Training IMS Basic 1.0 PT SRL Distrik Kembang Janggut Session#2*

Peserta Training IMS Basic 1.0 Batch 2
Peserta Training IMS Basic 1.0 Batch 2

Peserta Training IMS Basic 1.0 Batch 2

Training IMS Basic 1.0 PT SRL Distrik Kembang Janggut Session#2*

*Oleh Joko Setiawan**, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Suasana hari ini sangat cerah, tidak semendung hari kemarin. Bahkan, boleh dikatakan bahwa hari ini cuaca cukup panas hingga jalan beberapa langkah saja dapat mengeluarkan keringat he he. Namun demikian, kondisi lingkungan yang demikian tidak menyurutkan semangat kami untuk mengikuti Training IMS di hari yang kedua, bersama Mr. Mirza Kurniawan..

Seperti yang telah saya jelaskan di sesi sebelumnya, Training IMS ini terdiri atas tiga bagian, yaitu ISO 9001 yang berbicara mengenai mutu, kemudian ISO 14001 mengenai lingkungan dan OHSAS 18001 mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)..

Sesi hari ini diawali dengan pengulasan materi hari pertama kemarin semisal tentang delapan ciri-ciri manajemen yaitu:

  1. Kebijakan
  2. Struktur  organisasi
  3. Pengendalian terhadap kegiatan kritis
  4. Pelatihan
  5. Sistem pencatatan
  6. Internal audit
  7. Sistem tindakan koreksi
  8. Tinjauan manajemen

Tak lupa, Pak Mirza juga mengulas mengenai chart flow ISO 9001. Penjelasan beliau memang mengesankan karena begitu runut dari step by step, dari klausa sampai ke sub klausa. Tapi, karena saking terbuainya, kami hanya bisa terpana dan “mantuk-mantuk” saja hohoho😀

Input ada pada klausa 4 (Planning), sedangkan Proses terdiri dari klausa 5 (Planning), 6 (Planning), 7 (Do), dan kemudian klausa 8 (Check and Action). Barulah menghasilkan Output..

Memasuki pembahasan inti pada materi Training hari ini, klausa yang menjadi titik inti pembicaraan adalah di klausa empat (4) saja, dan lebih lengkapnya sebagai berikut ini:

Klausa#4 E/OHS Management System Requirements

      4.1 General Requirements

      4.2 Enviromental/OH&S Policy

      4.3 Planning

             4.3.1 Environmental Aspect – ISO 14001

             4.3.1 HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) – OHSAS 18001

Maksud dari klausa ini adalah untuk menyediakan proses bagi organisasi untuk mengidentifikasi aspek lingkungan, dan mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko serta menetapkan kontrol untuk menentukan aspek penting yang seharusnya dijadikan sebagai prioritas oleh sistem manajemen.

Hazard Identification. Klasifikasi bahaya ada empat jenis, antara lain: bahaya fisik, bahaya kimia, bahaya biologi dan bahaya psikososial. Risk Assesment. Lima faktor yang mempengaruhi besaran risiko, antara lain: manusia, mesin, material, metode, dan kondisi alam. Dan mengenai Determining Control. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain: eliminasi/menghilangkan/mengurangi sumber bahaya; substitusi/penggantian alat/material; engineering control; signage, warning, administrative control, dan adanya alat pelindung diri.

Adapun prinsip HIRADC antara lain: Komitmen dan Perhatian, Keterlibatan semua pihak, Sistematik, Berdasarkan data, Kesesuaian dan kecukupan, Mengacu kepada pernyataan, dan Regular.

             4.3.2 Legal and Other Requirements

             4.3.3 Objectives, Targets, and Program

      4.4 Implementation and Operation

             4.4.1 Resources, Roles, Responsibility and Authority

             4.4.2 Competence, Training and Awareness

             4.4.3 Communication, Partisipation, and Consultation

             4.4.4 Documentation

             4.4.5 Control of Document

             4.4.6 Operational Control

             4.4.7 Emergency Preparedness and Response

      4.5 Checking

             4.5.1 Monitoring and Measurements

             4.5.2 Evaluation of Compliance (Evaluasi Kepatuhan)

             4.5.3 Incident Investigation, Noncomformity, Corrective Action, and Preventive Action

             4.5.4 Control of Records

             4.5.5 Internal Audit

      4.6 Management Review

Jika kita masih mengingat materi kemarin, maka prinsip pengembangan ISO ini berdasarkan pada prinsip PDCA (Plan, Do, Check and Action). Maka, untuk ISO 14001 dan OHSAS 18001, Klausa 4.3.1 sampai dengan 4.3.3 masuk pada PLAN. Kemudian Klausa 4.41 sampai dengan 4.4.7 masuk pada DO. Klausa 4.5.1 sampai dengan 4.5.5 masuk pada CHECK dan Klausa 4.6 adalah ACTION..

Di sesi akhir, setelah kami bekerja dalam kelompok untuk mengimplementasikan pemahaman ISO 14001 dan OHSAS 18001 melalui studi kasus pekerjaan nyata di PT. SRL, maka Pak Mirza menjelaskan alur flow chart dari ISO 14001 dan OHSAS 18001 tersebut. Dari penjelasan Pak Mirza, diketahui bahwa mekanisme dalam ISO 14001 dan OHSAS 18001 lebih sistematis dan saling berkaitan antara satu sama lain..

Dari semua yang telah kami dapatkan dalam dua hari training terakhir ini. Pak Mirza menekankan bahwa memang tidak mudah untuk menghafalkan di luar kepala atas klausa-klausa yang ada dan kaitannya secara langsung atas pekerjaan kita di bidangnya masing-masing. Namun, paling tidak kita telah memahami mengenai alur berpikir dari IMS yang akan diterapkan di manajemen Agra Bareksa Group..

Dengan demikian, masing-masing individu akan menjadi agen-agen yang turut serta mendorong pencapaian visi perusahaan untuk bisa tersertifikasi secara internasional berdasarkan Sistem Manajemen Terpadu yang terdiri dari Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja..

Maka, telah berakhirlah sesi berbagi saya kali ini. Mungkin tidak banyak yang dapat dipahami oleh para pembaca. Namun, dengan sedikit mendokumentasikannya pada blog pribadi saya ini, tentu berharap akan ada yang dapat diambil manfaatnya. Terutama untuk membangun kesadaran atas public image suatu perusahaan, yang karyawannya telah paham alur sertifikasi IMS, dan siap bekerja keras untuk melaksanakan serta memenuhinya..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

**Joko Setiawan adalah Karyawan PT. Silva Rimba Lestari Distrik Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, dengan NIK 06.101.381, sebagai Community Investment Staff, start from May 6th 2013 sampai dengan sekarang.

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Sabtu malam, 23 Rabiul Akhir 1435 H/22 Februari 2014 pukul 22.50 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Selasa, 25 Maret 2014 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: