Jalan Menuju Keharmonisan*

Sumber Ilustrasi Gambar dari sini

Jalan Menuju Keharmonisan*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Pengalaman adalah guru terbaik, demikian ungkapan pepatah lama. Hal ini menunjukkan bahwa kita diminta untuk memperhatikan pengalaman yang telah terlalui, agar mampu mereguk hikmah yang sangat berguna untuk menjalani kehidupan keseharian. Tak hanya pengalaman dari diri sendiri, tapi juga dari pengalaman orang lain yang tersebar memencar di banyak buku-buku serial motivasi, cerita-cerita, dan juga internet..

Berdasarkan pengalaman pada banyak orang tersebut, komunikasi yang lancar dan interaksi yang lembut akan menumbuhkan rasa kasih sayang di dalam ikatan keluarga, utamanya pasangan keluarga yang baru saja melangsungkan pernikahannya. Pada banyak kasus ditemui bahwa sikap mendasar yang cukup mencolok perbedaannya antara laki-laki dan perempuan itu, menjadikan hubungan diantara keduanya “dingin” dan sekedar menjalani rutinitas harian belaka. Sehingga pada akhirnya hanya akan menyebabkan konflik keluarga yang seharusnya tidak perlu ada..

Perlu dipahami bersama bahwa banyak sekali perbedaan-perbedaan pola pikir dan cara pandang antara seorang suami dan seorang isteri. Seorang perempuan biasa menceritakan banyak hal hingga sampai yang dirasa oleh sang suami sebagai cerita tidak penting sama sekali. Sebaliknya, sang suami biasa lebih senang berbicara straight to the point alias pada pokok intinya saja. Laki-laki meskipun dalam kesehariannya terlihat begitu ceria dan banyak bicara, tapi pada waktu tertentu ia lebih senang menyendiri dalam beberapa waktu untuk menenangkan pikirannya. Hal ini berbeda sekali dengan sikap sang isteri yang ketika ia ada suatu masalah, ingin didengarkan curhatannya dan mendapatkan masukan atau nasehat yang menenangkan dari sang suami..

Nah, perbedaan tersebut tidak untuk dipermasalahkan, atau malah menjadikan munculnya masalah baru. Namun, menjadi acuan kesadaran bahwa ada perbedaan-perbedaan diantara keduanya yang harusnya dapat saling dipahami dan dimengerti. Toh, itu memang bukan perkara pokok di bidang agama. Ini hanya persoalan “berbeda” dalam menjalani aktivitas kehidupan..

Membangun komunikasi efektif tidak hanya menjadi tugas sang isteri, tapi juga tugas sang suami, dengan kata lain menjadi tugas keduanya untuk saling mendukung dan melengkapi. Komunikasi yang dibangun adalah sebuah komunikasi yang menghargai perbedaan pola pikir dasar diantara keduanya..

Sebuah cerita berharga dari Mba Asma Nadia dalam “Sakinah Bersamamu” berbicara tentang kekesalan sang isteri terhadap sang suami, namun tak pernah diungkapkannya secara langsung,  menjadikan sang suami tidak paham apa-apa dan tidak merasa bersalah sama sekali. Maka, jalan tengahnya adalah dengan menurunkan “gengsi” dan menyatakan apa yang semestinya dinyatakan, karena sang suami tentu saja tidak dapat membaca pikiran atau menerka sesuatu yang tersembunyi di dalam dada..

Selain komunikasi efektif, hal lain yang patut menjadi perhatian adalah dengan perlakuan lemah lembut dari sang suami, dan pelayanan terbaik dari sang isteri. Keduanya dijalankan secara bersama-sama, saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Dengan demikian akan didapatkan keharmonisan yang kebahagiaannya dapat dirasakan bersama-sama..

Jalan menuju keharmonisan juga dengan menjalani kehidupan secara wajar, tidak berlebihan dan sederhana. Memperbanyak syukur, memperteguh kesabaran, dan selalu meningkatkan aktivitas ibadah di waktu susah, juga tak pernah kufur ketika diberikan kenyamanan dalam menjalani hidup dan kemudahan dalam menjemput rizki untuk menafkahi anak dan isteri..

Dan ketika ini semua dilakukan, tiada harapan lain yang hanya patut kita gantungkan kepada Rabbul izzati. Inilah Jalan Menuju Keharmonisan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Insya Allah, aamiin.. ^_^

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Rabu, 03 Jumadil Awal 1435 H/05 Maret 2014 pukul 16.52 wita
Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Kamis, 27 Maret 2014 pukul 08.00wita

—–

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian cuplikan narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang akan dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Calon Isteri Tercinta di Masa Depan. Akan diterbitkan di Blog Bocahbancar setiap Hari Senin dan Kamis, mulai terbit pertama kalinya sejak hari Senin, 10 Jumadil Akhir 1435 Hijriah/10 Februari 2014.

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: