Assalamu’alaikum Tokyo Part#2*

With The Real Sakura di depan Gedung Kasumigaseki Tokyo
With The Real Sakura di depan Gedung Kasumigaseki Tokyo

With The Real Sakura di depan Gedung Kasumigaseki Tokyo

Assalamu’alaikum Tokyo Part#2*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, 32nd Trainee of ASEAN Social Welfare Worker’s Training Program by Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyou)

Assalamu’alaikum Tokyo. Yatta!!! Akhirnya saya pun mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Haneda-Tokyo pada hari Kamis pagi, pukul 08.20 waktu Jepang. Setelah itu berjalan menuju ruang tunggu bagasi. Namun sebelum sampai ke sana, saya harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan di bagian imigrasi. Sempat kebingunan akan menuju loket yang mana, setelah menunjukkan beberapa data akhirnya diarahkan bahwa untuk status trainee/kenshusei ada di loket khusus nomor 7 atau 8. Jadilah saya menuju loket tersebut.

Mbak petugas dengan ramah menerima kedatangan saya, kemudian dia meminta Certificate of Eligibility. Setelah itu ia proses dalam beberapa waktu dan muncullah residence card saya. Sebelum saya pergi, ia meminta saya untuk mengecek agar tidak ada kesalahan penulisan data. Certificate of Eligibility saya tinggal di sini, diganti dengan residence card yang nantinya harus dilaporkan dan didaftarkan di Siyakusho/City hall dimana saya tinggal.

Di Bandara Haneda saya dijemput oleh Nakamura san. Di sini beliau mengajari saya untuk membeli karcis bus dan kemudian bersama-sama dari Bandara Haneda menuju Chofu eki (stasiun). Di Chofu eki beliau kembali mengajari saya cara mengisi ulang kartu PASMO untuk perjalanan menggunakan densha (kereta listrik). Dari Chofu eki kami melanjutkan perjalanan ke Kokuryo eki melalui Keio Line yang jaraknya hanya dua stasiun saja.

Dan di sinilah saya tinggal, di sebuah apartemen bernama Kokosukuea (Koko Square) Kokuryo yang jaraknya 3 menit jalan kaki dari Kokuryo eki. Kokoryo adalah daerah yang masih termasuk di dalam area Chofu shi-Tokyo. Dan kita tahu Tokyo adalah termasuk salah satu kota-kota metropolitan dengan biaya hidup termahal di dunia. Sungguh sebuah keajaiban dapat tinggal di apartemen lumayan mewah di tengah kota besar Jepang. Alhamdulillah.

Kedatangan saya di Tokyo ini adalah dalam rangka mengikuti kegiatan “32nd Asian Social Welfare Worker’s Training Program” yang dihelat oleh Japan National Council of Social Welfare (JNCSW/Zenshakyo) dari akhir Maret 2015 hingga akhir Februari 2016 (sekitar 11 bulan). Adapun peserta pelatihan pada tahun ini terdiri atas lima orang dari lima negara. Mereka diantaranya sebagai berikut:

  1. Park, Won-Jin (Park san), seorang gadis asal Korea Selatan dengan latar belakang organisasi bernama Seo-gu Hanbit Center for Independent Living of Persons with Dissabilities.
  2. Fang, Po-Chun (Fong san), seorang pemuda asal Taiwan dengan latar belakang organisasi yaitu World Vision Taiwan.
  3. Julie Ann Rose J. Gosim (Julie san), seorang gadis dari Filipina dengan asal organisasi bernama Onesimo Foundation.
  4. Beverley Marsha Jokolin Jominit (Beverley san), seorang gadis Melayu asal Malaysia dengan latar organisasi dari Monfort Youth Training Centre.
  5. Joko Setiawan (Joko san), seorang calon ayah asal Indonesia berlatar NGO bernama Kumala Foundation.

Karena kami semua berjiwa muda dan open minded, maka tidak perlu waktu lama kami dapat saling beradaptasi dan berkawan dengan akrab dan hangat. Keesokan hari setelah kedatangan di Tokyo, kami sama-sama mengurus Residence Card di Chofu City Hall sekaligus mendapatkan Public Health Insurance. Keesokan hari berikutnya lagi kami mengunjungi kantor Pusat JNCSW di Kasumigaseki Tokyo, serta membuka rekening bank di Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Pada sesi libur di hari Sabtu, kami berlima juga jalan-jalan ke Shinjuku untuk mencari beberapa peralatan elektronik yang ternyata colokan listriknya tidak sama dengan di negara Indonesia, Malaysia maupun Filipina. Di Shinjuku kami juga mencicipi makan siang di Yoshinoya restaurant. Keakraban dan kehangatan juga semakin terjalin erat karena tiga malam berturut-turut kami makan bersama dengan jamuan masakan dari negara asal. Malam pertama dengan masakan Filipina+Malaysia, kemudian malam berikutnya adalah Soto Ayam dari Indonesia, dan baru kemarin malam kami makan malam bersama dengan menu Kimchi Pukembab asal Korea Selatan.

Ya. Jepang adalah sebuah negara yang luar biasa bersih, rapi, teratur, tepat waktu, sopan santun dan tahu malu, peduli terhadap priority person ketika menggunakan fasilitas umum, penghargaan tinggi terhadap customer/pelanggan, dan juga pekerja keras dengan all out pada bidang pekerjaannya masing-masing.

Saya rasa akan begitu banyak yang bisa dituliskan tentang Jepang selain jalan-jalannya. Dan oh iya, waktu-waktu ini adalah waktunya Bunga Sakura bermekaran di area Tokyo dan hampir seluruh Jepang. Jadi, nantikan foto-foto yang lebih banyak tentang Bunga Sakura dan cerita inspiratif terkait orang Jepang ya (^_^)

Salam cinta dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kokuryo, Chofu Shi – Tokyo, JAPAN
Senin,  10 Jumadil Akhir 1436 H/30 Maret 2015 pukul 06.26 waktu Jepang

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 04 April 2015 pukul 07.00 Waktu Jepang

???? == ????

???? == ????

???? == ????

???? == ????

???? == ????

???? == ????

13 Di Chofu City Hall

Bersama Kuwabara san di Chofu City Hall. Kuwabara san yang bertanggung jawab berkorespondensi dengan calon trainee dipindahtugaskan di departemen lain per tanggal 01 April 2015.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: