PENDAHULUAN – Pengantar Editor Bunga Rampai FORKOMKASI

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014 - Copy

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014 - Copy

PENDAHULUAN – Pengantar Editor Bunga Rampai FORKOMKASI

Profesi pekerjaan sosial (social work) telah masuk ke Indonesia sejak adanya Kementerian Sosial yang kala itu pencetakan kader-kadernya melalui Kursus Sosial Dasar A (KDSA). Ilmu pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial mulai diajarkan di kampus-kampus seperti STKS Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan beberapa kampus besar lainnya di seluruh Indonesia.

Berbicara mengenai dunia pekerjaan sosial, tak lepas dari peran mahasiswa di dalamnya. FORKOMKASI lahir atas dasar semangat kebersamaan antar mahasiswa pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial di seluruh penjuru Indonesia. Kebersamaan untuk menyatukan kekuatan yang selama ini terkesan berdiri dan bergerak sendiri-sendiri. Padahal, sumber daya yang ada dari masing-masing kampus dapat dijadikan satu kekuatan besar untuk andil dalam upaya membangun keteguhan profesi pekerja sosial di Indonesia.

Sayub terdengar dari cerita beberapa orang alumni, bahwa dulunya organisasi semacam Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) telah terbentuk dan sempat menyatukan hati beberapa belas perguruan tinggi dengan jurusan pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial dan yang serumpun dengan jurusan tersebut. Namun,sampai pada tahun 2008, tak lagi ada jejak yang dapat kami telusuri atas sebuah organisasi bernama HIMAKSI alias Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia.

Naik Cetak I, Mei 2014 - CopyOleh karenanya, semenjak tahun 2009, berkat social media yang mulai booming dan ramai dipergunakan di Indonesia, mahasiswa pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial mulai terhubung satu sama lain. Hingga terbentuklah FORKOMKASI pada 30 Maret 2011 di Gedung Graha Insan Cita (GIC) Depok, Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, FORKOMKASI tidak selalu indah. Ada dialektika serius, perbedaan pendapat, hingga kemacetan komunikasi yang menyebabkan stagnan-nya organisasi. Namun syukur alhamdulillah, organisasi ini masih terus berjalan lambat tapi pasti, akan menuju kematangan dan kemapanan organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial di Indonesia.

Beberapa waktu lalu baru saja terjadi pergantian kepemimpinan FORKOMKASI untuk kali ketiga. Kongres pun telah terlaksana di tiga tempat yang berbeda. Mulai dari Depok (Pulau Jawa), Makassar (Pulau Sulawesi), dan terakhir di Bengkulu (Pulau Sumatera).

Tak ingin terjadi mis history atau gap informasi diantara pendiri FORKOMKASI dengan pengurus yang saat ini tengah berjalan. Maka, lahirlah gagasan untuk membuat Buku Saku berjudul Bunga Rampai FORKOMKASI. Isinya lebih banyak mengulas cerita-cerita dari masing-masing kampus yang ikut andil dalam melahirkan Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia alias FORKOMKASI.

Harapan dengan lahirnya satu karya sederhana ini, dapat menjadi tambahan amunisi bagi adik-adik pengurus FORKOMKASI periode sekarang dan masa-masa yang akan datang. Bahwa, telah ada cerita dari para pendahulunya, semangat tinggi untuk menyatukan hati seluruh mahasiswa pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial di seluruh Indonesia.

Seperti pepatah lama, tak kenal, maka tak sayang. Dan hadiah kecil ini kami persembahkan bagi mereka yang peduli dan cinta terhadap FORKOMKASI. Jalan itu masih panjang, namun akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi.

Yogyakarta, 10 Mei 2014

Editor,

Agung Prastowo

Joko Setiawan

Cover Bunga Rampai FORKOMKASI, Mei 2014

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: