Di Jepang Ramah Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda Ontel*

Pejalanan kaki di Shinjuku Tokyo
Pejalanan kaki di Shinjuku Tokyo

Pejalanan kaki di Shinjuku Tokyo

Di Jepang Ramah Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda Ontel*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Dua hal yang juga menjadi kebahagiaan saya berada di Jepang ini adalah kenyataan penghargaan tinggi terhadap pejalan kaki dan juga pengguna sepeda ontel. Seperti di negara-negara maju lainnya, Jepang adalah salah satu negara yang memanjakan dan mendorong warganya untuk bergaya hidup sehat melalui perbanyak jalan kaki dan mengayuh sepeda ontel.

Tentu kenyataan semacam ini bukanlah sekedar bahan kampanye layaknya yang lumrah terjadi di negara kita tercinta, Indonesia. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri, namun kenyataanya begitu banyak pelajaran positif yang bisa diambil dari negara-negara maju untuk bisa kita jadikan pelajaran dan semangat untuk beranjak dari status negara berkembang menjadi negara maju, adil dan sejahtera.

Pemerintah Jepang dengan nyata membangun infrastruktur dan juga suprastruktur yang berjalan beriringan. Dimulai dari gaya hidup pegawai pemerintahan, pegawai kantoran, mahasiswa dan pelajar, hingga orang-orang rumahan seperti ibu rumah tangga dan juga lansia.

Infrastruktur diwujudkan dengan dibangunnya fasilitas publik yang dapat diandalkan. Kereta listrik (Densha) dan kereta listrik bawah tanah (Chikatetsu) memang menjadi transportasi umum andalan nomor satu. Menyusul berikutnya Bus dan juga taksi. Untuk transportasi jarak dekat (2 sampai 4 km) paling banyak menggunakan sepeda ontel, dan untuk jarak kurang dari 2 km orang Jepang memilih untuk berjalan kaki.

Sepeda yang mereka miliki pun tidak semewah sepeda-sepeda anak muda di Indonesia. Sepeda mereka sangat sederhana, dan penggunanya mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak pegawai kantoran hingga orang tua. Bahkan, yang menarik adalah selain keranjang untuk belanjaan, kebanyakan sepeda orang Jepang dilengkapi dengan tambahan alat gendongan untuk dede bayi. Jadi sudah menjadi pemandangan umum ketika melihat bapak-bapak berpakaian jas rapi, kemudian ada dede bayi di keranjang sepedanya.

Pemerintah Jepang memang membangun dari hulu ke hilir, dan saya pikir ini bukanlah pekerjaan singkat. Jepang telah memikirkan untuk kepentingan warga masyarakatnya sejak lama, berbeda dengan kita yang sampai hari ini masih dalam taraf berpikir. Bahkan Monorail di Jakarta dan Bandung pun masih menjadi bahan kampanye dan belum ada wujud nyatanya.

Selain itu patut diakui bahwa transportasi publik andalan warga Jepang ini memang sudah menjangkau hampir di setiap tempat. Kereta listrik tidak dimonopoli oleh pemerintahan ataupun salah satu perusahaan tertentu, namun ada begitu banyak perusahaan dengan trayek yang sudah diatur sedemikian rupa. Itulah mengapa ada beberapa nama seperti KEIO Line, Marunouchi Line, Ginza Line, Tokyo Metro Line, Chiyoda Line, Odayku Line, dan masih banyak lagi lainnya. Dan nama-nama tersebut mewakili nama trayek dan juga perusahaan pemiliknya.

Agar tidak memakan tempat di daratan, stasiun-stasiun kereta api memilih dibangun di dalam tanah (underground) dan memiliki beberapa pintu. Hal ini sangat membuat nyaman penumpang agar tidak terlampau berdesak-desakan ketika akan masuk atau keluar dari stasiun dan memiliki banyak pintu memudahkan untuk menuju tempat tujuan.

Orang-orang Jepang adalah mereka yang disiplin mengatur waktu, kita akan dikejutkan dengan jadwal kereta listrik yang sangat tepat waktu. Tepat waktunya tidak seperti di Indonesia yang bisa molor 5-15 menit, tapi benar-benar kereta akan datang dan pergi tepat pada menit yang sudah dijadwalkan. Pelayanan yang prima seperti ini juga menjadi salah satu penyebab masyarakat Jepang sangat gandrung dengan kereta listrik.

Di jalanan kota Jepang juga tidak akan ditemui fenomena seperti Pedagang Kaki Lima yang menggunakan trotoar sebagai sarana berjualan. Fasilitas pejalan kaki dan pengguna sepeda ontel benar-benar officially untuk mereka dan jalanan itu senantiasa ramai dengan banyak orang yang berjalan kaki.

Kita juga akan takjub ketika menemui setopan lampu merah yang cukup banyak untuk memberi fasilitas jalan para pejalan kaki dan pengguna sepeda ontel. Bahkan di jalan-jalan yang tidak tersedia lampu merah namun ada zebra crossnya, tak segan-segan pengguna mobil berhenti terlebih dahulu dan mempersilahkan pejalan kaki/pengguna sepeda untuk menyeberang duluan.

Yah, itulah sedikit gambaran mengenai negara maju yang bernama Jepang ini. Indonesia masih perlu usaha keras dan jalan panjang untuk bangkit dari segala keterpurukan yang terjadi seperti sekarang ini. Korupsi adalah akar dari segala kejahatan yang membelenggu rakyat kita sehingga susah untuk keluar dari jaring kemiskinan. Pemiskinan struktural ternyata malah dilakukan oleh pegawai-pegawai pemerintahan yang ternyata tidak amanah dalam menjalankan tugasnya.

Ini PR Besar. Dan kita membutuhkan pemimpin-pemimpin tangguh, ikhlas dan berakhlak karimah untuk bisa membawa Indonesia menjadi sepenggal firdaus di muka bumi. Yakinlah, ketika masih ada orang-orang yang mau berpikir keras untuk Indonesia, maka harapan itu masih ada dan tidak akan pernah sirna. Khairunnaas anfa’uhum linnaas. Sebaik-baik diri manusia adalah yang memberikan kebermanfaatan bagi banyak manusia lainnya. Allahu Akbar..!!

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Ahad pagi, 30 Jumadil Akhir 1436 H/19 April 2015 pukul 06.07 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Ahad, 19 April 2015 pukul 07.00 waktu Jepang

???? == ????

???? == ????

????

Di dalam kereta listrik

Comments
3 Responses to “Di Jepang Ramah Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda Ontel*”
  1. hallo, salam kenal. mampir balik yaa!!

  2. Abi Asma' Salsabila says:

    Wish me there bro. Semoga banyak hal positif yang bisa dibawa pulang ke Indo…

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: