Terus Menghidupkan Spirit S2*

Sumber ilustrasi gambar dari sini

Terus Menghidupkan Spirit S2*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Tepat di penghujung akhir bulan Januari yang lalu, genaplah sudah usia saya pada seperempat abad alias 25 tahun. Orang bilang, this is a golden age seorang manusia, karena dirinya telah sampai pada usia dewasa awal. Rata-rata seorang pemuda telah matang dalam berpikir besar dan bertindak sesuai dengan keputusan terbaik dimulai pada usianya ini..

Impian yang terus didekap dengan sepenuh jiwa dan raga tanpa jeda adalah Spirit Meraih Beasiswa Master (S2) di Negeri Bunga Sakura alias Jepang. Impian ini sangat jelas dan spesifik, Full scholarship S2 di Jepang dengan jurusan Social Work, Community Development atau Disaster Risk Management..

Perlu diketahui, dalam bermimpi, saya memang tidak mau tanggung-tanggung. Meski pada kenyataannya langkah ke Jepang itu masihlah jauh dari pandangan mata, tapi saya sangat yakin bahwa mimpi tersebut akan mampu terlaksana. Oleh karenanya, saya tidak mau asal S2, terutama jika ada tawaran untuk mendapatkan beasiswa S2 di dalam negeri, saya masih harus mempertimbangkannya berpuluh kali..

Saya juga berpikir dan dapat melihat impian itu secara jelas, bahwa impian S2 di Negeri Jepang nanti akan tercapai dengan dampingan bidadari dunia, mungkin ia adalah seorang bidadari surga yang turun ke dunia he he. Maksud saya, rencana S2 di Jepang itu saya pikir baru akan tercapai jika saya telah menggenapkan separuh agama. Dan secara otomatis, yang saya maksud dengan bidadari dunia itu adalah isteri saya nanti ^^

Jalan ini memang tidak mudah, dan akan penuh dengan aral rintangan yang menghadang. Tapi, bukankah ujian itu suatu kewajaran untuk mendapatkan kesuksesan? Ini merupakan suatu sunnatullah yang tak patut untuk diresahkan. Maka, tertanamkan rasa keoptimisan yang dibalut dengan kerja-kerja nyata sedari sekarang..

Sebagian teman kecewa, katanya jangan mikir untuk menikah dulu kalau belum menjadi orang sukses. Menjalani kehidupan ini tidak mudah, maka kemapanan ekonomi menjadi tolok ukur penting yang dapat menjamin kemakmuran. Benarkah demikian? Saya rasa tidak. Bahkan, sebagai seorang challenger, saya berpikir akan menikah pada kondisi yang benar-benar tidak memiliki kebanggaan apa-apa, selain pekerjaan sederhana yang jelas-jelas dapat untuk memenuhi kepulan dapur di setiap harinya. Bagi saya, bersusah-susah berdua bersama isteri tercinta (suatu saat nanti), itulah seninya hidup. Karena sesuai dengan ketentuan Allah, kesukesan akan mengiringi hamba-Nya yang bekerja keras dan senantiasa berdoa kepada-Nya..

Untuk mencapai itu semua, langkah-langkah kecil harus terus dijejakkan menuju impian tersebut. Mulai dari penguasaan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS), pembiasaan menulis paper sesuai bidang keilmuan dalam bahasa Inggris, membaca jurnal-jurnal keilmuan serumpun, menyusun jadwal belajar, memperbanyak kawan dunia maya di negeri Jepang, mengakses profesor-profesor yang mengajar di kampus tujuan, dan masih banyak lagi yang lainnya..

Dan Spirit S2 itu, terus menyala, berkobar, penuh semangat, karena suatu saat akan menjadi nyata. Terus bekerja keras, berdoa dan bersabar hingga waktunya tiba.. ^^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu siang,  05 Jumadil Akhir 1435 H/05 April 2014 pukul 11.38 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 18 April 2014 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: