Lebih Dari Politik Praktis*

Sumber Ilustrasi Gambar dari sini

Lebih Dari Politik Praktis*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Kata politik memang tidak pernah ada secara eksplisit di dalam kitab Al Qur’an. Namun pengertian yang sama seringkali muncul di dalam Al Qur’an, yang berkaitan dengan urusan ummat. Dan kita telah ketahui bersama bahwa Dien Islam ini diturunkan oleh Allah kepada umat manusia tidak hanya berbicara mengenai tauhid dan akidah semata, tapi juga perhatian terhadap pengaturan kehidupan manusia agar selamat di dunia dan selamat pula di akhirat kelak..

Dengan demikian, maka dalam Islam tidak mengenal pemisahan antara agama dengan urusan ummat. Dan berbicara mengenai urusan ummat, maka tidak bisa terlepas dari kekuasaan. Hal ini karena kekuasaan pada hakikatnya adalah konsekuensi atas pengaturan urusan-urusan ummat itu sendiri. Sedangkan hal yang berkaitan dengan urusan ummat dan kekuasaan, adalah istilah siyasah atau politik. Dan kesimpulannya, Islam dan politik adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan..

Pemahaman seperti ini sangat berbeda dengan konsep Sekulerisme dimana masyarakat Barat memisahkan antara keduanya. Masyarakat Barat merasa jera dengan kekuasaan yang dipegang oleh para kaum agamawan (Nasrani), yang memenuhi hawa nafsu pribadinya atas nama Tuhan. Itulah mengapa, kemudian mereka mengkotakkan jika mau menjadi politisi, jangan membawa-bawa agama, dan jika ingin menjadi agamawan, maka penuhi saja tempat-tempat ibadah yang ada..

Berkaca dari pengalaman para politisi yang berkiprah semenjak Indonesia merdeka, dimana ditemui penyimpangan-penyimpangan dalam menggunakan kekuasaan yang menjadi amanahnya, serta perilaku menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, menjadikan masyarakat antipati dan tidak lagi dapat menaruh kepercayaan kepada para politisi tersebut. Kemudian, hal yang diyakini adalah bahwa politik itu kotor, penuh dengan noda dosa, dan sama sekali tidak ada baiknya. Hasilnya, para orang-orang baik yang memahami agama Islam ini, kemudian mulai menjauh dari panggung politik dan memilih untuk memberikan kontribusi dalam bentuk lainnya seperti mendirikan panti asuhan atau lembaga sosial..

Mungkin saja, sikap menarik diri dari ranah politik memang akan sedikit menenangkan dirinya. Bahwa, tak lagi ia dapati keburukan dan kemunafikan para politisi yang telah menggadaikan agamanya demi kekuasaan dan harta semata. Tapi berita buruknya, celah inilah yang semakin gencar hendak diraih oleh para politisi “busuk” lainnya..

Larinya para politisi muslim yang paham agamanya dari panggung politik, menjadi peluang besar bagi politisi-politisi tidak amanah untuk memimpin urusan-urusan ummat. Maka, mau jadi apa negeri ini, jika urusan ummat diserahkan kepada orang yang tidak kompeten dan membuang di balik punggungnya hukum-hukum Islam?..

Dan, pada akhirnya, berlakulah berita yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam sejak 14 abad silam, “Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan” (Mutaffaq Alaihi)..

Sejatinya jihad siyasi ini tidak sekedar perkara merebut kekuasaan, menjadi pemimpin nomor satu, atau bahkan niatan untuk menumpuk harta. Partisipasi politik yang dilakukan oleh para politisi muslim ini adalah untuk tujuan penegakan hukum-hukum Allah di muka bumi. Khilafah sebagai institusi yang menaungi perjuangan kaum muslimin telah hilang dari muka bumi, dan kader-kader dakwahnya telah berdiaspora dengan bentuk dan jalan juangnya masing-masing..

Oleh sebab itu, cara pandang seorang muslim haruslah berbeda dengan cara pandang kaum sekuler, meski mereka mengaku diri sebagai seorang muslim. Tidak patut saling mencela atau bahkan mengkafirkan saudaranya yang tengah berjuang untuk kebangkitan Islam. Cap sesat atau “buruk” itu ketika suatu golongan telah secara nyata meninggalkan perintah dan menabrak larangan-larangan dari Allah, serta secara nyata pula permusuhannya terhadap masyarakat muslim..

Sungguh merugi, ketika seorang muslim yang berpartisipasi dalam politik praktis, kemudian menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir tanpa mendukung proses kebangkitan Islam. Itulah mengapa perjuangan kita pada politik praktis adalah menciptakan sebanyak-banyaknya orang baik di akar rumput, mempersiapkan infrastruktur maupun suprastruktur, menaunginya dengan kebijakan yang pro terhadap kepentingan Islam, dan menjadi rahmat bagi semesta alam..

Rahmat itu tak hanya dapat dirasakan oleh umat muslim saja, tapi juga penganut-penganut agama lain, akan merasa terlindungi hak-haknyak, selama mereka juga menjalankan kewajiban terhadap negara dan tidak menyulut permusuhan yang nyata. Islam minoritas sampai dengan hari ini masih saja mendapatkan perlakuan yang tidak adil, salah satu contohnya adalah dengan adanya larangan mengenakan jilbab dan burqa di beberapa negeri Eropa, padahal itu adalah dalam rangka menjalankan ketaatan seorang muslimah kepada Tuhannya..

Tapi ketika Islam menjadi mayoritas, tak pernah menindas masyarakat non muslim, dan malah menjaminnya dengan jaminan yang sama dengan muslim lainnya. Inilah rahmat itu, ketika hukum Allah ditegakkan di muka bumi, mengalahkan segala bentuk kesyirikan dan kedzaliman yang berpegang pada nafsu syaitoni..

Karena inilah perjuangan kita, melebihi politik praktis semata..!!

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Senin sore, 01 Jumadil Awal 1435 H/03 Maret 2014 pukul 18.01 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 05 April 2014 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: