Universitas Indonesia di FORKOMKASI*

04.1 Presidium Sidang Tetap Kongres II FORKOMKASI 2012

04.1 Presidium Sidang Tetap Kongres II FORKOMKASI 2012

Universitas Indonesia di FORKOMKASI*

Semangat Pagi! Halo para sahabat FORKOMKASI tercinta. Perkenankan saya menulis sedikit cerita mengenai sejarah dibentuknya FORKOMKASI dari pengalaman yang saya lalui. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada organisasi FORKOMKASI yang telah memberikan teman baru, sahabat baru, guru baru, pemikiran baru yang saya dapat selama terjun di dalamnya.

Langsung saja, hal tujuan dasar yang saya pahami dari didirikannya FORKOMKASI adalah untuk menjalin silahturahmi antara seluruh mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial di Seluruh Indonesia. FORKOMKASI adalah akses atau wadah mahasiswa kessos yang berada di berbagai daerah di Indonesia untuk bisa menyalurkan aspirasinya guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera melalui pemikiran mahasiswa.

Di awal terbentuknya FORKOMKASI saya memang baru belajar bagaimana cara berorganisasi. Jadi saya masih bisa dibilang “newbie” dalam dunia organisasi khususnya organisasi di kampus. Tapi semangat membangun suatu organisasi nasional kesejahteraan sosial yang digawangi oleh mahasiswa menggugah saya untuk terjun dan ikut andil dalam bagian mewujudkan Indonesia sejahtera.

Kawan-kawan pasti sadar untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Budaya dan pemikiran tiap kampus pasti menginginkan cara yang berbeda-beda tapi ujungnya sama yaitu kita mau menciptakan suatu organisasi kesejahteraan sosial nasional yang bisa mewadahi segala aspirasi mahasiswa dan menyalurkannya ke dalam ide-ide pembangunan sosial.

Sejarah itu bermula Kurang lebih 3 tahun yang lalu, Universitas Indonesia di undang dalam acara tahunan mahasiswa kesejahteraan sosial Universitas Padjajaran Bandung (UNPAD). Tujuan diadakannya acara tersebut adalah memperkenalkan bahwa UNPAD punya mata kuliah unggulan yaitu “Social Entrepreneurship” di mana dalam mata kuliah tersebut diharapkan mahasiswa bisa melakukan kewirausahaan sosial.

Selain itu dalam acara tersebut juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar mahasiswa kessos se-Indonesia. Dari silahturahmi tersebut diharapkan antar mahasiswa bisa lebih akrab sehingga pada akhirnya dalam keakraban tersebut tercipta suatu pandangan guna membuat ide-ide pengembangan ilmu kesejahteraan sosial.

Saat itu saya kenal betul dengan Saudara Zia Sera (UIN), Azis Suhendar (UGM), Sarta Apriadi (UIN), Dedi (UMJ), Rayestar (Unpad), Deis (Unpad), Laban (Unpad) dan Alamsyah (STKS Bandung). Mereka adalah guru sekaligus teman seperjuangan di mana dari mereka-merekalah nantinya terbentuk Organisasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Nasional yaitu FORKOMKASI. Dalam acara tersebut tercetuslah ide yang sudah lama diusung oleh sesepuh FORKOMKASI yaitu Azis Suhendar dan Eko Kurnia Saputra untuk membentuk  suatu organisasi Kesejahteraan Sosial Nasional.

Universitas Regional Jakarta didaulat sebagai panitia pembentukan Organisasi Nasional Mahasiswa Kesejahteraan Sosial. Keputusan ini diambil Pada pertemuan di Kampus UNPAD, Bandung pada tanggal 26 Juni 2010 bahwa Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia dan sangat cocok jika Jakarta menjadi tempat bersejarah dibentuknya Organisasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Nasional. Selain itu alasan transportasi dan akses yang mudah menjadikan Jakarta dirasa adalah tempat yang tepat. Universitas yang tergabung dalam Regional Jakarta terdiri dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Widuri (Stisip Widuri). Kelima Kampus tersebut bergabung menjadi satu kepanitiaan Pembentukan Organisasi Nasional Mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

Kepanitiaan pun terbentuk. Saya didaulat sebagai Sekretaris, Zia Sera sebagai Ketua dari UIN, dan Bendahara Rima dari IISIP. Hari berganti hari berlalu. Acara yang rencananya dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah diubah karena anggota kepanitiaan dari UIN belum siap. Waktu kegiatan acara diundur sampai 2 kali dan pada akhirnya UI diberikan kepercayaan oleh kepanitiaan regional menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Permasalahan dari kurang koordinasi antar panitia, keuangan serta kesibukan dari mahasiswa bisa kami cari solusi bersama dengan beberapa teman dari kampus lain hingga sampai pada waktunya acara dilakukan

Dari beberapa dosen seperti Fentiny Nugroho dan Bambang Shergi Laksmono mendukung bahkan mereka mau menjadi penangung jawab kegiatan dan narasumber dalam acara tersebut dan memberikan harapannya kepada organsasi ini agar bisa maju dan berkembang.  Beberapa mahasiswa juga mau ikut andil dalam kepanitiaan ini. Laura, Faisal, Aldi, Sherlin, Cindy, Apri, Isa, Afra dan nama lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Mereka mau meluangkan waktunya dalam kegiatan ini padahal mereka sedang sibuk UTS alias Ujian Tengah Semester. Mereka percaya bahwa organisasi yang nantinya terbentuk bisa membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Akhirnya pertunjukan dimulai. Pada tanggal 28-30 Maret 2011 di Graha Insan Cita, Depok acara pembentukan organisasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Nasional pun digelar. Selama 3 hari tersebut, kami mahasiswa saling berinteraksi dan bertukar pengalaman serta cerita mahasiswa kessos menempuh penddidikannya di kampus masing-masing. Pada Akhir kegiatan terbentuklah nama organisasi yang diharapkan bisa menyatukan mahasiswa kessos se-Indonesia dalam Nama Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial se-Indonesia disingkat FORKOMKASI. Dimana Saudara Achmad Hilman Musanna terpilih sebagai Ketua Dewan Formatur Nasional.

Kongres II FORKOMKASI, Makassar

Pada kongres kedua ini UI menyatakan pasif dalam kegiatan FORKOMKASI. Saya tidak tahu benar mengapa dari pihak kami menyatakan pasif dalam kegiatan FORKOMKASI. Pernyataan UI pasif dalam seluruh kegiatan FORKOMKASI diutarakan oleh Ghana yaitu Ketua HMJ UI terpilih untuk periode 2011-2012.

Berikut beberapa alasan mengapa UI pasif:

  1. Ghana melihat bahwa FORKOMKASI hanya kegiatan silahturahmi tanpa ada kegiatan konkrit yang benar-benar bisa berdampak besar.
  2. Ego tiap almamater dalam setiap rapat kerja terutama ketika penentuan AD/ART selalu ribut.
  3. Konflik internal di dalam Kampus UI antar “mahasiswa” yang pro dengan FORKOMKASI dan Kontra dengan FORKOMKASI.
  4. Saya tidak tahu pasti kenapa dari pihak UI yang diwakilkan oleh Saudara Ghana ketika itu memilih Pasif dalam FORKOMKASI. Yang saya tahu dia tidak ingin berkonflik dengan salah satu dosen di kampus sehingga di masa kepemimpinannya UI memilih Pasif.
  5. Menurut informasi yang dipercaya bahwa adik kelas saya angkatan 2011 ke bawah sangat mengapresiasi mengenai FORKOMKASI. Berhubung informasi mengenai FORKOMKASI terputus dari saya dan tidak ada orang yang mensosialisasikan FORKOMKASI maka mereka memilih diam. Saya berharap ke depannya nanti teman FORKOMKASI yang lain bisa mengajak UI untuk bisa lebih aktif lagi dalam FORKOMKASI.

Sedikit memberi saran, saya berharap ke depannya FORKOMKASI bisa menjalankan beberapa hal seperti yang saya utarakan di bawah ini:

  1. Koordinator Nasional yang menjembatani kegiatan-kegiatan regional. (sudah ada)
  2. Koordinator Nasional terdiri dari ketua koordinator, Sekjen dan Bendahara Nasional. Tidak perlu ada seksi-seksi. Karena akan terlalu sibuk dengan program kerja yang banyak. Program kegiatan sebaiknya dilakukan di tingkat regional. Biarkan setiap regional membuat program kerjanya masing-masing. Tetapi ada program nasional yang harus dikerjakan dari tiap regional seperti pendataan mahasiswa kessos, Mengumpulkan materi perkuliahan,  dan sebagainya.
  3. Program dari tiap regional tidak perlu banyak. Yang penting ada kegiatan bersama. Simpel saja bisa lewat main futsal bareng, arisan, kegiatan amal, audiensi dengan pihak terkait dan sebagainya. Kalau bisa program yang dibuat tidak perlu mengeluarkan banyak uang dari kantong mahasiswa malah kalau bisa bisa cari pendanaan untuk kegiatan sosial.
  4. Organisasi ini hanya sebagai forum komunikasi bukan seperti HMJ yang mempunyai kegiatan rutin dengan program-program yang
  5. Pergantian kepengurusan sebaiknya minimal 2 tahun sekali atau 3 tahun sekali mengingat dana pertemuan yang cukup besar.
  6. Sebaiknya dalam setiap forum pertemuan tidak berdasarkan ego pribadi dan kampus. Terlihat sekali disaat pembuatan AD/ART.
  7. Perihal pengumpulan pendanaan sebaiknya dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama adalah melalui swadaya anggota. Kita bisa mengadopsi konsep pendanaan koperasi yaitu lewat simpanan pokok dari tiap anggota FORKOMKASI. Dana tersebut digunakan untuk membuat suatu usaha contohnya usaha makanan atau digital printing yang nantinya bisa menjadi usaha FORKOMKASI. Selanjutnya simpanan wajib dan iuran digunakan oleh pengurus untuk menjalankan kegiatan organisasi. Cara yang kedua adalah dengan mengajukan Proposal pendanaan untuk operasional FORKOMKASI di tingkat Regional dan Nasional.
  8. Kedua cara tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Yang terpenting dan harus ada dalam pendanaan di FORKOMKASI adalah cara yang pertama. Untuk cara yang kedua bisa dikatakan dana bonus. Intinya cara pertama adalah fokus pendanaan FORKOMKASI.

04 - Yogie PermanaHal tersebut hanyalah saran dan masih jauh dari sempurna. Namun, semoga dapat memberi manfaat dan inspirasi bagi adik-adik yang saat ini menjabat kepengurusan di FORKOMKASI.

Selesai ditulis pada jam 23:02 Waktu Indonesia Tengah, Batu Kajang, Kalimantan Timur.

*Oleh: Yogie Permana, Alumni Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia (UI).

Pemrakarsa berdirinya FORKOMKASI dari Universitas Indonesia (UI)

Kutipan: “Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat” [Imam Syafi’i]

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 pukul 15.00 waktu Jepang

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014

Naik Cetak I, Mei 2014 - Copy

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: