Mukugawa Village Festival 2015*

00

00

Mukugawa Village Festival 2015*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/全国社会福祉協議会)

Hari Ahad, 22 November yang lalu seharusnya adalah jadwal libur. Namun karena ada hal yang spesial, maka saya dihitung masuk aktivitas untuk menghadiri acara tersebut. Kegiatan itu adalah Festival di Desa Mukugawa Distrik Imazu Kota Takashima, Perfektur Shiga. Festival tersebut dinamai “Okkin Mukugawa”. Okkin adalah pelafalan daerah untuk kata “Okini”, bermakna sama dengan “Arigatou gozaimasu” yang artinya terima kasih.

Festival tersebut tahun ini adalah kali ke-12, artinya acara tersebut telah terselenggara sejak 12 tahun yang lalu. Meski Mukugawa adalah desa di pegunungan yang jauh dari akses transportasi umum, namun yang hadir sungguh menggembirakan. Kurang lebih mencapai 100 mobil yang datang dalam acara tersebut, tidak hanya mobil bahkan mini bus dan bus kecil berkapasitas 25 orang juga ada. Bukan apa-apa, karena memang untuk sampai di Desa Mukugawa ini, moda transportasi yang paling memungkinkan hanyalah mobil saja.

Hal yang masih membuat desa ini ramai adalah adanya ECC, sebuah lembaga belajar untuk anak-anak SMA sederajat yang kesulitan belajar. Sistemnya anak-anak didik ECC ini tidak perlu datang ke sekolah (karena masalah dan alasan tertentu sehingga tidak berkehendak masuk di sekolah pada umumnya), namun cukup menyetorkan PR yang telah diberikan. Nah, minimal setahun dua kali mereka akan datang ke ECC ini. Rata-rata adalah anak-anak yang berasal dari kota besar seperti Kyoto dan Osaka.

Melihat dari jumlah rumah yang ada, 20 atau 30 tahun yang lalu Desa Mukugawa dihuni oleh sekitar 2000-an orang. Namun lambat laun para pemuda dan anak-anaknya pindah ke kota yang lebih nyaman aksesibilitasnya. Jadilah, saat ini di Desa Mukugawa hanya dihuni sekitar 30-an orang saja, itupun terdiri dari para orang-orang lanjut usia dengan rata-rata di atas 70 tahun. Kebanyakan rumah-rumah menjadi kosong dan tidak terawat, dan yang tinggal sendirian juga banyak.

Tidak seperti di Indonesia dimana jumlah anggota keluarga cukup banyak, di Jepang jumlah anggota keluarga semakin mengecil, suami-isteri juga bekerja dari pagi sampai malam, anak-anak sekolah. Maka, jikalau kakek/nenek ikut tinggal di rumah mereka, sama saja sepinya karena sepanjang siang hari tidak ada siapapun di rumah. Pilihan para lansia tersebut untuk tetap tinggal di desa meski sendirian adalah karena alasan tidak mau merepotkan orang lain. Orang Jepang percaya selama mereka masih bisa bergerak dan mengurus diri sendiri, mereka lebih senang melalukan sesuatu (bekerja meski tidak berat). Di desa, mereka masih bisa menanam sayur, padi, dan memanen buah “kaki” (kesemek). Tapi kalau di kota, tentu aktivitas menjadi sedikit dan ketika tubuh tidak biasa diajak bergerak, maka akan lebih mudah sakit.

Nah, maka pada acara “Okkin Mukugawa” ini adalah semacam ucapan terima kasih kepada Desa Mukugawa sebagai tempat asal mereka yang saat ini rata-rata telah hidup mapan di perkotaan. Yang datang pun sebagian besar adalah anggota keluarga, mulai dari anak sampai cucu. Dan di masing-masing tempat yang telah diatur oleh panitia, mereka bersama kakek-nenek yang masih tinggal di Desa Mukugawa membuat berbagai macam makanan khas pedesaan, atau potensi-potensi yang memang bahan dasarnya ditanam di Desa Mukugawa.

Saya bersama dengan Mitamura secho (pimpinan lembaga pelayanan sosial Tochiu no Sato) mencicipi makanan “zenzai”, semacam bubur kacang merah ditambah mochi. Lalu di dekat kolam ikan, kami cicipi pula tempura dari ikan Moroko. Ikan Moroko ini asli habitatnya ada di Danau Biwa (danau terbesar di Jepang, dan berjarak 30 menit menggunakan mobil dari Desa Mukugawa), namun karena jumlahnya di danau yang semakin sedikit, maka mulai dibudidayakan di dalam kolam-kolam, dan harganya cukup mahal.

Di jalan kami bertemu dengan Nasu san, yang merupakan karyawan Tochiu no Sato. Akhirnya kami jalan bertiga, dan mampir di salah satu rumah yang sangat ramai pengunjungnya, di situ kami makan “Oden”, terdiri dari sayur dan telur. Kenyang makan itu, tuan rumah memberikan bonus nasi kare plus teh botol, alhamdulillah.

Melihat kenyataan bahwa desa yang lumayan luas ini hanya dihuni oleh sekitar 30-an orang dan semuanya rata-rata lanjut usia. Maka, adanya acara ini dimana begitu banyak keluarga muda juga anak-anak yang datang, dapat menjadikan para kakek-nenek tersebut tersenyum bahagia. Saya menjadi menerawang dimana Pa’e dan Ma’e saat ini juga hanya tinggal berdua di Desa Bogorejo karena anak-anaknya telah berkeluarga semua dan tinggal jauh dari kampung asalnya. Maka saya pun jadi ikut terharu, ikut berbahagia. Terima kasih Mukugawa T.T

Napak tilas jalan kaki 2 tempat terakhir adalah tempat melukis dengan daun. Caranya adalah daun bunga yang bentuknya kecil (namanya Ai) dialasi plastik dan dipukulkan ke kain berbentuk segi empat yang telah tersedia. Hasilnya, cetakan dari daun tersebut akan membentuk warna hijau seperti hasil lukisan. Karena jiwa seni saya cukup kurang baik, maka hasil karya yang saya ciptakan pun gitu-gitu saja he he (foto terlampir di bagian bawah).

Joe with JasDan destinasi terakhir adalah di Mukugawa Yama no Ko Tenmondai (Astronomical Observatory of Mukugawa). Di sana saya disuguhkan foto-foto luar angkasa yang begitu indah. Dan dengan satu teleskop yang disediakan oleh panitia. Saya juga berkesempatan untuk menengok matahari secara jelas (bentuk bola api).

Izumi chou, Takashima Shi – Shiga Prefecture, JAPAN
Selasa, 12 Safar 1437 H/24 November 2015 pukul 07.45 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 25 November 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07

Comments
2 Responses to “Mukugawa Village Festival 2015*”
  1. ナカジマ says:

    ジョコさん、おそくなってごめんなさい。ナカジマのメールアドレスです。

    ジョコさんのフェイスブックみました。ジョコさんどこにいっても、えがおです。げんきもらいました。

    歩美ちゃん、かわいい!!ジョコさんにも、おくさんにも、かおがにています。やさしい、やさしいかおです。

    ジョコさんきょうとにもいっていました。なかじまはにほんのなかでもだいすきなところです。

    また、あえるひをたのしみにしています。

    さがみはらみなみじどうホーム なかじま

    • わあああ~~~。。。なかじま先生、すみませんね。このへんじがおそくなりました。なかじま先生のコメントがスパム(SPAM)になって、ちょくせつはよめなかった。SPAMのコメントをチェックして、なかじま先生のコメントをよんで、うれしいな~。。^_^

      私のフェイスブックもみたの?よかった。私はたかださんとしがさんとフェイスブックでともだちになったよ。:-)

      そうですね。歩美ちゃんは私に80%にっているへへ。

      京都はとてもきれいなところからね。昨日(12月12日)私は奈良に行きました。^_^

      日本はすごいですね、いろいろなきれいところがたくさんありますね。

      では、また来年あいましょう先生。

      全国社会福祉協議会の研修生、
      ジョコ セテイアワン
      2015年12月13日(日曜日)

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: