Cemburu Itu Bumbu Cinta*

Cemburu Itu Bumbu Cinta*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Catatan ini sebenarnya terinspirasi dari bukunya Mba Asma Nadia. Cerpen-cerpen beliau sangat unik sekali. Cerpen-cerpen yang kaya makna, ada pesan mendalam yang terkandung padanya. Terkhusus pada tema-tema seputar hubungan interaksi antara pasangan suami dan isteri, serta keluarga ketika telah memiliki anak sebagai buah cinta mereka berdua..

Tema ini hanyalah salah satu yang saya anggap penting untuk dituliskan, yakni tentang cemburu. Cemburu katanya tanda cinta, apa benar? Ya, mungkin saja benar. Saya sendiri masih meraba-raba mengenai makna sesungguhnya dari cemburu ini. Dan lagipula, saya memang belum pernah merasakan bagaimana cemburu yang “sebenarnya” itu bersenyawa..

Cemburu saya rasa sebagai sebuah kewajaran. Cemburu adalah wujud dari keegoisan yang tidak terkendali. Cemburu adalah luapan perasaan perhatian yang berlebihan, atau sebaliknya, yaitu perasaan ingin diperhatikan melebihi orang kebanyakan. Cemburu memang terkesan bermakna negatif, tapi ternyata di balik sikap cemburu itu, terkandung ikatan yang kuat diantara mereka berdua, pasangan suami dan isteri yang bahagia..

Saya jadi terpikir, apakah suatu saat nanti saya akan cemburu terhadap isteri? Cemburu karena apa? Bukankah ia seorang aktivis dakwah? Kenapa saya harus cemburu? Entahlah, jawabannya masih samar. Atau mungkin di sisi sebaliknya. Sang isteri akan cemburu pada saya. Cemburu karena apa? Bukankah saya senantiasa bekerja dengan baik, menjaga interaksi, dan berlelah-lelah penuh semangat dalam aktivitas bersama jama’ah ini? Alasan apa yang dapat membuat cemburu?. Ah, pertanyaan dan jawaban ini membuat kepala saya rasanya semakin berputar hebat..

Cemburu ini adalah bumbu cinta. Cemburu pasangan aktivis dakwah, bukanlah cemburu karena adanya wanita lain yang tengah dekat-dekat dengan suaminya. Bisa jadi, ia ada karena rasa ingin memperhatikan pasangan, namun tak mendapatkan tanggapan yang serupa. Atau rasa ingin diperhatikan lebih dari yang lain, tapi tak jua mendapatkan respon yang semestinya. Inilah salah satu yang menyebabkan cemburu..

He he he.. Saya jadi tersenyum ketika imajinasi itu mengawang-awang. Apa mungkin isteri akan menjadi cemburu ketika sebagian besar waktunya tersita oleh aktivitas dakwah di luar? Apa mungkin isteri akan “ngambek” ketika merasa seolah-olah ia di rumah tidak terperhatikan? Apa mungkin ia akan merasa “kesal” dengan kebebalan saya dalam membaca sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti biasanya?..

Hmm.. adaptasi itu, di awal-awal mungkin akan agak rumit dipahami. Tapi dengan adanya komunikasi, saling terbuka, saling berusaha mengenali satu sama lain, saling mempercayai, saling menasehati, serta saling memaklumi kekurangan masing-masing. Semuanya akan baik-baik saja. Adanya masalah dalam keluarga, baik itu masalah komunikasi, adaptasi, maupun masalah eksternal yang mungkin telah “kangen” menyambangi keluarga baru yang baru mau akan diuji oleh-Nya tersebut. Semuanya akan selesai, jika kita mau menghadapinya, bersama-sama, dengan kepala dingin, memproses kedewasaan seiring dengan bertambahnya persoalan yang menghampiri..

Seperti seorang perempuan dengan tipologi perasaan halusnya, seorang suami juga boleh untuk cemburu. Namun cemburu yang benar-benar beralasan. Suatu saat nanti, mungkin suatu waktu saya akan menunjukkan sikap cemburu, tapi saya juga tidak tahu itu karena sebab apa. Yang jelas, karena ia adalah sebuah bumbu cinta, maka sekali-kali ia bolehlah ada untuk menggairahkan rasa cinta, menggebukan perasaan rindu antara keduanya..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Ahad pagi, 17 Rabiul Awal 1435 H/19 Januari 2014 pukul 06.26 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Senin, 10 Maret 2014 pukul 08.00wita

—–

Keterangan: Artikel ini termasuk rangkaian cuplikan narasi dalam Buku “Kado Cinta 4 Isteri Sholihah” yang akan dihadiahkan sebagai mahar kepada Sang Calon Isteri Tercinta di Masa Depan. Akan diterbitkan di Blog Bocahbancar setiap Hari Senin dan Kamis, mulai terbit pertama kalinya sejak hari Senin, 10 Jumadil Akhir 1435 Hijriah/10 Februari 2014.

Comments
2 Responses to “Cemburu Itu Bumbu Cinta*”
  1. indonesians2012 says:

    Reblogged this on IndoNews and commented:
    Islam

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: