Shounan Hiratsuka Tanabata Matsuri*

00

00

Shounan Hiratsuka Tanabata Matsuri*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Setiap tanggal 7 Juli orang Jepang memperingati sebagai hari Tanabata Matsuri. Mereka biasa memanjatkan doa kepada Tuhan yang ditulis di atas sebuah kertas, dan digantungkan pada dahan pohon bambu. Kenyataannya doa-doa tersebut akan dibawa ke kuil Shinto. Tapi karena kebanyakan orang Jepang menganggap agama tak lebih dari sebuah hasil budaya, maka hampir semua orang mengikutinya.

Beberapa kota mengadakan matsuri yang cukup besar, dan pada awal Juli yang lalu, kokusaibu mengajak para kenshusei untuk melihat Tanabata Matsuri di Hiratsuka. Perayaan tersebut secara lengkap dinamakan Shounan Hiratsuka Tanabata Matsuri. Sembari menikmati keramaian banyak orang dan tentu saja menyenangkan, kami juga berkunjung ke rumah Shibuya san, yang merupakan Secretary General of Japan National Council of Social Welfare (JNCSW).

Saya pertama kali menonton matsurinya orang Jepang secara langsung, dan cukup terpana. Selain apa yang ditampilkan sangat menarik dan beraneka ragam. Keramaian seperti itu hampir 95% aman. Jadi, meski ramai, kita tidak akan pernah khawatir terjadi kecopetan, atau hal-hal buruk lainnya. Kegiatan seramai itu juga tidak ada yang buang sampah sembarangan, semua perduli dengan apa yang dibawa maupun dimakan, dan ditempatkan rapi ke tempat pembuangan sampah yang sudah disediakan.

Kalau mau membandingkan dengan Indonesia, tentu kita masih kalah jauh ya. Bukan kalah ide kreatif atau semacamnya, namun kesadaran untuk tertib, aman, dan menjaga kebersihan serta tidak berbuat hal-hal yang merugikan sesama, menjadi catatan penting bahwa negara yang maju memiliki kelebihan cara berpikir yang berperadaban.

Meski demikian, saya tidak menjadi silau bahwa segala apa yang dilakukan oleh negara maju adalah sebuah “kemajuan” yang hakiki. Sebagai umat muslim, kita masih punya filter iman dan ketakwaan, serta berbagai larangan dari Allah yang memang untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Maka, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa saya menikmati Tanabata Matsuri tersebut, dan terus mengambil hikmah dari kebaikan dan keburukan Negeri Matahari Terbit ini.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Rabu malam, 29 Ramadhan 1436 H/15 Juli 2015 pukul 19.05 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 17 Juli 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

01 == 02

03 == 04

05 == 06

07 == 08

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: