Super Kohesi antara Sabar-Ikhlas-Syukur*

Jpeg

Super Kohesi antara Sabar-Ikhlas-Syukur*

*Rangkuman dari Ceramah Ustad Syatori Abdurrauf dalam acara Kajian Islam Golden Week 2015 pada hari Sabtu, 02 Mei 2015 @Hall Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Meguro-Tokyo, JEPANG.

Syukur adalah mempergunakan apapun nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai aktivitas yang akan bernilai akhirat

Sabar, Ikhlas dan juga Syukur memiliki ikatan kuat yang saling berhubungan satu sama lain. Bukti bahwa seseorang telah bersabar adalah dengan ikhlas. Dan ikhlas akan memudahkan seseorang untuk mencapai derajat syukur. Maka, urutannya adalah dengan SABAR –> IKHLAS –> SYUKUR.

Jpeg

Ambil contoh beberapa kasus yang bisa menjelaskan tentang keeratan ketiga hal tersebut.

SAKIT. Nikmat atau musibah?

Sakit itu ibarat tamu, ia tidak setiap hari datang, namun hanya beberapa kali datang untuk menyapa. Karena ia adalah seorang tamu, maka harus kita jamu dengan sebaik mungkin. Jadi sakit ini adalah sejatinya menghapus dosa. Pesan dari datangnya sakit tersebut adalah dengan digugurkannya dosa-dosa. Ketika kita melakukan banyak dosa, harusnya dengan sesegera mungkin ber-istighfar, meminta ampun kepada Allah, tapi kok tidak sadar-sadar, maka diutuslah sakit meng-silaturahimi diri kita untuk menggugurkan dosa-dosa. “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosa seperti pohon yang menggugurkan daunnya” (HR. Bukhari).

KEHILANGAN UANG. Nikmat atau musibah?

Tentu juga ini adalah sebuah nikmat. Karena pesan yang dibawa dari kehilangan uang ini adalah “akan diganti dengan yang lebih baik dan lebih banyak dari sebelumnya”.

JODOH TAK JUA DATANG. Nikmat atau musibah?

Adalah sebuah nikmat. Karena pesan yang dibawanya adalah, “tidak ada sosok lain yang menghalangi antara dirinya dengan Allah”. Karena betapa banyak orang yang sudah menikah, kemudian semangat shola tahajud-nya melemah sehingga menjadikan pernikahan itu bukan keberkahan melainkan penghalang untuk powerful dalam beribadah. #lombanotulensiGW2015

BELI JERUK KECUT. Nikmat atau musibah?

Jawabannya adalah nikmat. Dengan membeli jeruk yang masam itu, kita telah menyelamatkan orang lain agar tidak membeli buah yang masam. Berarti kita telah menolong orang lain. Dan karenanya kita telah mendapatkan pahala dari Allah.

ISTERI yang CEREWET. Nikmat atau musibah?

Jawabannya juga nikmat. Karena kita telah menyelamatkan orang lain untuk tidak mendapatkan isteri yang cerewet ini.

DIHINA ORANG. Nikmat atau musibah?

Ini juga nikmat. Karena dengan dihina orang lain, kita akan memiliki dua kelebihan. Mendapatkan pahala dari orang yang menghina tersebut. Kalau masih ada yang ngeyel dengan berpendapat bahwa orang tersebut kan sedikit pahalanya. Maka berlaku hukum satunya lagi, yaitu dikuranginya dosa-dosa diri kita dan dilimpahkan kepada orang yang menghina tersebut.

Jadi jelaslah sudah bahwa cara seseorang mempersepsi suatu kejadian yang dialaminya, akan menentukan pilihan sikapnya di masa depan. Sabar, Ikhlas dan Syukur sangatlah erat berkaitan. #lombanotulensiGW2015

Jika digambarkan, untuk mencapai rumah kehidupan yang sebenarnya, akan melewati yang namaya gerbang SABAR, lalu menuju ruang IKHLAS, baru kemudian melangkah kepada gerbang SYUKUR. Ketika mampu melewatinya, sampailah kita di rumah kehidupan yang hakiki, SYUKUR. Dalam segala aktivitas kehidupan, senantiasa bersyukur. Yaitu mempergunakan segala yang datang dari Allah untuk bernilai akhirat.

Orang yang tidak bisa bersabar, maka hidupnya akan menjadi sulit.

Orang yang tidak bisa ikhlas, hidupnya akan menjadi sulit dan juga merasa menderita.

Orang yang tidak bisa bersukur, hidupnya menjadi sulit, menderita dan juga sengsara.

Itu akan menjadi sistem otomatis yang berjalan sesuai takdir, sunnatullah. Allah telah berfirman yang tertulis di dalam Al Qur’an, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S Ibrahim: 7).

Jpeg

CARA untuk bisa SABAR, IKHLAS dan juga SYUKUR

Ikhlas adalah sebuah tanda dari orang yang bersabar, dan ikhlas juga membuat orang lebih mudah untuk bersyukur. Maka, akan dibahas tentang Ikhlas.

  1. Ikhlas Amali. Ini adalah ikhlas yang TERBAIK hanya dan untuk Allah semata.
  2. Ikhlas Waqi’i. Ada kaitannya dengan realita kehidupan. Yakni lapang dada terhadap apapun yang sudah ditakdirkan oleh Allah azza wa jalla. Tetap beramal kebaikan, meskipun buahnya terasa pahit.

Inilah yang namanya IKHLAS. Adalah sebuah anugerah dari Allah melalui kepahitan setelah melakukan kebaikan. Ikhlas adalah sahabat sejati untuk menuju kehidupan hakiki di surga nanti. Segala hal keburukan ini, memang benar ada campur tangannya iblis/setan, namun tidak bagi orang yang ikhlas. “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang IKHLAS di antara mereka” (Q.S Al hijr 39-40).

Semua masalah akan selesai dengan IKHLAS. Hanya IKHLAS yang akan mampu mengantarkan kepada pintu kebaikan dan kemuliaan. Dan hanya IKHLAS yang akan mengantarkan kita kepada khusnul khatimah.

PENUTUP

Kapan hidup manusia ditentukan?

Ada manusia yang begitu kaya raya, memiliki harta berlimpah, tapi kemudian meninggal di tempat maksiat dan tengah melakukan maksiat. Maka kita katakan bahwa orang tersebut tidak sukses. Namun, ada juga seseorang yang hidupnya miskin, sepanjang hidupnya miskin. Tapi kemudian ia wafat dalam keadaan tengah menunaikan sholat berjama’ah. Maka bisa kita katakan orang ini telah sukses. Jadi, ditentukannya itu pada waktu SAKARATUL MAUT. #lombanotulensiGW2015

Namun adakah diantara kita yang saat ini mampu dengan lantang mengatakan siap dijemput oleh malaikat maut? Kita akan selalu bilang tidak siap. Tapi, apakah kita yang sudah pasti mati ini mau menyambut malaikat maut dengan sabar atau syukur? Jawabannya adalah dengan bersyukur.

Pesan yang terkandung adalah, segala sesuatu yang datang kepada diri kita, sambut dengan syukur dan tidak lupa memperhatikan orang lain. Karena bukti dari ikhlas dan bersyukur adalah dengan tetap melakukan kebaikan meski berbuah kepahitan. Biarkan saja Allah yang tahu, orang lain tidak perlu tahu, dan Allah pula yang akan membalas dengan berlipat ganda.

Jadi, adakah alasan lain untuk berat bersabar dan bersyukur?

#lombanotulensiGW2015

Jpeg**Ditulis oleh Joko Setiawan, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW)

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Sabtu sore, 13 Rajab 1436 H/02 Mei 2015 pukul 18.10 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 03 Mei 2015 pukul 10.00 waktu Jepang

Comments
6 Responses to “Super Kohesi antara Sabar-Ikhlas-Syukur*”
  1. mama nisa says:

    ulasanya hampir mirip dengan yg di Mie ken kemarin, walaupun temanya beda. Maklum ustadz nya sama.🙂 besok ustadz ini jg akan menyampaikan ceramahnya di Okayama. Mashaa Allah.

    • Wah, ternyata Ustad Syatori keliling ya.. Keren.

      Saya biasanya di Indonesia hanya mendengar ceramah2 beliau dari dokumentasi Radiokrph Jogja saja mba. Alhamdulillah kemarin ketemu langsung, tapi saya tidak sempat foto bersama he he.

      Semoga nanti bisa bersilaturahim dengan Mama Nisa sekeluarga🙂

  2. 😀 bener banget..🙂 kita musti sabar.. musti nerima apa yg bakal coco dan gak cocok. Soalnya emang hidup ini kan “masalah”. maU DI Jepang atau di Indonesia, masalah tetap sj datang. :3

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Sekitar pukul 13.00 sesi ceramah yang pertama diisi oleh Ustad Syatori Abdurrauf berkaitan dengan Sabar, Ikhlas dan Syukur. Untuk catatan notulensi secara lengkap bisa dibaca di sini ya Super Kohesi Antara Sabar – Ikhlas – Syukur. […]

  2. […] Source: Super Kohesi antara Sabar-Ikhlas-Syukur* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: