Gerakan Mahasiswa Islam dan Dukungan pada Politik Praktis*

Sumber Ilustrasi Gambar dari sini

Gerakan Mahasiswa Islam dan Dukungan pada Politik Praktis*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Di masa awal abad 19 silam, pendidikan menjadi kunci penting dalam mengarahkan perubahan. Pada masa itu, mahasiswa adalah agen intelektual yang pikiran-pikiran pembaharunya dapat menggerakkan seluruh elemen bangsa guna menyadari tentang arti pentingnya sebuah kemerdekaan, yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera untuk semua..

Pernanan mahasiswa masih terasa signifikan adanya menjelang masa kemerdekaan dan beberapa masa setelah itu. Bahkan, Soekarno naik didorong oleh mahasiswa, dan pada tahun 1966 juga dilengserkan oleh tekanan gerakan mahasiswa pula..

Setelah masa ini, terjadi sekulerisasi yang luar biasa. Muncul jargon-jargon bahwa Islam Yes, Politik No. Jargon tersebut muncul sebagai antitesis terhadap politisi muslim yang dinilai tidak amanah dalam menjalankan tugas kenegaraan, dan terindikasi menjadi agama sebagai komoditas politik semata. Seolah-oleh pendapat ini benar, padahal pada kenyataannya, hanyalah sebuah pengaburan opini untuk membuat bangsa Indonesia menjadi SEKULER, yang memisahkan kepentingan negara dengan agama. Padahal, hakikatnya keduanya tidak bisa terpisah dan saling mendukung satu sama lain..

Semua mahasiswa pada dasarnya mampu bergerak. Namun, hanya sedikit dari mereka yang mampu untuk menjadi penggerak. Guna menciptakan penggerak-penggerak yang bisa memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan yang lebih baik, dibutuhkan organisasi/tandzim dengan pola kaderisasi terstruktur, terarah dan bertujuan secara jelas..

Harapan akan adanya pemimpin adil dan bijaksana, tidak pernah mati di dalam sanubari. Karena tidak mungkin dari 230-an juta penduduk Indonesia, kemudian semuanya tidak kompeten dan bermental perampok. Kita percaya, bahwa masih ada orang-orang baik yang tengah berjuang demi kepentingan rakyat banyak, bangsa, negara dan juga agama..

Sungguh aneh rasanya, ketika kita mengaku diri sebagai seorang mahasiswa muslim, kemudian menyerukan peranan-peranan destruktif dan tidak mendidik. Bahasa-bahasa yang terlalu tinggi, dimaknai oleh kebanyakan orang yang sedikit pengetahuannya sebagai seruan untuk menjadi pragmatis, tidak mau ambil peduli terhadap persoalan bangsa dan negara, dan cukup memperhatikan kebutuhan dan kesenangan hidupnya semata..

Mau disukai atau tidak, dalam alam demokrasi, satu suara pembela kebenaran itu penting karena dipertarungkan dengan suara-suara kebatilan yang tentu saja akan menyulitkan kita dalam rangka mewujudkan nilai-nilai hidup yang madani. Apalagi, pada masa sekarang, kita tahu semakin banyak manusia yang mengaku muslim, tapi kemudian membawa pemahaman-pemahaman di luar Islam seperti Syi’ah, Ahmadiyah, Jaringan Islam Liberal, dukungan terhadap perkawinan sejenis dan praktik gay&lesbianisme, dan berbagai penyimpangan lainnya. Dan mereka semua ini, telah ramai-ramai mencalonkan dirinya di pentas pemerintahan. Maka, bisakah kita bayangkan dampak buruk ketika mereka menjadi pengambil kebijakan?..

Kekuatan-kekuatan batil tersebut harus dikalahkan. Dan itu dimulai dengan peran serta para gerakan mahasiswa Islam yang berdiri di kantong-kantong organisasinya masing-masing. Perbedaan jalan perjuangan boleh saja, tapi saling melemahkan dengan dalih mengingatkan, adalah suatu hal yang menyakitkan. Semuanya menjadi kabur, mana lawan dan mana kawan. Mengaku aktivis dakwah, tapi kebenciannya terhadap saudara muslim yang berjuang berseberangan jalan dengannya, melebihi kebenciannya terhadap orang-orang Liberal, Sekuler dan non muslim yang telah jelas-jelas memusuhi Islam..

Debat berkepanjangan dan ribut-ribut antar mahasiswa Islam hanya menghabiskan energi dan melemahkan daya juang. Lebih aneh lagi, mereka menganggap debat-debat tersebut adalah manifesto mereka untuk negeri Indonesia tercinta, meski tanpa kerja nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Padahal, orang-orang di luar sana membutuhkan kebijakan dan fasilitas yang mendorong peningkatan taraf hidupnya..

Menyadari kebutuhan mendesak tersebut dari masyarakat, maka seharusnya kita sudah lewat hanya di diskusi dan konferensi semata, namun telah bergerak jauh untuk membina dan mensejahterakan ummat. Dan jalan itu yang paling efektif adalah melalui jalur politik praktis, dengan segala kekurangan dan kelebihannya..

Inti pemahaman dari mahasiswa Islam adalah dengan terbentuknya kelurusan akidah (salimul aqidah), ketepatan ibadah (shahihul ibadah), dan kebagusan akhlak (matinul quluq). Ketiga pondasi inilah yang akan senantiasa menjadi motor penggerak kita dalam melaksanakan kerja-kerja nyata dan menjadi teladan bagi ummat..

Maka, pada momentum tahun 2014, dimana kita akan kembali memilih anggota legislatif dan presiden RI masa periode 2014-2019, harus dapat kita pergunakan untuk menyatukan suara, yakni memilih calon pemimpin yang terbaik diantara yang baik-baik. Janganlah kita mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi orang baik di negeri ini. Pendapat itu terlalu general dan berlebihan, dan bahkan bisa jadi sebagai satu bentuk keputusasaan diri dari rahmat Allah, naudzubillah..

Gerakan mahasiswa Islam, harus terus mendorong agar masyarakat Indonesia menyalurkan suaranya dalam PEMILU tahun 2014 dengan tidak termakan oleh isu money politics, yang hanya memberikan keuntungan sedikit, tapi kerugiannya banyak dan jangka panjang..

#sayNo2GOLPUT

#sukseskanPEMILU2014

#manifestomahasiswaIslamIndonesia

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Senin, 01 Jumadil Awal 1435 H/03 Maret 2014 pukul 12.20 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Jum’at, 04 April 2014 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: