Bakal Sebulan Belajar Pelayanan Sosial di Chusinkai*

Bakal Sebulan Belajar Pelayanan Sosial di Chusinkai*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Kelas bahasa Jepang yang dimulai sejak tanggal 7 April 2015 yang lalu resmi berakhir pada hari Senin, 27 Juli 2015 kemarin, ditutup dengan acara Shadou (茶道・さどう) atau Chadou (ちゃどう). Tepat mulai esok hari, kelima Asian Trainee akan berangkat ke berbagai tempat yang berbeda untuk belajar pelayanan sosial secara langsung dari lembaga sosial yang telah memberikan pelayanan sejak puluhan tahun silam.

Saya sendiri berkesempatan untuk belajar kepada Chusinkai (中心会). Sebuah korporasi (houjin/ほうじん) yang memiliki beberapa institusi di bahwanya untuk memberi pelayanan (shisetsu/施設) secara langsung kepada masyarakat. Bedanya dengan di Indonesia yang lembaga pelayanan sosialnya banyak dikelola oleh pemerintah (seperti Kementerian Sosial dan turunannya, dan lain-lain), Jepang malah sebaliknya. Pelayanan sosial di Jepang dilaksanakan oleh berbagai macam korporasi (houjin) yang dananya bersumber dari pemerintah. Dari sekian banyak lembaga pelayanan sosial itu, mungkin hanya sekitar 1 persen yang memang benar-benar berstatus “milik pemerintah”.

recruit_chushinkaiModel tersebut dirasa paling baik untuk Jepang karena memang di sini minim terjadi penyimpangan dana. Jadi, pajak yang telah dibayarkan oleh masyarakat Jepang tersebut benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti penyandang disabilitas, gelandangan, lansia dan lain-lain. Jepang juga memiliki sistem pengelolaan dana pensiun yang matang, sehingga golongan lanjut usia dapat tetap menikmati hidup di masa tuanya tanpa kesusahan. Atau, paling tidak tetap ada yang membantu dan perduli meski anggota keluarganya jauh darinya.

Chusinkai terletak di Sagamihara shi, Kanagawa Ken, Jepang. Sebuah prefektur tetangga di sebelah Baratnya Tokyo. On the job training yang akan saya jalani terhitung mulai tanggal 29 Juli 2015 sampai dengan 4 September 2015 nanti. Adapun shisetsu sebagai tempat menimba ilmu adalah 1)Sagamihara Minami Jidou Homu, sebuah lembaga pelayanan untuk anak-anak yatim piatu mulai dari usia balita sampai sekitar usia 15 tahun; 2)Ebina Kita Koureisha, sebuah lembaga pelayanan untuk lanjut usia. Yang membuat saya begitu bersemangat adalah karena Chusinkai tahun-tahun sebelumnya belum pernah dikunjungi oleh para senpai (senior). Hal tersebut sesuai harapan seperti yang telah saya ajukan kepada tantou/supervisor di Internasional Division JNCSW, Furuhashi san.

south_p01Ya, rasanya begitu bersemangat. Karena pengalaman baru akan segera dimasuki, dan hari-hari akan lebih cerah dengan banyak belajar langsung dari lembaga yang memberikan pelayanan sosial secara optimal terhadap masyarakat Jepang di era modern ini. Tanpa membocorkan informasi penting dari lembaga, insya Allah selama satu bulan tersebut saya akan membuat beberapa catatan lesson learned terkait social services di Jepang.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Rabu, 13 Syawal 1436 H/29 Juli 2015 pukul 02.50 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 29 Juli 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: