Bendera Kemanusiaan*

Bendera Kemanusiaan*

*Oleh Joko Setiawan, A Social Worker, Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman

Saya menjadi tertarik dengan isu penanggulangan bencana salah satunya disebabkan karena adanya salah satu alumni STKS Bandung yang menjadi tokoh expert di bidang ini, yang pernah sampai berkantor di Jepang, Swiss dan juga Bangladesh. Oleh karenanya, saya mengambil mata kuliah kajian Pelayanan Sosial bagi Korban Bencana dan Pengungsi di semester VII Jurusan Rehabilitasi Sosial Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung..

 Di semester VI saya juga sudah mulai aktif di salah satu lembaga sosial/NGO (Non Governmental Organization) bernama KerLiP di Bandung. Di KerLiP saya juga berkesempatan untuk menggarap project PRBBS (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah) dari BAPPENAS selama enam bulan di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bahkan, pasca lulus dari STKS Bandung, saya bekerja di Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Jakarta pada Divisi Disaster Risk Management (DRM), satu-satunya Divisi di Direktorat Pendayagunaan PKPU yang khusus menangani masalah bencana..

Berkenaan dengan bencana, saya tergelitik untuk menuliskan ini, karena adanya beberapa kelompok maupun perorangan yang kemudian memberikan stigma negatif ketika ada suatu kelompok yang memberikan bantuan kepada korban bencana. Salah satu kasus yang ramai dibicarakan adalah ketika salah satu partai di Indonesia ini gemar sekali memberikan bantuan berupa evakuasi korban banjir di Jakarta, ataupun bantuan berupa makanan dan pakaian..

Okelah, kita sebut saja salah satu partai yang ramai dibicarakan tersebut adalah Partai Keadilan Sejahtera alias PKS. PKS dianggap melakukan pencitraan dan mencari muka di atas penderitaan para korban bencana banjir Jakarta. Dikatakan kepada mereka yang telah tidak senang dengan partai politik, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak ikhlas, sebab hanya karena pencitraan nama baik partai di tahun 2014 yang mana diketahui sebagai tahun politik yang super panas..

Apalagi, sebagian besar masyarakat kita ini senang mengikuti apa yang menjadi kebanyakan orang lakukan. Misalkan ketika ide tentang ketidaksukaan adanya salah satu partai yang memberikan bantuan kepada korban bencana banjir Jakarta, serta merta mereka juga membenarkan bahwa perilaku partai tersebut tidak benar. Bahkan, saya masih ingat betul, di Januari tahun 2013 lalu, Joko Wi sempat melarang PKS melakukan aksi kebaikan dengan memberikan bantuan kepada korban bencana banjir Jakarta..

Padahal, kalau kita mau adil dalam menilai, PKS senantiasa memberikan bantuan kepada korban bencana, tidak hanya bencana banjir, sepanjang tahun, selama ada orang yang membutuhkan bantuan. Kader PKS memberikan bantuan karena adanya panggilan kemanusiaan, bukan karena panggilan dapat upah setelah melakukan aksi pertolongan atau bantuan. Saya turut serta membuat tulisan ini guna memberikan informasi yang positif selain informasi negatif yang terlanjur telah ramai di media jejaring sosial..

Baiknya, kita timbang ide, gagasan atau pendapat kita berdasarkan fakta yang objektif. Terlebih lagi, jika kita berposisi sebagai seorang teladan ummat, kita harus hati-hati dalam memberikan komentar atau pendapat, lebih baik lagi kalau ide gagasan kita dibekali dengan data dan fakta, tidak sekedar rasa-rasa atau prasangka semata..

Ini semua terjadi karena diawali dari kesalahan berpikir atau fallacy of thinking. Beberapa orang mengira bahwa yang namanya politik itu kotor, bahkan najis baginya. Oleh karenanya, beberapa orang tersebut selalu saja mengobarkan opini untuk GOLPUT alias zero kontribusi dalam pemilihan-pemilihan yang digelar secara umum. Sikap tersebut mereka pilih sebagai konsekuensi atas pengharamannya terhadap sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia..

Ketika banyak partai bobrok dan gemar melakukan korupsi, serta tidak pernah peduli dengan ketidakmakmuran rakyatnya, bukan berarti semua partai demikian. Karena masih ada partai-partai yang tetap dalam trek jalurnya, terutama partai-partai berhaluan Islam. Sebagai sesama muslim, patutnya sikap husnudhon yang kita kedepankan atas perjuangan saudara-saudara kita di jalur parlemen dan pemerintahan. Toh selain jalur stuktural, para partai Islam tersebut juga memiliki basis yang kuat secara kultural, bahkan telah mampu membangun sarana pendidikan dan kesehatan, sebagian telah merambah pada sarana ekonomi yang berlandaskan hukum-hukum Islam yang suci..

Adalah suatu ketidaktepatan mengkritik lembaga atau organisasi atau kelompok yang memberikan bantuan kepada korban bencana, dengan tidak diperkenankan memakai atribut pengenalnya. Pendapat yang mengatakan demikian malah menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak paham alur dan proses dalam dunia pertolongan kemanusiaan. Karena identitas itu diperlukan guna memudahkan koordinasi, saling mengenali, dan memastikan bantuan yang diberikan sesuai standar kebutuhan, bukan malah yang mengandung racun atau makanan-makanan kadaluarsa..

Kemudian, saya katakan sekali lagi, bahwa melarang partai melakukan kebaikan adalah suatu kesalahan berpikir yang cukup serius. Sudah sepatutnya partai-partai itu memberikan bantuannya kepada para warga. Lagipula, dengan turunnya partai-partai tersebut di lokasi bencana, tidak serta merta dengan memasang ribuan spanduk dan baliho dengan tujuan menaikkan elektabilitas partai. Tidak sampai begitunya kok bro, itu pemikiran yang berlebihan. Yang ada adalah, para rescuer itu akan memakai baju khas Kepanduan PKS, kemudian posko yang bertuliskan nama PKS dan beberapa bendera sebagai tanda pengenalnya. Di luar itu, tak ada pasang memasang ratusan bendera sebagai ajang pencitraan..

PKS malah berharap, teladan seperti ini akan diikuti oleh partai-partai yang lain, karena memang sudah sepatutnya mereka memberikan bantuan riil kepada masyarakat, selain pemborosan uang untuk mendatangkan artis goyang maut atau foya-foya safari konstituen, padahal isinya jalan-jalan saja. Semangat PKS bukan karena takut kalah saingan, namun lebih kepada fastabikhul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan..

Nah, jadi telah jelas. Bahwa bendera kemanusiaan mutlak ada dalam pemberian bantuan kepada korban bencana sebagai identitas dari kelompoknya. Mau dia mahasiswa, organisasi kampus, lembaga sosial, dan juga partai. Masyarakat ibukota sudah terlalu cerdas untuk disuguhi isu suap politik pada kondisi bencana. Kalau pun memang ada partai yang memberikan bantuan tetapi kemudian mewajibkan dirinya memilih partai tersebut, kan di bilik suara hanya Anda sendiri yang tahu, apa hubungannya dengan partai gajebo tersebut, pilih partai atau kandidat lain yang kapasitasnya lebih terpercaya dan dekat dengan rakyat..

Selamat merenung, selamat bekerja, ditambah evaluasi atau muhasabah tanpa henti. Dan mari bersama-sama berupaya menjadikan Negeri Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus di Muka Bumi. Insya Allah..

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwwah

Kembang Janggut-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Kamis malam, 15 Rabiul Awal 1435 H/16 Januari 2014 pukul 21.20 wita

Dipublikasikan otomatis secara terjadwal oleh WordPress pada hari Selasa, 28 Januari 2014 pukul 08.00wita

Comments
4 Responses to “Bendera Kemanusiaan*”
  1. Nisa says:

    mantapks..

    biar Allah saja yang menilai,,, #AYTKTM #Lebih dekat dan melayani🙂

  2. mandor says:

    di daerah bencana, semua relawan dan pengungsi tidak pernah berpikir bendera. yang ada di pikiran mereka adalah selamat dan terawat.
    Adapun yang mempermasalahkan bendera adalah mereka-mereka di luar bencana, hanya bisa ngomong dan berwacana saja, tidak ikut turun ke lapangan

    • Yups.. Betul mas, di satu sisi, bendera cukup penting untuk mengidentifikasi dari mana bantuan datang, dan memudahkan koordinasi.. Dan untuk korban, tidak terlalu memikirkan darimana bendera itu berasal…

      Kemudian, yang bisa komen sana komen sini adalah mereka2 yang jauh dari praktik lapangan, tidak faham kondisi riil di lapangan…

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: