Ta’aruf dan Tsiqoh*

01 Story Taaruf-Walimah Joko-Iis

01 Story Taaruf-Walimah Joko-Iis

Ta’aruf dan Tsiqoh*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Semenjak pertama kali diperlihatkan biodata akhwat yang memang belum pernah saya kenal tersebut, kemantapan hati telah menuntun saya untuk menuju proses berikutnya, yakni ta’aruf..

Maka satu bulan menjelang waktu yang disepakati untuk ta’aruf, saya pun membaca kembali beberapa buku tentang ta’aruf yang telah terbeli, dan juga mendengarkan banyak ceramah tentang ta’aruf yang telah saya download dari tatsqif.com saat menginap di DPD PKS Kukar pada awal bulan November 2013 yang lalu..

Berdasarkan ilmu yang telah saya dapatkan dari beberapa buku dan ceramah tersebut, pada dasarnya saya telah memiliki gambaran mengenai apa yang akan ditanya, hal-hal yang sensitif untuk dipertanyakan, atau fakta buruk yang tidak harus diungkapkan, serta lain sebagainya..

Malam sebelum agenda ta’aruf dimulai juga telah berdiskusi bersama murobbi. Sebagai pengalaman ta’aruf untuk pertama kalinya, tentu hati terasa deg-degan, tapi insya Allah siap, sesiap akan menghadapi ujian sidang KIA (skripsi) ^^

Waktu yang dinanti pun tiba. Meski ada sedikit rencana berubah dari siang ke sore hari, hari itu, Senin, 23 Desember 2013 di Dago Jati menjadi satu peristiwa bersejarah dalam hidup (saya dan juga akhwat tersebut). Itulah waktu dimana kami melangsungkan sesi ta’aruf yang kurang dari dua jam, kemudian menghasilkan keputusan luar biasa di keesokan harinya..

Selasa, 24 Desember 2013 menjadi waktu bersejarah kedua, karena kami merasa sepakat dan mantap untuk melanjutkan ke proses berikutnya, yakni membicarakan teknis khitbah alias lamaran..

Mau dibahas sampai beberapa hari pun juga, tidak akan ketemu jika tidak menyamakan sudut pandang. Ada yang berpendapat bahwa yang pacaran satu atau tiga tahun saja, pada akhirnya bubar karena merasa ada ketidakcocokan dan rawan jika dilanjutkan kepada pernikahan. Lha ini, tidak pernah kenal sebelumnya, baru ketemu secara fisik satu kali (untuk nadhor), kemudian esok harinya telah menentukan teknis khitbah. Apa mungkin rumah tangga bisa berjalan lancar dan mampu menghadapi segala aral rintang cobaan yang menghadang di kemudian hari?..

Sebagai umat muslim, tentu sudut pandang yang harus kita gunakan untuk mendiskusikan topik ini adalah dengan melihat aturan Islam. Pacaran itu tidak ada dalam Islam, dan yang ada adalah berkenalan dengan serius (ta’aruf) untuk menuju pernikahan. Bisa juga langsung khitbah (melamar) dan jika diterima, tinggal menentukan waktu akad nikah. Dan beberapa cara lain yang sifatnya tidak ada kontak fisik ataupun bincang-bincang (via sms, email, chat, atau telfon) yang berlebihan. Apalagi, pacaran adalah merupakan salah satu pintu masuk paling nyaman untuk mendekati zina, padahal Allah telah melarang kita untuk mendekati zina, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Q.S. Al Israa’, 17:32)..

Dan tentang waktu singkat dalam perkenalan tersebut, ternyata tidak sesingkat yang dibayangkan kok. Dalam kehidupan masyarakat secara umum, memang cukup sulit untuk menilai seseorang baik “beneran” atau “akting” saja karena dilihat banyak orang, sedangkan pada saat sepi, kelakuan dan sifatnya sama sekali tidak terpuji, malas dan lain-lain. Namun, proses ta’aruf yang dilalui oleh aktivis dakwah, insya Allah dapat terjaga. Dan seharusnya tidak hanya tertutup pada aktivis dakwah saja, melainkan proses ta’aruf seharusnya dilakukan oleh seluruh kaum muslimin untuk menjemput pernikahan yang penuh keberkahan..

Di sinilah kesadaran saya terjaga dengan sempurna. Kemantapan hati untuk meneruskan pada proses khitbah meski hanya sekali bertemu tersebut, tidak datang secara tiba-tiba. Saya rasa, akhwat tersebut juga demikian, tidak mungkin sekali bertemu kemudian langsung “cinta mati”, saya rasa tak ada hal instan yang seperti itu..

Jawabannya adalah ternyata kami telah saling mengenal, saling terikat hati kami, jauh ketika celupan tarbiyah Islamiyah telah mendarang daging. Aktivitas kami tak jauh berbeda, menjaga sholat lima waktu tepat pada waktunya, kajian rutin keislaman, mabit, puasa sunnah, sholat tahajud dan dhuha, tilawah al Qur’an, menambah hafalan, debat dan diskusi terkait perang pemikiran, dan “melingkar” sepekan sekali. Semuanya dilakukan tanpa embel-embel ingin dipuji, ingin mendapatkan kedudukan, apalagi kekayaan, sama sekali tidak ada. Juga dzikir al ma’tsurat dan doa rabithah yang senantiasa terlantunkan di pagi dan petang hari. Seluruh aktivitas tersebut menjadikan kami mirip, merasa saling mengenal sejak lama, dan ketika pertemuan tersebut terjadi, meski hanya sekali saja, ikatan hati semakin kuat, dan merasa telah menemukan tulang rusuk yang lama hilang. Subhanallah..

Cover 18 Mar 2014 - CopyKepercayaan ini, Tsiqoh ini karena Tarbiyah..

Semoga Anda, dapat segera merasakan betapa nikmat dan bersyukurnya diri karena telah menjalani proses ta’aruf, bukan pacaran, untuk menjemput pendamping hidup, yang insya Allah tak hanya di dunia, melainkan juga di akhirat kelak. Aamiinn ya rabbal aalaamiin..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Senin malam, 30 Desember 2013 pukul 21.45 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 17 Juli 2014 pukul 08.00wita

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian cuplikan narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Isteri Tercinta [Iis Syarifah Latif] yang kami telah melaksanakan akad nikah pada tanggal 30 Mei 2014.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: