Sholat Maghrib Berjamaah Penuh Berkah di Tokyo Camii*

Masjid Tokyo Camii
Masjid Tokyo Camii

Masjid Tokyo Camii

Sholat Maghrib Berjamaah Penuh Berkah di Tokyo Camii*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of Asian Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Hari libur saya manfaatkan untuk berjalan-jalan mengunjungi tempat baru di area Kota Tokyo Jepang ini. Hampir pukul tiga sore saya baru sampai di Shinjuku eki. Saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan via Odyaku line menuju Yoyogi Uehara eki. Dari sini jalan kaki 5 menit untuk bisa sampai ke Masjid Tokyo Camii.

Alhamdulillah masih bisa menunaikan kewajiban sholat Ashar berjamaah meski hanya mendapat rakaat terakhirnya saja. Setelah itu tilawah Al Qur’an di juz 29. Niatnya akan mengkhatamkan bacaan Al Qur’an di Masjid Tokyo Camii ini dan mengawali juz 1 dari sini juga. Tapi ternyata ada beberapa hal lain sehingga tilawah tidak sampai tamat di akhir surat.

With Ahmed Nafi, Muslim warga negara Perancis

With Ahmed Nafi, Muslim warga negara Perancis

Di sini saya bertemu dengan Ahmed Nafi, seorang Muslim warga negara Perancis keturunan Maroko. Berawal dari dirinya meminta untuk difoto, kemudian perbincangan mengalir begitu saja sehingga dengan cepat terjalin keakraban antar sesama perantau. Ahmed hanya traveling backpacker sendirian saja. Dia saat ini tinggal di apartemen Asakusa, dihuni oleh 6 orang yang semuanya juga para backpacker. Jadi, semacam tempat yang memang khusus diakses oleh para backpacker-backpacker dari berbagai negara. Kehangatan suasana pertemanan tersebut bahkan kami sempat bersama membeli Kebab Sandwich asli buatan orang Turki yang lapaknya di sebelah masjid dan menyantapnya di lantai bawah Masjid Tokyo Camii.

Di tempat makan Kebab Sandwich ini kami bertemu dengan wisatawan asal Malaysia dan berbincang tentang banyak hal. Ada Al Ustad Mohd Zamani Al-Besuty, kemudian Pak Khoirul Nizam yang seorang wirausahawan di negerinya. Lalu ada Mas Ahmad Hazman bin Ahmad Horman dan juga Pak Haniff bin Yahaya yang seorang manajer di sebuah perusahaan Shipping terkenal di Malaysia.

Mas Hazman mengemukakan rencananya pekan depan akan datang ke Indonesia, khususnya ke Bandung. Saya berjanji untuk menghubungkan teman-teman yang insya Allah bisa dipercaya untuk bisa mengantarkan keliling belanja di Seputaran Kota Bandung. Saya bisa lebih lanjut berhubungan dengan mereka semua via akun di Facebook. Bertambah lagi banyak saudara yang bertemu di perantauan.. ^_^

Perbincangan berlangsung hingga adzan maghrib berkumandang. Inilah pertama kalinya saya mendengarkan suara adzan di Kota Tokyo, dari Masjid Tokyo Camii. Adzan yang dikumandangkan muadzin di sini tidaklah sepanjang dan seindah masjid-masjid besar di Indonesia. Namun, suara imam masjidnya sungguh mampu menyentuh hati. Selain itu, sang Imam juga sangat akrab dengan pengunjung. Beberapa pengunjung pemuda maupun anak-anak yang mengambil foto, dengan riang gembira beliau bersedia untuk berfoto bersama.

Ada yang menarik ketika kami para muslim tengah melaksanakan ibadah sholat wajib. Memang benar bahwa banyak orang Jepang datang silih berganti untuk melihat keindahan masjid Tokyo Camii ini. Pihak pengelola masjid juga memperbolehkan mereka masuk untuk melihat-lihat isi di dalam masjid. Ornamen masjid khas Turki khususnya dan khas kaum muslimin di manapun berapa membuat mereka berdecak kagum sambil mengatakan “kirei ne/indah sekali ya”.

Tak hanya itu, yang tak kalah menakjubkannya adalah banyak orang-orang Jepang yang tertarik untuk melihat bagaimana orang muslim beribadah (sholat) di masjid. Menjelang maghrib itu, saya lihat ada seorang ayah asli warga Jepang yang tengah membawa kedua anak-anaknya yang masih balita. Saya taksir usia anaknya tersebut 5 tahun 2,5 tahun. Saya meramahkan diri dengan menyapa menggunakan bahasa Jepang. Saya tanya, “apakah Anda seorang muslim?” Beliau bilang, “bukan saya warga yang tinggal tidak jauh dari sini”. Dan ternyata, beliau memang sering (beberapa kali) mengunjungi masjid untuk melihat orang muslim beribadah.

Tak hanya beliau, saya juga lihat sepasang suami isteri atau kekasih yang juga sama-sama khusuk menunggu kami mengerjakan sholat Maghrib berjama’ah. Saya pikir mereka juga takjub dengan apa yang dilakukan oleh orang muslim dalam menjalankan ibadah kepada Tuhannya. Dan hal seperti ini tidak hanya terjadi sekali saja. Saya lihat di waktu sebelumnya saya pergi ke masjid ini, juga terjadi hal yang sama. Dan kemungkinan hal seperti ini telah terjadi berulang kali.

Subhanallah. Orang Jepang tersebut sangat sopan gaya bahasanya, dan memang seperti kebanyakan orang Jepang yang saya temui, sangat ramah dan sopan sekali. Ya Allah, semoga hidayah menghampiri kepada siapa saja yang ingin mendekat kepada-Mu dan Engkaulah Yang Maha Pemberi Petunjuk.

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Senin pagi, 17 Jumadil Akhir 1436 H/06 April 2015 pukul 07.13 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 11 April 2015 pukul 07.00 waktu Jepang

???? == ????

03 == 04

Comments
One Response to “Sholat Maghrib Berjamaah Penuh Berkah di Tokyo Camii*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Source: Sholat Maghrib Berjamaah Penuh Berkah di Tokyo Camii* […]



Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: