Strategi dalam Merencanakan Program Kerja FORKOMKASI*

Pengurus FORKOMKASI masa bhakti 2012-2013

Logo FORKOMKASI

BAGIAN KETIGA – DINAMIKA ORGANISASI

Strategi dalam Merencanakan Program Kerja FORKOMKASI*

FORKOMKASI merupakan sebuah Forum Komunikasi bagi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial se-Indonesia, yang berdasarkan Kongres III FORKOMKASI di Bengkulu memiliki pengurus di setiap regional yang terbagi menjadi 8 (Delapan) regional, yaitu meliputi:

  1. Regional Bengkulu
  2. Regional Jakarta
  3. Regional Jawa Barat
  4. Regional DI Yogyakarta
  5. Regional Jawa Timur
  6. Regional Kalimantan
  7. Regional Sulawesi
  8. Regional Papua

Masing-masing regional tersebut memiliki program kerja untuk mencapai tujuan dan fungsi dari FORKOMKASI itu sendiri. Program kerja dari tiap regional memiliki kekhasan tersendiri karena fokus masalah dari tiap daerah/regional berbeda-beda, dari perbedaan tersebut sedikit memberi gambaran bahwa FORKOMKASI tidak hanya beranggotakan mahasiswa dari pulau Jawa saja namun beranggotakan mahasiswa dan mahasiswi se-Indonesia yaitu dari Sabang sampai Merauke.

Dengan semangat dan kekuatan besar yang dimiliki FORKOMKASI, maka forum ini harus memiliki program-program kerja yang bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara tercinta kita ini, masih banyak peran yang bisa diisi oleh FORKOMKASI dalam langkah-langkah nyata terhadap masalah-masalah sosial yang ada. Dengan semangat yang dimiliki jangan sampai forum ini hanya menjadi ajang yang tidak menghasilkan apapun bagi bangsa dan negara.

Sebuah organisasi dibentuk dan dijalankan untuk mencapai berbagai tujuan, baik itu tujuan anggota maupun tujuan organisasi itu sendiri. Karena organisasi merupakan suatu bagian dari sistem yang lebih besar, maka tujuannya juga harus melihat masyarakat lingkungannya.

Ada beberapa alasan mengapa FORKOMKASI harus memiliki program kerja, yaitu:

  1. Program kerja bisa dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan tugas dan meningkatkan prestasi kerja pengurus di setiap regional, baik secara perorangan maupun kelompok, sampai setinggi-tingginya dengan memberikan kesempatan kepada setiap pengurus untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri dalam kerangka mencapai tujuan organisasi;
  2. Program kerja untuk meningkatkan prestasi pengurus secara perorangan, dan pada gilirannya akan mendorong semangat kerja pengurus secara keseluruhan baik di skala regional maupun nasional;
  3. Program kerja dapat merangsang minat dalam mengembangkan diri dengan tujuan meningkatkan kerja dan meraih prestasi kerja, dengan asumsi bahwa individu dalam satu regional bisa saling bertukar ilmu dengan regional dari wilayah/pulau lain dalam meningkatkan semangat kerja;
  4. Program kerja dapat mendorong organisasi lebih tepat untuk pengembangan organisasi di masa depan dan meningkatkan eksistensi dari FORKOMKASI untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas tentunya dengan adanya program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat;
  5. Program kerja dapat meningkatkan jalinan komunikasi baik antar individu dalam satu regional maupun antar regional dan nasional, dengan demikian jalur komunikasi dan dialog akan terbuka dan diharapkan proses kerja akan menggerakkan hubungan antar lini dalam mencapai tujuan FORKOMKASI untuk menjadi lebih baik.

Pengurus FORKOMKASI masa bhakti 2012-2013

Sebagai sebuah forum komunikasi, program kerja bisa dikatakan sebagai tolok ukur dari aksi nyata FORKOMKASI, karena tujuan dan fungsi dari organisasi diimplementasikan dalam suatu pergerakan oleh mahasiswa dari tiap-tiap regional yang dapat bermanfaat kepada masyarakat baik dalam konteks lokal maupun nasional.

Untuk menghindari kegagalan dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja akan berakibat pada gagalnya fungsi dari organisasi tersebut, maka dalam merencanakan suatu program harus diikuti dengan kemampuan yang dapat diimplementasikan ke dalam program kegiatan, dengan kata lain program yang disusun harus sesuai dengan kajian disiplin ilmu dari FORKOMKASI yaitu yang merujuk pada kesejahteraan sosial.

Kegagalan dalam perencanaan program dapat dihindari dengan identifikasi masalah dan strategi yang tepat terhadap masalah yang ada, maka sangat penting jika fokus dari masing-masing regional disesuaikan dengan permasalahan yang ada di masing-masing regional/wilayah dan jangan menyamakan fokus masalah ke dalam program kerja secara nasional karena setiap regional memiliki keunikan dan keragaman masalah yang berbeda-beda dan begitu pula dalam menangani masalah tersebut memiliki strategi yang berbeda.

Dalam perencanaan program dibutuhkan unsur-unsur pendukung kategori program dan saling terintegrasi ke dalam satu kesatuan sehingga lebih sistematis. Selain itu, kemampuan anggota di setiap regional memegang kunci terhadap keberhasilan setiap perencanaan program kerja yang disusun, anggota harus melakukan interaksi yang lebih dinamis dengan sesame anggota baik dalam cakupan lokal maupun nasional. Selaoin interaksi yang dinamis diharapkan setiap pengurus memiliki sikap loyalitas, dedikasi dan wawasan yang lebih luas ke depan untuk tujuan jangka panjang dari FORKOMKASI.

Sebagai tindak lanjut dari program kerja yang telah disusun baik nasional maupun regional, setelah program kerja dilaksanakan maka diperlukan suatu evaluasi untuk menilai apakah program kerja yang telah direncanakan itu sesuai dengan apa yang dilaksanakan. Untuk mengevaluasi program kerja secara menyeluruh, ada suatu momen tertentu yang berhak melakukan evaluasi kegiatan, jadi mengenai kapan tepatnya diadakan evaluasi menyeluruh hal ini disesuaikan dengan konstitusi organisasi yaitu dalam (AD/ART) FORKOMKASI.

Secara umum evaluasi kegiatan itu harus dilaksanakanpada 3 tahapan yakni: a)evaluasi pada tahap perencanaan; b)evaluasi pada tahap pelaksanaan; c)evaluasi pada tahap pasca pelaksanaan. Sebagai alat ukur, tersedia beberapa parameter yang dapat dipakai sebagai standar untuk mengevaluasi keberhasilan program kerja, antara lain:

  1. Kesesuaian dengan perencanaan, yaitu hal ini berkaitan dengan apakah waktu, dana serta tahapan-tahapan dalam pelaksanaan program kegiatan sudah sesuai dengan yang direncanakan ketika program kerja dibuat;
  2. Partisipasi dari sasaran kegiatan, bagian ini berhubungan dengan pihak yang menjadi peserta atau target sasaran dari kegiatan dari program kerja, bagaimana suatu kegiatan yang direncanakan bisa mengaktifkan peserta kegiatan baik secara kuantitas melalui kehadiran jumlah peserta sesuai targetan maupun secara kualitas melalui partisipasi aktif dari peserta selama kegiatan berlangsung;
  3. Efektifitas pelaksana kegiatan, hal ini berkaitan dengan para pelaksana dari kegiatan atau tim pelaksana kegiatan, umumnya berupa panitia kegiatan. Apakah pelaksanaan program kerja telah mampu menciptakan suatu manajemen yang positif diantara para pelaksana kegiatan ataukah suatu kegiatan itu hanya langsung jadi, dan hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari pelaksana. Hal ini tentulah menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi pelaksanaan suatu program kerja;
  4. Hasil atau manfaat dari kegiatan, hal ini berkaitan dengan dampak yang dihasilkan saat pasca pelaksanaan kegiatan, apakah kegiatan tersebut mampu menghasilkan suatu hal yang positif sesuai dengan apa yang diharapkan atau sebaliknya.

Evaluasi, evaluasi dari program kerja sangat penting untuk dilakukan, karena dengan diadakannya evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja maka diharapkan pada proses perencanaan dan pelaksanaan program kerja dapat diminimalkan adanya kegagalan atau kurang maksimalnya implementasi dari program kerja yang telah disusundan dengan harapan besar tidak lagi dilakukan kesalahan yang sama pada periode selanjutnya.

Jika perencanaan dan pelaksanaan program kerja tidak keluar dari tujuan awal dari FORKOMKASI maka masyarakat sebagai penerima manfaat program kegiatan akan merasa terbantu dalam penanganan masalah dengan variasi dan alternatif berbeda dalam hal solusi untuk menangani masalah sosial di masyarakat, tentunya sesuai dengan disiplin kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial yang merupakan dasar keilmuan dari pengurus FORKOMKASI, dalam membantu penanganan masalah dan pelaksanaan program kerja yang baik dan bermanfaat pada masyarakat secara berlahan eksistensi dan kualitas dari FORKOMKASI akan diakui oleh organisasi kepemudaan dan stakeholder lainnya dan masyarakat luas pada umumnya.

11 - Supriono*Oleh: Supriyono

Pengurus Regional Jawa Timur FORKOMKASI periode masa bhakti 2012-2013

Alumni Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kutipan: “Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat” [Imam Syafi’i]

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 23 November 2015 pukul 15.00 waktu Jepang

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014

Naik Cetak I, Mei 2014 - Copy

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: