Menghadiri Kajian KIMOCHI ke-77 di Masjid As Salam Tokyo*

Bersama Kang Maulana Abdul Aziz. Ahad, 19 April 2015 @Depan Mas Masjid As Salam Okachimachi TOKYO
Bersama Kang Maulana Abdul Aziz. Ahad, 19 April 2015 @Depan Mas Masjid As Salam Okachimachi TOKYO

Bersama Kang Maulana Abdul Aziz. Ahad, 19 April 2015 @Depan Mas Masjid As Salam Okachimachi TOKYO

Menghadiri Kajian KIMOCHI ke-77 di Masjid As Salam Tokyo*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Alhamdulillah sudah jadi “friend” dengan beberapa mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan S2 dan S3 di Jepang (terutama Tokyo). Dari situlah saya mendapatkan informasi kajian dua pekanan yang bernama KIMOCHI. Kali ini undangan adalah KIMOCHI ke-77 yang diadakan di Masjid As Salam Okachimachi Tokyo dari pukul 09.00 sampai dengan masuk waktu Dhuhur.

Adapun cuplikan dari undangan tersebut sebagai berikut:

Mengundang ikhwan-akhwat semua untuk menghadiri kajian Islam, menimba ilmu Islam dalam indahnya ukhuwah dengan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, dalam kajian dua pekanan KIMOCHI (pekan pertama dan ketiga tiap bulan) yang insya Allah akan diadakan pada:

Waktu: Hari Ahad (19 April 2015)
Pukul: 09.00 – 12.00 JST 
Materi:

– Bahasa Arab, bersama Ustadz Abdur Rohman
– Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 30, bersama Ustadz Jailani Abdussalaam Lc., MA.
Tempat : Masjid Assalaam Okachimachi (〒110-0005 Tokyo, Taito, 4−6−7)*

Program Bahasa Arab kali ini dilengkapi dengan buku panduan karangan A. Zakaria. Buku ini sudah dijadikan pedoman di berbagai pesantren di Indonesia.

Insya Allah Kimochi akan diakhiri dengan makan siang bersama sebelum shalat Dhuhur berjamaah. Bagi yang akan hadir, dimohon mengonfirmasikan kehadirannya 2 hari sebelum hari H dengan mengisi formulir pada link: http://goo.gl/forms/wgxwzdcYHS

Kajian ini juga insya Allah akan disiarkan secara online melalui link berikut: http://www.ustream.tv/channel/forkita

—–

Karena tidak ingin telat, maka saya pun meluangkan waktu pukul 07.00 berangkat dari Kokuryo eki. Dengan kemajuan teknologi yang ada, saya yang buta sama sekali tentang Tokyo pun,  dapat dengan mudah menemukan lokasi Masjid As Salam, yakni dibantu dengan aplikasi Google Maps. Jika kita mau mengupdate Google Maps. Dengan hanya mengetikkan nama lokasi asal dan lokasi tujuan, akan ditunjukkan arahan yang sangat detil dan akurat.

Misalnya saya kemarin mengetikkan asal Shinjuku Eki dengan tujuan As Salam Mosque. Stasiun Shinjuku adalah stasiun yang amat besar dan ramai/padat. Namun dengan aplikasi Google Maps ini kita dapat ditunjukkan densha yang bisa digunakan, Line, dan juga harganya. Ini sangat membantu sekali karena kita bisa memilih beberapa rute alternatif dengan pilihan lama waktu sampai dan juga ongkos perjalanan. Sesampainya di stasiun terdekat dengan tujuan, kita tinggal mengikuti Google Maps yang sangat persis dengan GPS. Dari langkah ke langkah kita akan dituntun sampai di lokasi tujuan. いちばんすごいですね。:-)

Sampai di Masjid As Salam tepat pukul 08.50 tapi ternyata masjid masih sepi dan acara belum dimulai. Saya kontak Kang Maulana Abdul Aziz selaku panitia ternyata acaranya memang diundur menjadi pukul 09.30 namun belum sempat mengupdate di media sosial. Jadilah saya menunggu sejenak sebelum akhirnya datang Mas Sukirno yang merupakan kenshusei di perusahaan Hitachi.

Setelah itu datanglah satu per satu peserta kajian lainnya seperti Mas Agus yang tengah kuliah di Tokodai (Tokyo Daigaku) hampir bersamaan dengan Ustad Abdur Rohman (pengisi kajian Bahasa Arab) dan lain-lain. Ada juga orang asli Jepang yang sudah menjadi muslim dan bahasa Indonesianya sangat lancar. Yang mengagumkan adalah, orang Jepang yang sudah berganti nama menjadi nama mulim tersebut memang tengah mendalami bahasa Indonesia, tapi mengikuti kajian bahasa Arab ini, beliau juga dengan cepat menangkap dan bahkan berani menulis kosa kata menggunakan huruf Arab dari materi yang disampaikan. すごい。。

Usai materi Bahasa Arab dan Tafsir Al Qur’an juz 30, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Makan siang ini menunya Kare halal yang dimasak oleh koki di masjid ini. Rasanya cukup enak dan nyaman di perut he he. Alhamdulillah dapat ilmu, perbanyak silaturahim dan makan siang bersama dalam suasana ukhuwwah islamiyah.

Pulang dari kajian ini, saya jalan bersama Kang Maulana dan adik iparnya, Kang Burhan yang tengah menempuh jenjang Doktoral per April 2015 ini di Waseda University. Sedangkan Kang Maulana sendiri tengah menempuh jenjang Pascasarjana di Tokyo Institute of Technology (TIT). Dari sini saya diajak mengunjungi pasar terbuka dan tentu saja murah yang tidak jauh dari Okachimachi eki. Di sini juga saya diajak menengok toko kelontong milik orang Indonesia. Alhasil saya pun membeli beberapa sachet bumbu masak khas Indonesia seperti Sayur Asem dan juga Cah Kangkung.

Alhamdulillah. Maha Suci Engkau yang telah mengizinkan hamba-Mu ini mencecap pengalaman kehidupan di negeri Sakura. Jauh dari kampung halaman, namun Tuhanku tetap sama, Allah Subhanahu Wata’ala.

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Selasa pagi, 02 Rajab 1436 H/21 April 2015 pukul 07.44 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Rabu pagi, 22 April 2015 pukul 09.00 waktu Jepang

???? == ????

???? == ????

???? == ????

???? == ????

Comments
5 Responses to “Menghadiri Kajian KIMOCHI ke-77 di Masjid As Salam Tokyo*”
  1. DR. KH. Abdulhakim Fauzi. MA says:

    Assalamualaikum ww
    Saya dengar masjid Assalam membutuhkan Imam, insyaallah saya siap untuk itu jika diperlukan dan sesuai dengan kemampuan saya yg ada. Saya bisa dihubungi melalui:
    Hp: +628117722226
    Wa: +6281288888926
    Email: abdulhakimfauzi88@gmail.com
    Fb: Abdulhakim Fauzi

    • Wa’alaykumsalam warahmatullahi wabarakaatuh

      Mohon maaf Ustad baru sempat membalas komentar ini. Untuk mengenai kebutuhan Imam masjid As Salam, bisa menghubungi kontak person yang menyebarkan informasi tersebut. Karena saya tidak mengetahui secara lebih detil mengenai program tersebut Ustad.

      Salam ukhuwwah
      Joko Setiawan

  2. adik ana melamar jadi imam masjid as-salam kimochi

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Menghadiri Kajian KIMOCHI ke-77 di Masjid As Salam Tokyo* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: