Silaturahim Dakwah*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Silaturahim Dakwah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Salah satu peran sebagai keluarga baru adalah dengan mengenal tetangga dengan baik. Tetangga adalah keluarga terdekat setelah keluarga kandung kita yang sama-sama berada di luar pulau yang kita tempati saat ini. Oleh karenanya, tetangga memiliki peranan penting dalam kehidupan dan kita diperintahkan untuk memuliakannya. Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)..

Bertetangga tidak harus pilih-pilih. Ketika kita berada pada lingkungan baru, maka tetangga kanan kiri dan depan belakang baiknya kita kenal, kita sapa serta mendekatkan diri kepadanya. Prinsip pertama yang harus dipegang adalah khoirunnas anfauhum linnas, dimana pun kita berada, pada dasarnya tetap bersemangat untuk memberikan kontribusi positif atau kebermanfaatan yang banyak kepada masyarakat sekitar..

Saya, sebenarnya orang yang tidak terlalu pandai bertetangga. Saya lebih mudah akrab dengan orang lain atau orang baru, ketika ada kegiatan bersama. Saya orang yang paling tidak bisa hanya berbasa-basi kepada orang baru, tanpa ada kegiatan atau kepentingan bersama yang saya bisa memberikan kontribusi di dalamnya. Saya dengar dari sang ibundanya, akhwat yang telah menerima lamaran saya tersebut juga seorang pemalu. Saya khawatir, kami akan menjadi keluarga dakwah yang tersisihkan karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru..

Nah, menyadari kelemahan tersebut, kami sebagai sepasang keluarga baru harus mau untuk berbenah. Alasan pemalu dan minder tidak boleh menjadi pembenaran diri untuk semakin menjauhkan diri dari tetangga. Sebagai keluarga baru, kami harus menyatukan kekuatan agar menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya. Lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih peduli terhadap lingkungan, dan semakin baik dengan tetangga sekitar. Pembenanan ini tidak kepada salah satu dari kami, melainkan kami berdua harus mau berbenah..

Karena, ini adalah silaturahim dakwah. Dakwah tidak lagi dalam ruang-ruang eksklusif yang memisahkan diri dari lingkungan. Dakwah Tarbiyah hari ini adalah dakwah inklusif dimana setiap kader dakwah berusaha menjadi manusia model muslim bagi muslim lainnya. Dakwah kita adalah dakwah teladan dan kontribusi nyata, kepedulian nyata yang tidak hanya rasa simpati, namun sudah naik tingkat kepada peringanan beban tetangga dan lingkungan. Adanya diri kita harus berbeda dengan tidak ada diri kita. Keberadaan kita harusnya dirindukan dan dinantikan. Karena kita membawa satu misi perubahan yang lebih baik, perbaikan akhlak yang lebih santun, dan kesadaran beriman yang tidak akan luntur..

Silaturahim dakwah juga tidak melupakan keluarga besar kita. Seringkali diri kita mampu menjadi teladan bagi ummat, tapi keluarga kita sendiri menjadi terlupakan. Bukan karena mereka tidak mau menerima seruan kita, tapi ternyata kitanya sendiri yang terlalu sibuk dengan urusan dunia luar, tapi melupakan keluarga dekat sendiri yang juga sama-sama memiliki hak yang sama untuk kita dakwahi..

Cover 18 Mar 2014 - CopyMaka, inilah silaturahim dakwah. Adanya ia dapat merekatkan ukhuwwah, mempertebal rasa kasih dan cinta, menguatkan ikatan hati, saling meringankan dan memberi manfaat dalam kehidupan..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu, 16 Rabiul Awal 1435 H/18 Januari 2014 pukul 16.02 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 24 Juli 2014 pukul 08.00wita

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian cuplikan narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Isteri Tercinta [Iis Syarifah Latif] yang kami telah melaksanakan akad nikah pada tanggal 30 Mei 2014.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: