Hakikat Ujian Dakwah*

Sumber Ilustrasi Gambar dari sini

Hakikat Ujian Dakwah*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Berapa banyak pendukung dakwah yang telah syahid di tangan musuh-musuh dakwah, baik yang syahid di dalam penyiksaan atau di tiang gantungan. Mereka itu adalah orang-orang terpilih yang tinggi derajat dan nilainya di bidang dakwah..

Pada dzahirnya ini merupakan kerugian besar bagi dakwah lantaran hilangnya mereka dari bidang dakwah dan hampanya dakwah dari usaha dan jihad mereka..

Akan tetapi pada hakikatnya, bahwa syahidnya seseorang di jalan dakwah dan di dalam tujuan menunjukkan tingginya dakwah dan mulianya tujuan dakwah, adalah melambangkan pengorbanan di jalan akidah..

Bahwasanya syahidnya seseorang memberi kesan dan pengaruh yang besar di dalam jiwa, bahkan lebih bermakna dari nasehat seratus penasehat. Inilah merupakan bekal dan obor yang akan menyalakan iman dan semangat generasi sekarang dan akan datang..

Bila kita membaca kisah syahidnya Yasir, Sumayyah ra kita akan merasakan dorongan iman dan bekal yang perlu kita pergunakan di jalan dakwah, walaupun mereka itu telah syahid berabad-abad yang lalu..

Keuntungan yang diperoleh oleh jamaah Islam dengan syahidnya mereka adalah merupakan keuntungan yang sangat besar. Syahid mereka telah melahirkan jiwa-jiwa yang kuat yang membawa kebangkitan Islam di zaman ini, yang menjelma di dalam angkatan baru di kalangan putera-puteri muslim di seluruh dunia, terutama di dunia Islam..

Mereka memperoleh ilmu, pengalaman dan contoh teladan yang baik yang ditinggalkan oleh para syuhada’ itu..

Para syuhada’ itu telah berhasil mencapai derajat syahid dan keridhaan Allah. Atas dasar inilah maka syahidnya para syuhada’ itu adalah kebaikan umum bagi dakwah dan kebaikan khusus para syuhada’. Bukan merupakan bahaya sebagaimana kelihatan lahirnya..

Diantara bentuk ujian yang pada lahirnya kelihatan berbahaya adalah banyaknya manusia yang berpaling dari dakwah. Mereka yang tadinya melibatkan diri dengan dakwah dan berjalan di atas jalannya, kemudian mereka berpaling meninggalkan dakwah..

Pada lahirnya barisan dakwah telah berkurang, dakwah kehilangan banyak para pendukungnya, dengan demikian usaha-usaha dakwah pun juga berkurang. Tetapi pada hakikatnya barisan dakwah semakin kuat dan semakin berpadu serta telah bersih dari titik-titik kelemahan..

Lebih dari itu, Allah menggantikan yang hilang itu dengan banyak lagi yang lain yang lebih mulai dari mereka dan itulah sunnatullah..

Dikutip ulang dari Buku “Jalan Dakwah” Karya Syaikh Mushthafa Masyhur, Pustaka Insan 1994.

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Kamis malam, 21 Rabiul Akhir 1435 H/20 Februari 2014 pukul 21.04 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Sabtu, 22 Maret 2014 pukul 08.00wita

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: