Meluruskan Kesalahpahaman Orang Jepang terhadap Islam*

Ustad Maeno menyenandungkan BUrdah dalam Bahasa Jepang. Sumber Gambar
Ustad Maeno menyenandungkan BUrdah dalam Bahasa Jepang. Sumber Gambar

Ustad Maeno menyenandungkan BUrdah dalam Bahasa Jepang. Sumber Gambar.

Meluruskan Kesalahpahaman Orang Jepang terhadap Islam*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Awal kedatangan saya selama mengikuti training pekerjaan sosial di Jepang ini menyertakan kekhawatiran yang mendalam. Sebabnya, Jepang adalah negara sekuler dimana peribadahan agama dianggap sebagai urusan privat yang boleh dilakukan di rumah atau kamarnya sendiri dan untuk kepentingan pribadinya sendiri. Juga kabar dari senpai bahwa melaksanakan sholat adalah hal yang sulit dilakukan, mengingat jadwal kegiatan training yang sangat padat.

Selain itu, sungguh sebuah kesulitan tersendiri untuk sekedar mengambil air wudhu dan juga tidak adanya tempat khusus untuk melaksanakan sholat, sedangkan sholat di tempat terbuka mereka anggap sebagai hal yang kurang patut. Namun alhamdulillah, cerita itu telah berlalu seiring dengan semakin pahamnya orang Jepang terhadap Islam, tidak sekedar apa yang diberitakan media saja bahwa Islam itu agama teroris, terbelakang dan lain-lain.

Lalu, saya pun banyak mencari video di Youtube tentang Islam di Jepang. Selain video buatan orang Indonesia (semisal Jazirah Islam, Muslim Travelers dan lain-lain), saya menemukan video yang sangat menarik. Video tersebut adalah sebuah acara di salah satu stasiun televisi di Jepang yang khusus mengupas tentang apa itu Islam, benarkah Islam itu teroris dan lain-lain. Dan yang terpenting mengapa saya mau membaginya di blog, karena telah ada yang memberikan translate dalam bahasa Indonesia. Jadi insya Allah akan mudah dipahami oleh para pembaca sekalian.

Terdapat tiga atau empat orang sebagai pendengar yang benar-benar belum tahu tentang Islam selain dari pemberitaan media. Dipandu oleh seorang pembawa acara, diawali dengan menampilkan Islam sebagai sebuah tindakan terorisme dengan fakta-fakta seperti peristiwa WTC, bom bunuh diri dan lain-lain. Lalu, disebutkan juga tentang Islam Fundamental, Islam Ekstrimis dan Islam Bersenjata. Kemudian sang pembawa acara bertanya kepada pendengar, apakah tahu perbedaannya? Maka, dari sinilah dipandu oleh Ikegami san, orang Jepang dibawa untuk menyelami apa itu Islam dan menjelaskan perbedaan daripada ketiga istilah yang biasa disebut dalam pemberitaan tersebut.

Yang menarik adalah acara ini tidak sekedar bercerita dan nyerocos berjam-jam begitu saja, namun Ikegami san ditemani oleh Haruka Christine, salah satu kru TV telah mengantongi izin khusus dari Arab Saudi untuk melihat langsung bagaimana kehidupan orang Islam di sana. Dan tentu saja, untuk meluruskan pandangan miring orang Jepang terhadap semua orang Islam dimanapun berada.

Dalam lawatannya tersebut, Haruka san menemukan berbagai macam kekaguman. Meski pada awalnya dia merasa aneh, karena hampir semua wanita muslim di Arab Saudi yang ia temui mengenakan hijab dan burqa (hanya terlihat kedua mata saja). Kemudian Ikegami san juga menjelaskan bahwa setiap wanita yang keluar rumah, harus ditemani oleh salah satu anggota keluarganya.

Pandangan miring Haruka san seperti kebanyakan orang Jepang lainnya tentang Islam juga agak tersingkirkan, karena Arab Saudi adalah negara kaya. Inilah yang menjadi kelebihan kemasan acara ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada orang Jepang. Namun, tentu saja ada beberapa catatan “tidak sreg” dari pandangan saya pribadi.

Secara keseluruhan, video tersebut saya rekomendasikan kepada orang Jepang yang dari hati terdalam mau memahami gambaran umum tentang Islam, dan saya yakin 100% pandangan tentang Islam itu agama teroris akan hilang seketika. Namun, bagi yang ingin memahami Islam pada tingkat lanjut, tentu ada hal yang masih abstrak, misalkan mengkaitkan Islam itu tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh budaya Arab yang kuat. Seperti pemikiran orang Jepang yang menganggap bahwa agama hanyalah bagian dari budaya, dan itu juga sepertinya agak terkesan dalam video tersebut.

Contoh yang bisa saya ambil adalah mengenai kewajiban menutup aurat bagi wanita dewasa. Dalam video tersebut digambarkan adanya satu keluarga yang memiliki anak-anak remaja. Pada saat di luar rumah memang menutup aurat dengan sempurna, namun ketika di dalam rumah mereka melepasnya, meskipun ada orang asing (kru TV) dan bahkan merekamnya untuk acara televisi. Dalam wawancara para remaja putri tersebut juga menyatakan ketidaksenangannya dalam tradisi perjodohan oleh orang tuanya. Mereka menginginkan bisa mengenal terlebih dahulu seseorang, mencintainya dan baru melanjutkan pada jenjang pernikahan (secara implisit ini mengesankan keinginan untuk pacaran).

Jadi, yang menjadi catatan saya adalah seseorang yang sejak lahir telah memeluk agama Islam, karena orang tuanya juga muslim, tidaklah menjamin seseorang untuk selamat dan mengecap selamanya betapa manisnya Islam itu. Godaan syaitan memang begitu luar biasa, dan banyak dari kita yang tergoda, dan pada akhirnya melaksanakan kewajiban seperti sholat dan puasa saja berat, bahkan senang menenggak miras dan bermaksiat dengan wanita yang bukan mahram, padahal dirinya mengaku sebagai seorang yang beragama Islam.

Maka, saya menyeru kepada kita semua untuk tidak merasa puas ketika sekedar menyandang gelar muslim. Mari belajar dari pada mualaf yang menemukan Islam karena dirinya berpikir, membandingkan, dan pada akhirnya menyatakan ke-Islam-an nya karena memang hanya Islam lah agama Tauhid yang diakui oleh Allah untuk dimintai pertanggungjawaban pada Hari Pembalasan kelak di akhirat.

Demikian, semoga share video ini bermanfaat. Dan mari terus belajar Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan, sepanjang hayat.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Kamis pagi, 07 Syawal 1436 H/23 Juli 2015 pukul 07.30 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 24 Juli 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

Comments
One Response to “Meluruskan Kesalahpahaman Orang Jepang terhadap Islam*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Meluruskan Kesalahpahaman Orang Jepang terhadap Islam* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: