Tabligh Akbar#1 Ramadhan 1436 H di SRIT Meguro-Tokyo*

Jpeg

Tabligh Akbar#1 Ramadhan 1436 H di SRIT Meguro-Tokyo*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Pada hari Ahad, 21 Juni 2015 yang lalu telah dilaksanakan Tabligh Akbar dalam rangka meramaikan Ramadhan 1436 H untuk masyarakat Indonesia di Jepang, khususnya Tokyo. Acara tersebut digelar oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) yang bekerjasama dengan beberapa lembaga ke-Islam-an kampus di Tokyo dan sekitarnya. Tabligh Akbar diadakan setiap hari Ahad pada bulan Ramadhan bertempat di Aula Balai Indonesia (Sekolah Republik Indonesia Tokyo/SRIT) di Meguro Ku Tokyo.

Jpeg

Tabligh Akbar yang pertama tersebut mendatangkan pembicara dari Indonesia, yaitu Ustad Heru Kusumahadi, Lc.,M.Pd.I dengan tema “Segarkan Iman Menuju Kemenangan”. Sebelum Ustad Heru mengisi acara dari pukul 17.30 sampai dengan 19.00 JST, panitia terlebih dahulu memutar film “Omar” dari pukul 16.45 sampai dengan 15.15 JST. Kemudian, panitia pembangunan Masjid Indonesia Tokyo juga memaparkan presentasi progress pengumpulan dana pembangunan masjid dan pada waktu Sholat Idul Fitri nanti akan diresmikan secara langsung oleh Pak Dubes RI untuk Jepang sebagai masa awal simbolisasi pengerjaan pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.

Acara yang dihadiri sekitar 200-an jama’ah tersebut memberikan semangat tersendiri untuk menjadi muslim yang baik meskipun di negeri yang muslimnya minoritas. Hal ini tentu sangat berbeda sekali dengan kondisi di Indonesia dimana Ramadhan dapat disemarakkan dengan berbagai sistem sumber yang ada. Dan inilah ikhtiar dari pada aktivis dakwah di Negeri Bunga Sakura untuk berupaya terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah meski jauh dari kampung halaman, jauh dari sanak saudara dan keluarga.

Jpeg

Bapak Duta Besar Indonesia untuk Jepang juga turut hadir memeriahkan acara. Serta menyampaikan sambutan sebelum wkatu berbuka bersama. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak seperti ini tentunya menyiratkan semangat yang tinggi untuk memperkuat pemahaman ke-Islaman masyarakat Indonesia di Negeri Matahari Terbit.

Bersama tulisan singkat ini, saya paparkan juga rangkuman materi yang telah disampaikan oleh Ustad Heru Kusumahadi. Semoga dapat membawa pencerahan dan kebermanfaat bagi kita bersama selaku umat muslim dimanapun berada.

SEGARKAN IMAN MENUJU KEMENANGAN

Ustad Heru mengawali pemaparannya dengan mengingatkan bahwa inilah saatnya untuk me-recharge semangat umat muslim. Jika dari seluruh manusia yang spesial adalah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, dari satu pekan adalah hari Jum’at, maka pada 12 bulan adalah Bulan Ramadhan. Dan di sinilah saat ini kita berada. Oleh karena itu, tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang telah diberikan, kemudian agar dapat mempergunakannya dengan semaksimal mungkin guna menunjang peningkatan ilmu, amal dan keimanan terhadap Allah subhanahu wata’ala.

Masa depan adalah sesuatu yang berada jauh di depan. Terkait dengan masa depan, hanya ada dua kemungkinan: 1)Berhasil; 2)Penyesalan. Banyak orang meyakini bahwa lawan kata berhasil adalah gagal. Padahal, sesungguhnya tidak ada yang namanya kegagalan. Meskipun kita berada pada posisi yang menurut kita “gagal”, namun bagi orang beriman, selalu bisa mengambil hikmah di atas peristiwa tersebut. Dengan demikian, kita tidak perlu takut dicemooh orang sebagai orang yang “gagal”. Tapi bersyukurlah karena kita telah mengambil pelajaran dan hikmah yang orang lain tidak mampu meraihnya.

Jika masa depan diibaratkan bisa ditempuh melalui jalan raya? Anda ingin sampai ke sana dengan nyaman menggunakan apa? Mobil? Motor? Sepeda? Dijawab oleh Ustad Heru bahwa pilihan beliau adalah dengan berenang. Di sini karena berenang memiliki filosofi senantiasa terus bergerak. Jika berenang sejenak saja tidak bergerak, sedangkan daratan masih jauh, maka akan tenggelam. Begitu pula dengan kaum muslimin, selayaknya terus bergerak serta mengambil hikmah dan pelajaran dari kesalahan di masa silam, untuk menuju masa depan yang hakiki. Yaitu sampai pada surga-Nya Allah yang kekal abadi.

Manusia di dunia diberikan kebebasan oleh Tuhan, tapi dengan keterbatasan. Keterbatasan manusia adalah dengan tidak dapat menjangkau hal-hal gaib. Kebebasan itu sepenuhnya menjadi hak, tapi terbatas penggunaannya karena berhubungan dengan interaksinya bersama orang lain. Oleh karenanya, untuk bisa sampai kembali kepada Sang Penciptanya serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya (jannah), maka manusia membutuhkan pedoman, yaitu Al Qur’an dan Rasulullah (As Sunnah).

Karakteristik Islam adalah sempurna dan juga penyempurna. Hal pokok yang harus dipahami oleh kaum muslimin adalah tentang Islam, Iman dan juga Ihsan. Mengenai Islam tentu sudah kita pahami bersama tentang rukun Islam yang lima. Pada dasarnya semua manusia (dan jin) yang terlahir ke dunia ini telah mengambil persaksian kepada Allah. Hal tersebut bisa dilihat pada Al Qur’an “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Q.S Al A’raaf: 172).

Iman adalah yakin, bukan sekedar percaya. Salah satu ciri iman adalah dengan tidak ada pertanyaan lanjutan atas informasi yang diberikan. Contohnya kita percaya Allah, kita percaya malaikat, kita percaya iblis/jin, maka tidak lagi dengan segala cara dan teknologi yang ada berusaha membuktikan keberadaan sesuatu yang memang sifatnya “gaib” tersebut. Inilah yang membedakan antara orang beriman dengan ateis.

Fungsi iman menurut Ustad Heru (berdasarkan pengalaman pribadi beliau) ada dua. Yaitu 1)Menjadikan hidup tenang; dan 2)Motivasi. Seseorang ketika diberitahukan hasil akhir yang akan didapatkan di masa depan, padahal ia belum melakukan apapun, kebanyakan akan menjadikan produktivitas amalnya menurun drastis.

Contohnya, sang guru mengatakan bahwa si A sudah pasti akan mendapatkan nilai ujian 100, padahal ujian masih akan dilaksanakan dua hari ke depan. Padahal sebenarnya ujiannya sangat sulit karena harus menghafalkan puluhan rumus yang rumit, tapi karena sudah diberitahu akan mendapatkan nilai 100, maka si A tersebut cenderung tidak belajar secara maksimal atau tidak belajar sama sekali.

Kemudian contoh kasus kedua adalah si B dikatakan bahwa sudah pasti akan masuk neraka. Maka apa yang akan dia lakukan? Semakin banyak melakukan maksiat dan kejahatan. Karena dia akan bilang, “buat apa bersusah payah melakukan kebaikan jika akhirnya sudah pasti masuk neraka”. Itulah sebabnya, ketidaktahuan akan masa depan hendaknya menjadikan kita memiliki motivasi yang tinggi untuk meraih masa depan yang sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Itulah sedikit catatan yang bisa diringkas. Tentu ceramah aslinya lebih lengkap dan mendalam daripada sedikit coretan yang bisa saya sajikan ini. Mohon maaf atas segala kekurangan. Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

NB: Tabligh Akbar berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2015 dengan pemateri yaitu Ustad KH. Muslich Marzuki M, Lc. M.Ag dan Ustad Firdaus bin Sanusi Sulaiman. Info publikasi selengkapnya bisa diklik pada link berikut ini TABLIGH AKBAR#2 RAMADHAN 1436 DI TOKYO.

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Selasa malam, 07 Ramadhan 1436 H/23 Juni 2015 pukul 20.35 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu, 24 Juni 2015 pukul 12.00 waktu Jepang

Jpeg == Jpeg

Jpeg == Jpeg

Jpeg == Jpeg

Jpeg

 

Comments
One Response to “Tabligh Akbar#1 Ramadhan 1436 H di SRIT Meguro-Tokyo*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Tabligh Akbar#1 Ramadhan 1436 H di SRIT Meguro-Tokyo* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: