpun seluruh mahasiswa/i kesejahteraan sosial Indonesia untuk turut mengambil bagian dalam membicarakaan masalah-masalah yang terjadi di bangsa ini.

Papua merupakan daerah paling timur nusantara yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga bicara Indonesia tentunya jangan pernah kita melupakan untuk menyebutkan pulau Papua di dalamnya, karena tidak ada Papua Indonesia saya gambarkan seperti seekor burung garuda yang terbang, tanpa sayap sebelah. Oleh karena itu kecintaan kami terhadap negeri ini, sehingga sampai saat ini kami masih terlibat penuh dari Kesejahteraan Sosial Universitas Cenderawasih dalam FORKOMKASI untuk bersama-sama dengan teman-teman semua membicarakan masalah sosial yang terjadi di negeri kita ini.

Jarak yang begitu jauh ke wilayah bagian barat Indonesia, bagi kami itu bukan penghalang yang berat, tetapi kebersamaan dan kekeluargaan mahasiswa kesejahteraan Indonesia itu jauh lebih penting dari segala apapun itu. Perjalanan panjang jika kita harus ke Bengkulu mengikuti Kongres III FORKOMKASI dengan memakan waktu perjalanan dari kota Jayapura sampai ke Bengkulu 12 jam, tetapi itu bukanlah sesuatu yang menurut kami menjadi penghalang, tetapi semua itu karena kecintaan kami anak-anak Papua masih terus ada bagi perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik.

Di samping itu kekecewaan kami dari FORKOMKASI regional Papua dan Papua Barat pun ada, terhadap seluruh teman-teman FORKOMKASI Indonesia, terutama pada waktu Pekan Perdamaian Nasional yang waktu itu mau dilaksanakan dalam kesepakatannya di FORKOMKASI Regional Papua dan Papua Barat, tetapi banyak teman-teman FORKOMKASI Indonesia yang keberatan karena alasan biaya dan lain-lainnya untuk ke Papua. Bagi kami walaupun kecewa, tetapi sekali lagi kecintaan kami masih sampai saat ini eksis untuk di dalam wadah FORKOMKASI.

Harapan kami marilah jangan kita hanya melihat jarak itu menjadi sebuah tembok pemisah yang tak mampu kita melewatinya, tetapi dimana ada kerinduan untuk kekeluargaan besar FORKOMKASI pasti ada jalan alias dimana ada kemauan untuk berkumpul dan bertemu pasti ada jalan. Sekali-sekali teman-teman FORKOMKASI berkunjung ke tanah papua sebagai bagian dari silaturahmi dalam membangun wadah ini agar kita tidak melihat dari sebelah sisi aja, tetapi dari semua sisi.

Harapan kami dari FORKOMKASI regional Papua dan Papua Barat lagi adalah kalau bisa FORKOMKASI tidak lagi ke depan hanya membicarakan AD/ART dalam penyempurnaan di kongres, tetapi lebih lagi sudah bisa mengarah pada pembahasan yang tentunya lebih membuka wacana terkait dengan persoalan kebangsaan salah satu yang menjadi dasar adalah masalah sosial yang terus terjadi silih berganti di negeri yang kita cintai bersama ini. Sehingga kita langsung bisa melakukan terobosan-terobosan baru dalam bentuk membuat rekomendasi maupun terlibat aktif dalam tindakan untuk membantu dalam tindakan dalam penentasan masalah sosial yang terjadi di bumi ini.

Harapan kami yang berikutnya adalah marilah kita bersama-sama mendorong FORKOMKASI secara nasional agar kelak di terima oleh semua kalangan sebagai salah satu forum mahasiswa Kessos yang mampu turut ambil bagian dalam berbagai kebijakan di negara ini, terutama di dalam ruang Kemensos. Selain itu juga kita perjuangkan agar FORKOMKASI mempunyai legalitasi secara sah oleh Kemensos ataupun IPSPI.

Kami berpikir bahwa kalau ada kekompakan dan kerja keras teman-teman FORKOMKASI semua dari Sabang sampai Merauke pasti akan jalan untuk semuanya itu. Ibarat sapu lidi jika hanya ada satu batang sapu lidi kita tak akan mampu membersihkan sebuah rumah atau gedung, tetapi jika sapu lidi itu di gabungkan menjadi satu dan banyak pasti akan membersihkan gedung tersebut.

Kami berharap ke depannya FORKOMKASI juga bukan saja menjadi ajang untuk pertemuan dalam acara-acara Kongres dan Rakornas ataupun dalam acara-acara pengembangan intektualitas belaka, tetapi mampu juga menjadi wadah yang membina dan menampilkan minat dan bakat para mahasiswa FORKOMKASI ke depan. Terutama dalam bidang seni dan budaya yang harus di kembangkan agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual belaka, tetapi dibarengi dengan prinsip-prinsip budaya yang menjadi identitas dan jati dirinya masing-masing dari berbagai daerah di negeri ini.

13 Roberth YewenDemikian sekelumit pemikiran kami untuk menjadi masukan dalam penulisan buku dengan judul  “Bunga Rampai FORKOMKASI”. Semoga ini menjadi masukan yang komprehensif atau membangun, agar dapat membangun FORKOMKASI menjadi wadah yang mampu melihat secara universal persoalan sosial di negeri ini dengan kaca mata intelektual.

*Oleh: Roberth Yewen

Dewan Formatur (DF) FORKOMKASI Perwakilan Papua periode 2012-2013

Alumni Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Cenderawasih, Irian Jaya.

Kutipan: “Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat” [Imam Syafi’i]

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 30 November 2015 pukul 15.00 waktu Jepang

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014

Naik Cetak I, Mei 2014 - Copy

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: