Dari Masjid Osaka hingga Ferris Wheel*

00

Dari Masjid Osaka hingga Ferris Wheel*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Sampai di Osaka sejak sepekan yang lalu, hari Sabtu dan Ahad saya manfaatkan untuk jalan-jalan melihat suasana kota Osaka. Tentu yang menjadi tujuan utama adalah Masjid. Berbekal dengan Google Maps yang selalu diupdate, memudahkan saya untuk mencari apapun tentang lokasi baru. Tidak hanya bisa menunjukkan sampai lokasi tujuan, tapi fasilitas Google Maps yang menunjukkan pilihan kereta/bus yang bisa dinaiki, harga masing-masing rute, sehingga kita bisa memilih harga paling murah meski waktunya sedikit agak lama, hingga jika berada di stasiun besar semacam Stasiun Shinjuku atau Stasiun Tokyo, bisa ditunjukkan sampai pada platform berapa, sungguh memudahkan bagi orang awam seperti saya yang sebelumnya tidak pernah menginjakkan kaki ke Osaka sekalipun. Tidak perlu takut tersesat, karena setelah keluar dari stasiun terdekat, panduan GPS akan mengantar kita untuk sampai pada tempat tujuan, nyaman kan🙂

00

Jadilah pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015 yang lalu dibantu dengan Google Maps, saya bisa sampai ke Masjid Osaka. Stasiun terdekat tempat saya turun adalah stasiun Dekijima. Di dalam kota Osaka, hanya ada dua masjid besar, yaitu Masjid Osaka yang terletak di Owada, Nishi Yodogawa ku, dan Masjid Ibaraki di Toyokawa, Ibaraki shi.

Masjid tersebut dikelola oleh saudara muslim dari Pakistan. Letak masjid untuk area sholat di lantai dua, sedangkan lantai satunya adalah tempat wudhu dan toko kelontong Hahal. Di sebelah masjid, terdapat restoran Halal yang bisa melayani para muslim dengan menu nikmat nan halal. Namun sayang sekali pada saat saya menyambangi masjid Osaka tersebut, keduanya sedang tutup sehingga tidak sempat mampir untuk belanja atau mencicipi makanan halalnya.

Saat sampai di Masjid Osaka, memang sudah lewat waktu Dhuhur, bahkan saya berangkat juga ketika telah usai melaksanakan sholat Dhuhur di apartemen. Ketika itu di sana, tengah ada seorang ustad yang tampak sekali berperawakan orang Pakistan tengah mengajar ngaji dua orang anak kecil yang juga ditemani oleh orang tuanya.

Setelah melaksanakan sholat sunnah, sambil menikmati suasana di dalam masjid, saya lanjutkan dengan tilawah targetan ODOJ 817 bersama pegiat ODOJ di Tokyo dan sekitarnya. Sekitar 30 menit menyelesaikan satu juz, di dalam masjid pun telah menjadi sepi.

Akhirnya saya langkahkan kaki untuk meninggalkan masjid setelah sholat Ashar masuk pada pukul 15.30, dan menunaikannya secara sendirian. Saya tidak bisa mengikuti sholat Jama’ah karena sholat Ashar berjamaah ternyata dilaksanakan pada pukul 16.30 JST sesuai dengan ketentuan masjid (sesuai dengan mazhab fiqih yang dianut pihak masjid).

Berjalan meninggalkan masjid, menuju ke stasiun Chibune, karena ternyata harga tiket kereta lebih murah, bisa jalan melintasi sungai besar, serta juga bisa mampir ke Stasiun Osaka (Umeda), begitu pikir saya sebelum pulang ke apartemen di Tengachaya, Nishinari ku. Ternyata begitu indah di sepanjang perjalanan. Tampak jembatan di atas sungai yang ramah terhadap pejalan kaki dan pengguna sepeda onthel, saya begitu menikmati sepanjang perjalanan kaki sejauh 1 kilometeran tersebut.

Dari Stasiun Chibune, lanjut menuju Stasiun Umeda (Osaka). Sampai di sana, saya agak terkejut, karena suasananya juga begitu ramai seperti di Tokyo, keluar dari stasiun mendapatkan pemandangan layaknya suasana di Shibuya. Ramai pejalan kaki, dan menampilkan suasana nyaman di tengah hiruk pikuk perkotaaan.

Tak jauh dari situ, terlihat roda besar berwarna merah yang berputar-putar di angkasa. Ya, itulah yang dinamakan Ferris Wheel di Gedung HEP Five Hankyu, Osaka. Karena penasaran, saya naik ke atas ke tempat penjualan karcis. Ternyata harganya sangat murah sekali, yaitu 500 yen saja. Tanpa pikir panjang, saya pun membeli tiket dan dapat menikmati suasana pemandangan Kota Tokyo dari ketinggian puncak yaitu 200 meter-an.

Inilah sedikit cerita yang menghiasi kisah-kisah selama menetap di Osaka. Selanjutnya, di waktu yang tepat di masa depan nanti, akan menuliskan cerita-cerita bersama isteri dan anak tercinta, menorehkan sejarah di Negeri Matahari Terbit ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Tengachaya, Nishinari ku Osaka shi – Osaka Prefecture, JAPAN
Jum’at malam, 27 Dzulhijjah 1436 H/09 Oktober 2015 pukul 23.06 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07 == 08

09 == 10

Comments
3 Responses to “Dari Masjid Osaka hingga Ferris Wheel*”
  1. Keren ya Joko sensei, jalan2 teruss ^_^
    masjidnya adem banget kayaknya..

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Dari Masjid Osaka hingga Ferris Wheel* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: