Dari Sirah Nabawiyyah Hingga Syi’ah*

Jpeg

Dari Sirah Nabawiyyah Hingga Syi’ah*

*Rangkuman dari Ceramah Ustad Agus Setyawan dalam acara Kajian Islam Golden Week 2015 pada hari Sabtu malam, 02 Mei 2015 @Hall Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Meguro-Tokyo, JEPANG.

Sirah secara bahasa berasal dari kata saaraa, yasiiru yang artinya tariqah, atau juga keadaan/tingkah laku manusia. Penjelasan mengenai tingkah laku ini dapat dibaca dari Al Qur’an Surat Thaahaa, “Allah berfirman: “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula” (Q.S Thaahaa: 21). #lombanotulensiGW2015

Dari segi istilah, sirah diartikan sebagai kisah hidup dan juga sejarah. Maka, bisa dikatakan bahwa Sirah Nabawiyyah adalah kumpulan atas berbagai kisah/hal-hal yang sampai pada diri kita, mulai dari peristiwa/kejadian, dan juga kehidupan dalam hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sedikit perbedaan antara sirah dengan tarikh adalah bahwa tarikh berkaitan dengan kejadian, sedangkan di dalam sirah ada hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran.

Jpeg

URGENSI PELAJARI SIRAH NABAWIYYAH

Sebagai umat muslim, adapun betapa pentingnya mempelajari Sirah Nabawiyyah adalah didasarkan pada beberapa hal berikut ini:

  • Untuk mengetahui perilaku dan tingkah laku dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang kemudian meyakini dengan sepenuh hati, dan akan meningkat menjadi aqidah.
  • Untuk mengetahui betapa tingginya kemuliaan dan kebesaran Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Untuk mengetahui Al-Matsalal – A’la (tipe ideal) yang berasal langsung dari Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam seluruh aspek kehidupan. Akhlak yang sangat luar biasa yang bisa diteladani sepanjang masa. Juga menyimpan kesan yang mendalam dan tak terlupakan. Bahkan kecintaan para shahabat kepada Rasulullah ini diakui sendiri oleh para petinggi kaum Quraisy yang amat sangat membenci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Untuk membantu memahami kitab Allah (Al Qur’an).
  • Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang ke-Islam-an. Sebagaimana diketahui misalnya pada contoh peristiwa Is’ra Mi’raj. Kalau kita menarik beberapa waktu ke belakang, kala itu kaum muslimin tengah diembargo sehingga ada yang kelaparan tidak karuan. Lalu tidak beberapa waktu kemudian, isteri Rasulullah Khadijah meningga dunia. Dan disusul pula oleh wafatnya paman Rasulullah. Ketika peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi dan Rasulullah diberangkatkan ke langit ketujuh dan berada dekat dengan Allah, jika beliau egois maka tidak akan mau lagi turun ke dunia. Inilah yang dicatat oleh para ulama sebagai pelajaran/ibrah. Maka, Islam yang diajarkan oleh Rasulullah adalah Islam yang berani menghadapi tantangan.
  • Untuk mengetahui model Pembinaan, Tarbiyah, Dakwah dan juga perjuangan Islam. Pembinaan yang memiliki dua nilai utama (dua sunnah Nabi dalam berdakwah): 1)Menempa kualitas; dan kemudian 2) Meningkatkan kuantitas. Sebuah catatan lain, dakwah di tempat kondusif, Islam akan menyebar dengan pesat.
  • Meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejatinya, kita inilah yang membutuhkan Nabi. Bahkan, dari sirah kita bisa ketahui bahwa alam pun juga membutuhkan Nabi.

Jpeg

TENTANG SYI’AH

Sepeninggal Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian digantikan oleh Abu Bakar ra. Lalu digantikan lagi oleh Umar bin Khattab ra. Pada masa akhir Umar bin Khattab ra, dibunuh oleh seorang Majusi. Digantikan oleh Ustman bin Affan ra, beliau dibunuh juga. Dan terakhir digantikan oleh Ali bin Abi Thalib ra. Di masa inilah ada beberapa pihak yang menghendaki segera menindaklanjuti siapa di balik pembunuhan Ustman Bin Affan ra, namun Ali bin Abi Thalib memiliki pendapat tersendiri untuk lebih mengedepankan jalannya roda pemerintahan terlebih dahulu. Di sinilah terjadi pertentangan pendapat dengan jumlah pendukung yang tidak sedikit. Dan kelompok-kelompok tersebut dinamai syi’ah

Dari syi’ah ini, kemudian muncul rasa fanatik yang berlebihan dan membabi buta. Karena fanatik, maka pendapat-pendapatnya banyak yang menjadi tidak rasional. Di sisi lain, MUI juga telah mengeluarkan beberapa kriteria aliran sesat di Indonesia. Beberapa diantara adalah sebagai berikut.

  • Menambah ataupun mengurangi rukun iman maupun rukun Islam.
  • Mencaci-maki dan bahkan mengkafirkan para shahabat.
  • Menghalalkan yang sudah diharamkan oleh Allah, yaitu nikah Mut’ah. Mut’ah adalah pernikahan yang waktu cerainya sudah diketahui atau disepakati bersama.

Itu adalah sedikit ciri-ciri yang juga dipunyai oleh kaum Syi’ah.

#lombanotulensiGW2015

Jpeg**Ditulis oleh Joko Setiawan, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW)

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

SRIT, Meguro – Tokyo, JAPAN
Sabtu malam, 14 Rajab 1436 H/02 Mei 2015 pukul 23.17 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 04 Mei 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

Comments
7 Responses to “Dari Sirah Nabawiyyah Hingga Syi’ah*”
  1. cvnadagroup2017 says:

    assalamualikum ya ikhwanul muslimin.
    damai-damaikah umat muslim disana? apakah beribadah dengan baik? wassalam

  2. cvnadagroup2017 says:

    haik…

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Alhamdulillah tidak ketinggalan sholat Isya’ berjama’ah dan dilanjutkan dengan materi ceramah sesi mabit dari pukul 20.30 sampai 22.00 yang diisi oleh Ustad Agus Setiawan, Lc. MA. Adapun notulensi dari ceramah beliau bisa dibaca di sini ya Dari Sirah Nabawiyyah Hingga Syi’ah. […]

  2. […] Source: Dari Sirah Nabawiyyah Hingga Syi’ah* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: