Risa chan, Dibimbing Syahadat oleh Dr. Zakir Naik

Risa chan&Maryam chan, sesaat setelah mengucap dua kalimat syahadat, 7 November 2015 @Tokyo
Risa chan&Maryam chan, sesaat setelah mengucap dua kalimat syahadat, 7 November 2015 @Tokyo

Risa chan&Maryam chan, sesaat setelah mengucap dua kalimat syahadat, 7 November 2015 @Tokyo

Risa chan, Dibimbing Syahadat oleh Dr. Zakir Naik

Diterjemahkan secara bebas dari Bahasa Inggris oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/全国社会福祉協議会)

Saya merasa sangat tersentuh dengan Islam ketika berpartisipasi dalam kegiatan SSEAYP (Ship for South East Asian and Japanese Youth Program) pada tahun 2011, dimana ketika itu saya menghabiskan waktu selama 53 hari bersama 200-an peserta dari seluruh negara-negara di ASEAN. Ini juga menjadi saat ketika saya bertemu dengan tunangan (orang Malaysia), kawan-kawan muslim dan juga keluarga angkat. Saya sangat kagum ketika melihat mereka hidup dalam kedamaian sebagai seorang muslim dan saya merasa sangat beruntung bertemu mereka yang tidak gemar salah paham atau berprasangka buruk sebelumnya.

Ini sudah tiga tahun dan menginjak tahun keempat antara Kuala Lumpur dan Tokyo dimana saya berusaha untuk belajar mendalami Islam dan budayanya semenjak saya telah berjanji untuk menikah dengan tunangan (orang muslim Malaysia), karena saya tidak ingin berpindah agama “hanya karena pernikahan”, karena saya juga meyakini bahwa ini adalah kesempatan terbesar untuk menemukan agama yang tepat.

Risa 1Masa terberat menyapa di tahun 2015; saya harus operasi kaki, yang membutuhkan waktu setahun untuk kembali sembuh total. Saya merasa “oleng” karena pada saat itu adalah waktu yang tepat untuk menikah. Namun dia berkata “terima saja apapun yang ada pada dirimu, dan yakin bahwa akan segera sembuh. Lakukan yang terbaik dan aku pun akan melakukan hal yang demikian”. Karena kata tersebut dan dukungan yang tidak terputus, saya berhasil melewati masa terburuk dan sangat yakin dengan perkataan yang berasal dari keyakinannya. Ini yang membawa saya untuk membaca Al Qur’an, dan saya mendapatkan Al Qur’an terjemahan dalam Bahasa Jepang, dan saya merasa kagum dan kesan mendalam dengan hanya membaca Al Qur’an bagian 1 dan 2 dan mengajarkan kepada saya untuk senantiasa percaya kepada Allah.

Saya percaya bahwa pada tanggal 7 November 2015 adalah hari untuk saya. Saya telah mengucapkan syahadat dibimbing oleh Dr. Zakir Naik pada ceramah beliau di hadapan 1200-an orang saksi. Beliau telah menjawab pertanyaan saya tentang bagaimana saya bersikap terhadap pemeluk agama lain sebagai seorang muslimah Jepang. Jawaban beliau kurang lebih “Apabila Anda tidak menentang perintah Allah di dalam Al Qur’an, itu tidak akan menjadi masalah apa-apa” dengan senyum hangat dan pandangan yang teduh. Saya benar-benar merasa yakin bahwa ini adalah jawaban inti yang harus dipegang teguh oleh seluruh pemeluk agama Islam. Itu merupakan pertanyaan terakhir saya sebelum memeluk agama Islam dan semuanya ada di situ. Lalu saya mengikuti arahan Dr. Zakir Naik untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya merasa sangat lega karena pada akhirnya saya menjadi bagian dari Islam dan saya merasa hati ini menjadi lebih bersih. Di sini, perlu kalian ketahui bahwa hari ini adalah pertama kalinya saya keluar sendirian semenjak operasi kaki, hari pertama saya bertemu dengan saudara Muslimah Jepang Nur Arisa Maryam yang membawa saya datang ke ceramah Dr. Zakir Naik, pertama kalinya juga tentang alam yang merupakan karya cipta Allah di Masjid Tokyo Jami’ dan topik yang hampir sama yang dipesankan oleh Dr. Zakir Naik dalam ceramah beliau. Lagi, bahwa hari ini adalah hari untuk saya.

Di sini saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah dan saudara-saudari muslim yang menyaksikan saya bersyahadat. Saya juga memberikan apresiasi terhadap teman-teman muslim yang telah menginspirasi dan menuntun saya kepada Islam. Satu hal yang saya rasa kurang adalah tunangan saya tidak menyaksikan syahadat saya karena dia saat ini berada di Malaysia, tapi saya percaya dia akan menjadi saksi bahwa saya akan menjadi muslim sampai akhir hayat, sampai ke surga bersama-sama.

Pertama kali diterbitkan di sini http://thenewmuslim.co/portfolio/risa/  dalam versi berbahasa Inggris pada 08 November 2015.

Izumi chou, Takashima Shi – Shiga Prefecture, JAPAN
Selasa malam, 29 Muharram 1437 H/10 November 2015 pukul 21.59 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 11 November 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

Comments
3 Responses to “Risa chan, Dibimbing Syahadat oleh Dr. Zakir Naik”
  1. Aulia Rahman says:

    Subhanalloh🙂, semoga berkah dan istiqomah.. Salam dari Indonesia.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Risa chan, Dibimbing Syahadat oleh Dr. Zakir Naik […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: