KIMOCHI ke-78 di Masjid As Salam Okachimachi Tokyo*

Jpeg

KIMOCHI ke-78 di Masjid As Salam Okachimachi Tokyo*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Selama di Tokyo ini, alhamdulillah berkesempatan hadir selama dua kali pada KIMOCHI ke-78 (Kajian Islam Okachimachi) di Masjid As Salam Okachimachi. Sebagai muslim minoritas, tentu kita membutuhkan waktu untuk men-charger iman, dan pada kajian inilah saya rasa sebagai tempat paling tepat untuk menemukan ketenangan tersebut.

Jpeg

Sudah dua kali saya mengikuti agenda ke-Islam-an selama di Jepang ini. Mulai dari KIMOCHI ke-78 dan Kajian Islam Golden Week di SRIT. Dua kali pula saya mendapatkan banyak saudara baru. Baik yang jadi Kenshusei (kontrak kerja tiga tahun), mahasiswa S2&S3 di Tokodai, Todai, U-Tokyo, Tsukuba dan lain-lain, hingga beliau-beliau yang sudah tinggal belasan hingga puluhan tahun. Sebut saja Ustad Endrianto yang sudah tinggal di Tokyo sejak usia 19 tahun, dan sampai sekarang ini artinya sudah 22 tahun di Tokyo. Ada juga Mas Bondan yang sudah tinggal di Jepang kurang lebih 14 tahun, dan masih banyak lagi beberapa contoh lainnya. Berbagai dari backround dan aktivitas beragam tersebut, saya bisa dapatkan cerita-cerita “mantap” tentang perjuangan di tanah rantau ^^

Pengisi acara tetap pada kajian KIMOCHI adalah Ustad Abdur Rohman (S3 di Nokodai) untuk kajian Pelajaran Bahasa Arab. Dan Ustad Jailani (Imam Masjid Hiroo) untuk kajian Tafsir Al Qur’an Juz 30. Jangan ditanya mengenai isinya, terakhir kali saya belajar bahasa Arab adalah waktu ngaji di kampung sampai usia 12 tahun saja. Itupun tidak pernah diasah dan digunakan lagi. Beda sekali dengan isteri yang memang selama 6 tahun berada di pesantren yang mewajibkan penggunaan bahasa Arab dan juga bahasa Inggris sebagai aktivitas sehari-hari.

Tapi paling tidak, seperti yang diingatkan oleh Ustad Abdur Rohman, yang tidak kalah penting adalah meluruskan niat belajar Bahasa Arab. Bukan sekedar untuk mengkoleksi penguasaan bahasa asing semata, tapi lebih tepatnya untuk bisa lebih memahami isi Al Qur’an dan Al Hadist sebagai panduan utama kita agar bisa selamat di dunia juga di akhirat kelak.

Kali ini tidak seperti kajian sebelumnya, pesertanya cukup banyak. Hitungan kasar saya mungkin mencapai 30-an orang ikhwan. Belum lagi akhwat-nya, karena di beda lantai jadi saya tidak tahu berapa jumlahnya. Seperti biasa, usai kajian berlangsung, panitia menyediakan makan siang gratis dengan menu Kare Rice HALAL. Alhamdulillah ^_^

Dapat ilmu, dapat saudara baru, merasa iman menjadi lebih kuat dan semoga bisa istiqomah ketika harus kembali di kegiatan masing-masing dimana sedikit bahkan tidak ditemui sama sekali muslim selain dirinya.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah.

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Jum’at malam, 05 Sya’ban 1436 H/22 Mei 2015 pukul 19.32 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 24 Mei 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

Jpeg == Jpeg

Jpeg == Jpeg

Jpeg == Jpeg

Jpeg

Comments
One Response to “KIMOCHI ke-78 di Masjid As Salam Okachimachi Tokyo*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: KIMOCHI ke-78 di Masjid As Salam Okachimachi Tokyo* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: